Perbankan Syariah Diminati

Tabungan BNI Syariah Tumbuh Rp 35 Miliar

RADAR PALEMBANG, TABUNGAN-Perbankan Syariah mulai digemari masyarakat. Tidak cuma ditandai dengan semakin meningatkanya jumlah tabungan, semakin diterimanya perbankan syariah juga ditandai dengan semakin membaiknya laba yang diterima perbankan syariah.

Salah satu perbankan syariah yang cukup digemari itu adalah BNI Syariah. Bahkan, untuk komposisi tabungan di BNI Syariah kini mengalami peningkatan seiring dengan bertambahnya dana tabungan. Sampai posisi Agustus ini terjadi pertumbuhan Rp 35 miliar atau naik 71 persen dari periode yang sama tahun lalu.

Sebelumnya, komposisi tabungan terhadap dana pihak ketiga sebesar 58,92 persen, sedangkan deposito 33,29 persen dan sisanya 7,79 persen disumbang oleh giro. Namun seiring gencarnya pemasaran produk tabungan, terjadi perubahan komposisi tabungan naik menjadi 66,34 persen dan produk dana mahal (deposito) turun 21,85 persen serta giro naik jadi 11,81 persen. Sedangkan jumlah dana pihak ketiga (DPK) yang terkumpul hingga Agustus 2008 sebesar Rp 128 miliar.

“Kami harapkan sampai akhir tahun ini akan ada penambahan sekitar Rp 12 miliar lagi dari tabungan. Apalagi dengan digiatkannya pemasaran produk-produk tabungan serta peningkatan pelayanan,” ujar Pimpinan Cabang BNI Syariah Palembang Deden Saepudin, kemarin.

Deden optimis target penambahan sebesar Rp 12 miliar hingga akhir tahun ini akan dapat terealisasi. Bank syariah yang masih merupakan unit usaha syariah (UUS) bank konvensionalnya itu, menambah jumlah syariah chanelling outlet (SCO) hingga menjadi 22 kantor SCO. Sekitar 14 kantor diantaranya ditambah pada Bulan Juni 2008. Ini berarti wilayah pemasaran tabungan menjadi lebih luas.

Bank BNI Syariah juga mengenalkan produk Tabungan BNI Tapenas iB. Produk tabungan yang prinsipnya sama dengan tabungan berjangka yang diluncurkan sejak awal tahun itu, memberikan bagi hasil yang menarik. Penabung akan mendapatkan bagi hasil sesuai nisbah yang telah disepakati di awal pembukaan BNI Tapenas iB.

Saat ini bagi hasil produk yang bisa dimanfaatkan untuk perencanaan keuangan masa depan tersebut mampu meberi bagi hasil 50:50. Jika dihitung dengan bunga bank umum, kisarannya sekitar 6,24 persen pertahun. Sementara produk tabungan biasa seperti Tabungan iB Plus hanya memberikan bagi hasi 30:70 atau setara dengan bunga 4 persen konvensional. ”Bagi hasil ini cenderung terus meningkat, tadinya nilai bagi hasil itu setara dengan 5,01 persen bunga selama Juni lalu periode Juli hingga sekarang naik jadi 6,24 persen,” timpal Deden.

Bagi hasil yang ditawarkan itu ternyata mampu menyerap penghimpunan dana lebih besar. Sejak awal tahun hingga 31 Agustus, BNI Tapenas iB mampu menyerap dana masyarakat sebesar Rp 170,37 juta untuk 107 rekening yang diterima. Adanya fasilitas asuransi jiwa dan asuransi kesehatan menjadi nilai plus sendiri bagi produk tersebut.

Sebelumnya, perolehan laba Bank Muamalat Indonesia (BMI) Cabang Palembang sampai Agustus 2008, meningkat drastis. Padahal, periode yang sama tahun sebelumnya bank yang berdiri tahun 1991 ini membukukan laba Rp 4,2 miliar, namun tahun ini naik jadi Rp 7,2 miliar.

Peningkatan yang terjadi hampir dua kali lipat akibat ekspansi pembiayaan yang dilakukan bank tersebut dan telah digencarkan selama semester pertama 2008. Disisi lain, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) Cabang Palembang alami pergeseran. Sebelumnya, bank itu lebih banyak bergerak di produk dana mahal (deposito) namun kini beralih ke produk dana murah (tabungan).

”Tadinya porsi deposito di kami mencapai 70 persen, tetapi saat ini sudah bergeser. Produk deposito hanya 50 persen sedangkan tabungan menjadi 45 persen dan sisanya 5 persen lagi giro,” jelas Pimpinan Cabang BMI Palembang, Karsono, kemarin.

Melonjaknya penghimpunan dana murah utamanya didukung oleh Tabungan Shar’ie. Produk andalan Bank Muamalat itu sudah mengembangkan jaringan secara on line ke seluruh kantor pos. Sudah ada sekitar 70 kantor pos atau bertambah dari 25 kantor pos pada April lalu yang bekerjasama. Untuk itulah, kini jumlah nasabah penabung berjumlah 40 ribu nasabah atau naik 15 ribu dari 25 ribu pada periode Agustus 2007. (ade)

Satu Tanggapan

  1. Semoga di plg semakin byk lg munculnya Bank syariah…

Tinggalkan Balasan