
GEMPA : Bangunan rumah yang luluh lantah akibat gempa berkekuatan 5,8 skala richter dan menguncang Lahat serta Pagaralam, sekitar pukul 10.00 WIB kemarin. Akibat gempa tersebut, dua warga tewas, 177 rumah rusak berat, dan 337 rusak ringan.
RADAR PALEMBANG, GEMPA- Gempa berkekuatan 5,8 Skala Richter, sekitar pukul 10.00 WIB kemarin, mengguncang Lahat dan Pagaralam. Kuatnya gempa mengakibatkan dua warga tewas dan 177 rumah rusak berat, serta 337 rusak ringan.
Korba tewas tersebut salah satunya adalah Siti Aina (70) warga Desa Muara Tawai
Kecamatan Jarai. Sedangkan warga terluka mencapai 60 orang, dan 10 diantaraqnya harus menjalani rawat inap.
Setelah gempa pertama kali terjadi sekitar pukul 10.10 WIB, berlanjut dengan gempa susulan mencapai enam kali goncangan. Diperoleh keterangan, terdapat dua kecamatan yang mengalami kerusakan cukup berat yaitu kecamatan Jarai dan Muara Payang.
Menurut Camat Jarai Syamsul, diperkirakan setidaknya ada 120 rumah penduduk mengalami rusak berat dan 180 rusak ringan. Sembilan desa yang mengalami goncangan gempa adalah Bandar Aji, Sadan, Padang penantian, Nanti Giri, Serambi, Tanjung Menang, Tertap, Suka Nanti, dan Desa Pelajaran.
“Dilihat dari kondisi pasca gempa dapat kami prediksi kerusakan di Kecamatan Jarai telah mencapai kira-kira 300 rumah baik itu rusak berat maupun ringan. Selain itu, satu warga kita juga meninggal dunia akibat tertimpa dinding bangunan sebab almarhumah mengalami sakit stroke sehingga ketika terjadi gempa beliau tidak sempat menyelamatkan diri,” beber Syamsul.
Syamsul menambahkan, seluruh korban gempa untuk saat ini diungsikan ditenda-tenda darurat di lokasi kejadian, dan sebagian lagi diungsikan di rumah kelurga korban yang rumahnya selamat dari musibah gempa ini. Dia juga menghimbau bagi warga untuk tetap waspada, apalagi bangunan rumah yang telah miring dapat saja roboh seketika jika gempa susulan kembali menguncang.
Pantauan koran ini di lapangan, kerusakan juga lebih banyak terjadi di kecamatan Muara Payang yang letaknya tidak begitu jauh dari Kota Madya Pagar Alam. Desa yang
mengalami kerusakan cukup parah antara lain Muara Gelumpai, Lawang Agung Lama, Lawang Agung Baru, Talang Tinggi, Muara Jauh,Muara Payang, dan Bandu Agung.
Meskipun tidak ada korban jiwa, namun jumlah rumah yang rusak di Kecamatan ini mencapai 61 bangunan rusak berat, dan 179 rusak ringan. Jumlah itu belum termasuk dengan jumlah fasilitas pemerintahan dan tempat ibadah termasuk sekolahan yang rusak.
Camat Muara Payang Fitra Adriansyah menyebutkan, untuk di desa Muara Payang 5 buah rumah rusak berat, 15 rumah rusak ringan, Desa Muara Gelumpai hanya mengakibatkan 12 Rumah rusak ringan, ditambah kerusakan 1 bangunan kantor camat, Desa Talang Tinggi sebanyak 9 rumah rusak berat, 1 kantor kades mengalami rusak berat, di Desa Lawang Agung Lama setidaknya 50 buah rumah dan 2 kantor kades mengalami rusak ringan, Desa Karang Agung Baru 16 buah rumah rusak berat, 17 mengalami rusak ringan, sedangkan di Desa Muara Jauh rumah-rumah penduduk yang mengalami rusak berat sebanyak 33 buah, 35 rusak ringan, 4 buah rumah Roboh, 2 kantor kades dan 1 mesjid rusak ringan, dan Desa Bandu Agung 3 buah rumah Rusak berat, 34 buah rumah rusak ringan, serta 1 mesjid dan 1 SMPN I Rusak besat.
“Selain itu, dua warga kami juga mengalami luka-luka yaitu Nurhayati (34), dan Cici (10), serta tiga pelajar SMPN I Desa Muara Payang yang belum diketahui identiasnya menderita luka-luka tertimpa atap bagunan sekolah, dan saat ini masih mendapatkan perawatan medis pihak puskesmas,” terang Fitra kepada Koran ini.
Pantauan Radar Palembang di Desa Sadan, semua korban gempa yang kondisi rumahnya dalam keadaan rusak ringan dan berat, termasuk korban yang rumahnya selamat dari musibah ini terlihat enggan kembali masuk kerumah. Warga terlihat mengumpulkan harta bendanya yang masih dapat diselamatkan diatara puing-puing bangunan yang runtuh, sebagian warga lainnya mendirikan tenda-tenda darurat tepat didepan halaman kediamannya masing-masing.. Trauma musibah gempa ini nampaknya juga masih dirasakan masyarakat. Warga mengharapkan bantuan dari pemerintah dapat secepatnya disalurkan.
“Rumah kami sudah tidak kuat lagi, ini saja sudah ditunjang dengan tiang penyangga, kalau boleh berharap kami sangat membutuhkan bantuan dari pihak terkait untuk memperbaiki rumah kami kembali,” ungkap Yusron yang rumahnya nyaris roboh.
Sementara itu, Bupati Lahat Drs H Harunata MM bersama unsur Muspida Lahat telah turun ke lokasi kejadian dan memberikan bantuan berupa beras, mie instant, sarden, matras serta tenda –tenda darurat kepada kedua kecamatan yang mengalami musibah.
Informasi lain didapat koran ini, gempa sendiri berpusat di 20 km Barat daya Kota Pagaralam. Gempa tersebut telah memicu aktivitas Gunung Api Dempo dengan adanya gempa Vulkanik yang muncul setelah gempa tersebut. Hingga pukul 13.00 wib sudah terekam 15 kali gempa tektonik jauh pasca gempa yang menggoyang kota Pagaralam pada pukul 10.08 wib.
Sementara itu, menurut Ketua Pos Pemantau Gunung Api Dempo Selamet didampingi stafnya Mulyadi mengungkapkan, dari data yang diterima pihaknya. Pusat gempa kali ini berasal dari kota Pagaralam dan bukan dari Bengkulu. Tepatnya 20 KM barat Daya Kota Pagaralam atau arahnya ke kecamatan Jarai Kabupaten Lahat.
“Ini data yang kita terima dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung yang memberitahukan kepada kita hasil pantauan staelit pada saat gempa besar terjadi tadi. Berdasarkan data dari seismograf gempa pada pukul 10 Wib tadi kekutanya cukup besar mencapai 5,6 SR semenetara untuk ukuran Gunung Api mencapai 4,5 MMI.” jelasnya.
Dikatakannya sebelum gempa tektonik dengan kekuatan 5,6 SR tersebut pada pukul 10.08 wib tersebut sudah dua kali muncul gempa tektonik jauh yang terasa, yakni pada pukul 08.35 wib dan 09.11 wib dengan kekuatan 2 sampai 3 MMI. “Sebelum gempa besar ini terjadi, dari rekaman alat seismograf sudah sudah dua kali muncul gempa kecilnya,” terang Selamet seraya mengatakan kali ini gempa berasal dari daratan.
Berdasarkan rekaman di alat Sesmograf Gunung Api Dempo pasca gempa tektonik kuat tersebut sudah terjadi gempa susulan yang terekam sedikitnya 15 kali gempa tektonik jauh dan gempa ini terus terekam sampai sekarang.
Dengan adanya gempa tektonik yang menguncang Pagaralam tersebut telah memicu munculnya 9 kali gempa Vulkanik A (dalam) di gunung api dempo. “Gempa tektonik yang ada memicu gempa vulkanik di Gunung Api Dempo,” tegasnya seraya mengatakan pihaknya akan meningkatkan kewaspadaan karena aktivitas gungun api dempo telah mengalami peningkatan. Selain itu juga sejak pagi hari gunung api dempo tidak bisa dipantau dengan viasualisasi atau mata telanjang aknbiat kabut tebal yang disertai dnegan hujan.
Terpisah, Walikota Pagaralam Drs H Djazuli Kuris MM didampingi Wakil walikota Pagaralaam Dr Ida Fitriati Mkes mengatakan bahwa tim sarkorlak PB Kota Pagaralam sudah disiapkan dan sudah dikirim ke Jarai Lahat untuk melihat kondisi terkini mayarakat Jarai Lahat yang cukup parah terkena imbas gempa yang ada.
Selain itu pihaknya juga akan mendata apakah, ada warga kita yang menjadi korban dari gempa tersebut. Tetapi sejauh ini di Pagaralm ini tidak terdapat korban. Yang ada hanya bangunan dilingkungan secretariat Pemkot Pagaralam dan kantor-kantor yang ada di kompleks perkantoran gunung gare Pagaralam banyak yang retak-retak akibat gempa yang ada, dan bahkan ada sejumlah kaca kantor yang pecah akibat gempa ini,” jelasnya.
++Warga Panik++
Untuk Empat Lawang, walaupun guncangan gempa cukup besar, namun tidak ada korban jiwa ataupun terluka namun pihak kecamatan melaporkan 1 rumah milik warga rusak ringan pada bagian atapnya.
Menurut Bembi, warga Desa Niru Kecamatan Muara Pinang, goncangan gempa tersebut sangat terasa didesa, karena jarak dari pusat gampa hanya sekitar 7 kilometer. Akibatnya banyak warga desanya berhamburan keluar rumah untuk menyelamatkan dirinya.
“Semua warga berlarian keluar rumah, bahkan sebagian warga masih engan kembali kerumah beberapa jam setelah gempa karena mereka khawatir gempa susulan. Namun syukur gempa hanya satu kali dirasakan warga. Saat ini semua warga sudah kembali lagi,”ungkap Bembi.
Camat MUara Pinang Kabupaten Empat Lawang, Amir Husni membenarkan akibat goncangan gempa tersebut menyebabkan 1 rumah warganya rusak ringan.”Pihak kita telah turun kelapangan untuk mengecek dampak dari goncangan gempa tersebut,”ungkapnya melalui ponselnya kemarin.
++Pemprov Turunkan Tim++
Menanggulangi gempa di Lahat dan Pagaralam, Pemprov Sumsel kemarin langsung melakukan aksi siaga bencana . Selain mengirimkan 10 tim siaga langsung meninjau ke lapangan, juga dilakukan pengiriman, 30 tenda, selimut, makanan mie instant, minuman juga obat-obatan.
“Untuk sementara hari ini (kemarin, red) kita bawa bantuan darurat dahulu seperti tenda selimut. Biasanya mereka tak mau menginap di rumahnya pasca terjadinya bencana, jadi kita siapkan dahulu bantuan itu,”kata Gubernur Sumsel Mahyuddin NS SpOG melalui Kabid Bantuan dan Jaminan Dinkesos Sumsel Marwan MM kemarin.
Sementara, untuk bantuan makanan baru berupa mie instant, air minum, biscuit dan obat-obatan yang masih dalam jumlah terbatas. “Besok (Hari ini-red) bantuan masih akan ditambah lagi sesuai dengan kebutuhan,”ujarnya.
Untuk saat ini, pihaknya baru mendengar laporan dari kabupaten, sebanyak 3 orang meninggal dunia, berasal dari 1 penduduk di Jarai dan 2 orang dari Muara Payang. Sebanyak 65 rumah rusak berat, dan 254 rumah rusak ringan yang ada di kabupaten empat lawang.
“Tapi untuk kabupaten lain seperti Lahat-Tebing Tinggi hingga saat ini belum ada laporan jelas. Makanya kita akan tinjau langsung ke lokasi untuk memastikanya,”tambah Marwan.
Menurutnya, saat ini seluruh posko Tagana Sumsel sudah siaga I, artinya on line selama 24 jam terus dibuka ke seluruh akses dinas dan posko. Bagi warga yang akan mengadukan seluruh kejadian, dipersilahkan mendatangi posko setempat.
Upaya lain yang sedang dilakukan terus memantau beberapa tempat lain selain kejadian. Jadi tak hanya posko tempat kejadian yang aktif. Beberapa lokasi kabupaten/kota terdekat dengan lokasi juga bakal terus dipantau.
Sementara Itu Kasi Informasi Badan Metereologi dan Geofisika (BMG) Palembang Agus S menjelaskan, kemungkinan gempa susulan memang masih terjadi. Namun trenya akan terus menurun.
Palembang khususnya, meskipun tetap waspada, tapi tak perlu terlalu dikhawatirkan. Karena getaran gempat tersebut masih jauh dari Palembang. Gempa dengan kekuatan 5,6 SR di kedalaman 10 meter ini hanya merupakan pergeseran lempengan bagian bawah bumi. Karena diatas bumi terjadi pengerakan, makanya gesekanya cukup besar sehingga menyebabkan beberapa bencana tersebut. (cr01/ear/obi/ayu)
DIarsipkan di bawah: utama | Ditandai: gempa lahat pagaralam
innalillahi wa inna ilahi rajiun