Bambang Hendarso Danuri Calon Kapolri

RADAR PALEMBANG< KAPOLRI-Masa jabatan Kapolri Jenderal Pol Sutanto tidak diperpanjang. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menunjuk Kabareskrim Komjen Pol Bambang Hendarso Danuri sebagai Tri Brata I (TB I; sebutan Kapolri, Red) menggantikan Sutanto yang telah duduk sejak 8 Juli 2005 lalu. Mereka berdua langsung terbang ke Madiun, Jawa Timur untuk menghadap presiden yang tengah melakukan kunjungan dinas di sana kemarin sore (10/9).

Namun Bambang tak otomatis duduk sebagai pimpinan tertinggi korps baju coklat itu. Adik angkatan Sutanto yang merupakan lulusan Akpol 74 itu harus lebih dulu lulus dalam fit and proper test yang akan digelar pada 19 September mendatang. ”Sesuai prosedur komisi III yang akan melakukannya. Saya berharap bisa diselesaikan sebelum 1 Oktober,” kata Ketua DPR Agung Laksono di Gedung DPR Senayan kemarin siang.

Makanya Bambang tak banyak berkomentar tentang penunjukannya itu. ”Nantilah saya berkomentar,” kata Bambang sebelum menemui rekan seangkatannya, Wakapolri Komjen Pol Makbul R. Padmanagara, diruangannya kemarin sore. Bambang juga tak berkomentar ketika memasuki mobil saat hendak terbang ke Madiun melalui bandara Halim Perdana Kusumah dengan menumpang pesawat milik Polri. Mantan Kaditserse Polda Jatim itu hanya mengangkat tangannya dengan posisi hormat.

Namun sebelumnya, jenderal bintang tiga itu selalu menyatakan dirinya tak pernah berpikir akan menjadi apa. ”Semua jabatan adalah amanah dan perintah. Saya akan melakukan dengan sebaik-baiknya. Saya tak pernah menilai keberhasilan saya, silahkan yang lain saja yang menilainya,” katanya. Di masa jabatannya, Bambang Hendarso berhasil membongkar sejumlah kasus besar diantaranya mengungkap keterlibatan mantan Deputi V/BIN Mayjen (pur) Muchdi PR dalam kasus Munir.

Yang jelas, dengan dinominasikannya Bambang sebagai satu-satunya calon Kapolri mendatang, membuat gerbong Polri kembali bergerak. Ini terjadi karena sebelumnya muncul sinyalemen jika presiden akan memperpanjang masa jabatan Sutanto yang akan berusia 58 tahun dan memasuki masa pensiun pada 30 September mendatang. UU nomor 2/2002 tentang Polri memang memberi ruang untuk memperpanjang masa kerja anggota Polri hingga 60 tahun. Namun ini terganjal dengan PP nomor 1 tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri.

Selain Bambang dan Makbul, sebenarnya, ada tiga Komjen lain yang berpeluang menjadi Kapolri. Mereka adalah Irwasum Polri Komjen Pol Jusuf Manggabarani (Akpol 75), Kababinkam Iman Haryatna (akpol 75), dan Kapuslakhar BNN Komjen Pol Gories Mere (Akpol 76). Jika Bambang naik menjadi Kapolri lalu siapa yang akan duduk sebagai Kabareskrim? Ada beberapa nama yang berpeluang misalnya Wakabareskrim Irjen Pol Paulus Purwoko (Akpol 77).

Kapolri juga belum berhasil dimintai komentarnya tadi malam. Dua kali surat permohonan wawancara resmi juga tak direspon. Namun lulusan terbaik Akpol 73 itu pernah mengatakan jika sampai karirnya tidak diperpanjang, maka dia lebih tertarik untuk melewati masa tua bersama cucu-cucunya. ”Politik bukan dunia saya dan saya juga tak tertarik menjadi dubes,” katanya saat itu (Jawa Pos, 26/4). Sejumlah mantan Kapolri menjabat sebagai dubes seperti Jenderal (pur) Rusdihardjo dan Jenderal (pur) Da’i Bachtiar.

Anggota Kompolnas Adnan Pandupraja saat dihubungi tadi malam mengatakan—terlepas dari apapun alasan penggantian itu— keberhasilan Sutanto tidak lepas dari keberhasilan Bareskrim. ”Sehingga pesan saya, dengan bergeraknya gerbong ini, ke depan, pembinaan internal lebih ditingkatkan. Ini yang lebih bersifat permanen dan efek perubahannya akan lebih fundamental,” katanya. Jika polisi menjadi baik maka otomatis masyarakat menjadi baik.

Dari Gedung DPR, Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) Priyo Budi Santoso secara eksplisit menyatakan dukungannya atas pengusulan nama Komjen Pol Bambang Hendarso Danuri sebagai Kapolri. ’’Beliau memang figur yang cocok,’’ katanya.

Priyo menyakini keputusan SBY untuk mengusulkan nama Bambang Hendarso pasti berdasarkan pertimbangan profesionalisme dan kebutuhan regenerasi di internal Polri. ’’Justru kalau orientasinya mau aman pada saat pemilu, Pak Sutanto diteruskan saja,’’ ujarnya.

Sementara itu, menyangkut ’’karir politik’’ Sutanto pasca Kapolri, khususnya menjelang Pilpres 2009, Priyo menyarankan agar Sutanto tidak tergoda menerima tawaran menjadi cawapres. ’’Kalau Pak Sutanto mau bersabar sebentar, asalkan SBY terpilih lagi, beliau pasti direkrut, minimal di kementerian,’’ tegasnya.

Komentar senada juga datang dari Ketua Fraksi Partai Demokrat (FPD) Syarief Hasan. Menurut dia, tidak ada deal apapun, misalnya, untuk mengamankan SBY dalam proses penggantian Kapolri. ’’Pak Sutanto itu punya kapasitas untuk menjadi lebih dari sekedar Kapolri,’’ katanya, lantas tersenyum.

Kubu oposisi, Fraksi PDI-Perjuangan juga terkesan kuat tidak keberatan dengan sosok Bambang Hendarso. ’’Sah-sah saja dan pantas dilihat dari perjalanan track recordnya selama ini,’’ kata Ketua Fraksi PDIP Tjahjo Kumolo. Meski begitu, dia menyatakan akan menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme fit and proper test yang berjalan di Komisi III. ’’Setelah melalui proses itu, baru kami membuat keputusan resmi fraksi,’’ tegasnya.

Menurut Tjahjo, keputusan Presiden SBY merekomendasikan bambang Hendarso pasti dengan mempertimbangkan masukan dari Kapolri Sutanto. ’’Sejak Kapolda Sumut sampai menjadi Kabareskrim, Bambang Hendarso itu menjadi orang kepercayaan Sutanto,’’ ujarnya. (naz/pri)

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: