DSIM Targetkan Kumpulan Zakat Rp 1 M

ZAKAT

RADAR PALEMBANG, TARGET-Dompet Sosial Insan Mulia (DSIM) Palembang yang merupakan lembaga Pengelola Zakat Infaq dan Sodaqoh (ZIS) dibawah nauangan PT Telkom, menargetkan perhimpunan zakat hingga Rp 1 miliar selama Ramadan ini.

Target ini, menurut Manager Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKC) DSIM Palembang dr Agus Marsyal, cukup realistis. Sebab, perhimpunan zakat di bulan suci Ramadan biasanya naik 100 persen dari perolehan rata-rata per bulan hanya Rp 500 juta.

“Tahun lalu memang perhimpunanya minim selama Ramadan, hanya Rp 300 juta. Tapi, karena seluruh kabupaten saat ini sudah dilayani oleh layanan gerai DSIM, maka Ramadan tahun ini, kita optimis bisa tembus hingga Rp 1 miliar,’’ jelas Agus.

Dari total Rp 1 miliar, sambungnya, biasanya rata-rata didominasi oleh zakat profesi sebesar 2,5 persen dari gaji bersih. “Di awal Ramadan ini, kita sudah terhimpun sekitar 1,8 juta,’’ kata Agus.

Dibincangi mengenai prospek infaq dan sodaqoh, menurut Agus, porsinya masih kecil hanya mencapai 34-40 persen dari total rata-rata perolehan setiap bulanya. Rata-rata itu banyak berasal dari kotak infaq di beberapa lembaga dan perusahaan.

Sementara untuk perhimpunan dana Syubhat (remang-remang antara halal dan haram), Agus mengaku, juga ada. Jumlahnya relatif kecil hanya Rp 1-2 juta per bulan. “Dana ini biasanya diberikan dari orang yang dapat sogokan amplop tidak jelas dari orang lain. Sistem penyaluranya pun, kita khususkan, yakni untuk keperluan fasilitas umum seperti WC, jalan dan lainya,”jelasnya.

Sementara untuk penyaluran zakat dan sogaqoh, selama ini dalokasikan untuk bantuan orang miskin melalui dana bergulir dan dibina langsung oleh DSIM. Selainya adalah beasiswa dan Layanan Kesehatan Cuma-Cuma (LKCC) yang dilayani di tiga tempat, yakni 7 ULU, Tangga Buntung dan Lorong Sumbu Kepten A Rivai belkang hotel Paradise.

Syaratnya gampang, cukup rekomendasi dari pengurus masjid sebagai dhuafa (orang miskin), sudah bisa berobat gratis di sini. Dengan layanan primary, yakni pengecakan oleh dokter langsung dan pemberian bantuan obat ringan.

Sedangkan untuk pengobatan lanjutan, juga rujukan ke Rumah sakit, sejauh ini belum ada.”Kita masih terbatas,”ungkapnya.Tapi program jangka panjang tetap eksisi.

Tahun depan, Tambah Agus, pihaknya bakal membangun layanan Rumah Sakit Gratis di Palembang. “Kita punya dua altrenatif lokasi. Pertama di kawasan Gandus, dan kawasan Soekarno Hatta. Rencannya akan dibangun awal 2009 dari dana perhimpunan ZIS juga donator yang ada,”ungkapnya.

“Kita berharap, ada donatur yang mau membantunya lagi. Kita masih butuih dana banyak. Tapi bila mau membantu dalam bentuk wakaf peralatan kesehatan ataupun lainya, juga dipertsilahkan datang ke DSIM,” timpal Agus.

Pendirian ini kata Agus lagi, merupakan Syiar. Bahwa dengan ZIS Islam bisa memberdayakan masyarakat dengan cuma-cuma. “Ya, ada timbal balik antara orang kaya dengan orang kurang mampu,”tambahnya. (ayu)

Tinggalkan Balasan