Pleno KPU Sumsel, Massa Bentrok

Sejumlah personel Brimob dengan peralatan lengkap berjaga di Kantor KPU Sumsel. Polisi siaga penuh mengamamankan aksi massa pendukung SOHE, kemarin. Foto terkait lihat halaman 14.

DIJAGA KETAT: Sejumlah personel Brimob dengan peralatan lengkap berjaga di Kantor KPU Sumsel. Polisi siaga penuh mengamamankan aksi massa pendukung SOHE, kemarin. Foto terkait lihat halaman 14.

Pleno Kembali ke 14 September

RADAR PALEMBANG, BENTROK – Halaman Kantor KPU Sumsel bergolak. Para pendukung setia pasangan Syahrial Oesman-Helmy Yahya (SOHE) terlibat bentok dengan aparat keamanan. Beruntung, bentrokan ini tidak mengarah pada tindakan anarkis.

Kendati begitu, rencana KPU Sumsel untuk menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil pemilukada Sumsel, kemarin, gagal dilaksanakan. Selanjutnya, diputuskan pleno akan digelar laing lambat Minggu (14/9).

Massa pendukung setia pasangan SOHE kemarin tidak kurang dari 7.000 orang. Mereka mengepung Kantor KPU Sumsel di Jalan Pangeran Ratu sekitar 6 jam. Massa baru sedikit tenang, ketika adanya kepastian penundaan pleno rekapitulasi suara oleh Ketua Posko Gotong Royong PDI Perjuangan Dharmadi Jufri di KPU Sumsel.

”Tolong dicatat dan diberitakan, bawah baru saja kami berkomunikasi dengan Kapotabes sepakat hari ini massa kami dibubarkan karena menghormati bulan puasa. Tapi dengan komitmen Pak Kapoltabes tadi bertelepon-telepon dengan Kapolda dan bertelpon dengan Ketua KPU provinsi. Sehingga mereka minta sepakat pleno KPU provinsi tetap dikembalikan ke jadwal semula tanggal 14 September,” tegas Dharmadi.

Artinya, imbuh Wakil Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi DPD PDI Perjuangan Sumsel ini pihaknya masih ada punya kekuatan dan upaya untuk berbuat bagi Sumsel dan pasangan SOHE.

Bagaiamana kalau dilanggar dan pleno tetap digelar ? ”Ini sudah ada komitmen. Agar pleno KPU dikembalikan kejadwal semula,” tegasnya.

Sedangkan untuk tanggal 14 September nanti Dharmadi mengatakan pihaknya akan melihat nanti. Sebab masih ada satu agenda yang belum terlaksana. Yaitu menolak hasil pemilukada di Muba.

Terkait dengan demo, Dharmadi mengatakan tidak ada tujuan lain kecuali menegakan demokrasi. ”Memang hari ini seperti yang saudara-saudara lihat kami dari tim kampanye SOHE dan simpatisan SOHE melakukan aksi di KPU Provinsi Sumsel. Ini dalam rangka mendesak dan menolak KPU melaksanakan pleno hari ini. Karena jadwalnya semula adalah 14 September 2008. Kami menyesalkan karena kenapa mesti dilaksakan hari ini. Disinyalir oleh beberapa teman-teman ini ada pengkodisian. Karena salah satu pasangan calon gubernur ini hari ulang tahunya pada 9 September. Pada hari ini. Jadi sangat kita prihatinkan,” ujarnya.

”Kemudian kami sebenarnya masih menginginkan adanya suatu upaya dalam proses tahapan karena kami menemukan banyak sekali kecurangan-kecuarangan terutama yang terjadi di Kabupaten Muba. Kami menduga disana terjadi penggelembungan suara yang sangat tinggi. Sekitar 100 ribuan. Nah kami menolak hasil pemilukada di Muba itu. Kami mendesak untuk digelar pemilukada ulang di Kabupaten Muba,” urainya.

”Kami mensinyalir pihak penyelenggara pemilu melakukan pelanggaran dan kami masih menyelidiki keterkaitan pihak lain di luar KPU. Kami mendapatkan laporan di rapat-rapat PPK ada pihak lain yang ikut pada rapat-rapat pleno. Nanti kami akan sampaikan. Karena sekarang sudah kami selidiki,” ujarnya.

Terkait dengan money politic, tegas Dharmadi, hal ini patut diduga. ”Kami patut menduga ada money poilitic. Tetapi money politic bukan kepada pemilih, tetapi kepada pihak-pihak tertentu yang bekerja secara sitematis untuk memanangkan calon tertentu,” ujarnya.

Sementara itu, saat demo situasi sempat mencekam. Massa sudah mendatangi dan mengepung KPU Sumsel sejak pukul 04.00 WIB. Massa datang dari berbagai kabupaten/kota Sumsel. Dari atribut dan logat yang terdengar kalau mereka ada yang datang dari Muba dan Banyuasin.

Massa tumplek blek di jalan sepanjang gedung KPU Sumsel. Semakin siang, terlihat massa semakin ramai. Bahkan diperkirakan tidak kurang dari 7.000 orang dari berbagai elemen masyarakat berkumpul dan menerikan dukungan ke pasangan SOHE. Dalam orasinya massa menuntut KPU bersikap netral dan tidak berpihak kepada pasangan mana pun.

Selain itu, massa juga sempat melakukan sweeping terhadap orang asing yang terlihat. Bahkan para wartawan yang ada pun diperiksa dari media mana. Sebab, massa menolak dan mencari media terntentu.

Suasana tegang tak hanya di depan KPU Sumsel, hal yang sama juga terjadi di dalam gedung. Setiap tamu yang masuk diharuskan melalui metal detector, termasuk para wartawan. Bahkan KPU memberikan ID card khusus bagi wartawan yang akan meliput, dan wartawan pun harus merelakan KTP atau kartu identitas lainnya ditahan.

Sekitar pukul 09.40 WIB suasana makin tak menentu. Saat itu massa mulai tak sabar ingin masuk ke KPU Sumsel. Ini terjadi seiring ada kabar kalau KPU Sumsel telah menggelar rapat pleno di Poltabes Palembang. Massa pun mendorong aparat kepolisian.

Entah siapa yang memulai aksi saling pukul dan lempar pun terjadi di pintu gerbang dua (dekat kantor pengadilan Agama). Pagar dari besi pun ditarik massa ke arah luar sehingga bengkok berbentuk huruf L. Akibatnya antara massa dan kepolisian langsung berhadap-hadapan. Mobil yang membawa sound system semapt mencoba akan masuk. Akan tetapi aparat berpakaian PHH lebih siaga, dan langsung menambah petugasnya di depan gerbang dua.

Tak mau kalah massa pun menggunakan strategi lain. Massa yang berada di pintu satu (dekat dinas perikanan dan kelautan) pun mulai bergerak. Aksi lempar batu pun terjadi. Bahkan bambu yang digunakan untuk membawa bendera pun dilempar ke arah petugas.

Nah, saat betrok ini dua orang petugas kepolsian cidera. Yaitu Bripda Asril dari Polair terkena batu dikeningnya sebelah kiri. Serta Kasat Samapta Polda Sumsel AKP M Sagala terkena bambu dijari manisnya hingga harus dijahit sbeanyak lima jahitan.

Menariknya para Polwan yang berada di KPU tepatnya di teras lantai dua serta wartawan, pegawai sekretariat, aparat yang bertugas di gedung KPU Sumsel sempat panik dan berhamburan keluar. Pasalnya sekitar pukul 10.08 WIB terasa ada gempa yang mengguncang.

Kapoltabes Palembang Kombes (Pol) Lucky Hermawan mengaku dirinya sempat terkena lemparan batu dipunggungnya. Untungnya batu tersebut tidak sampai mencederai.

Dikatakan pada pengamanan kali ini pihanya mengerahkan sbenayak 1.100 dari Polri, plus dua pleton dari TNI yang siaga di luar gedung KPU Sumsel. Lucky mengatakan sampai saat ini pihaknya belum akan menambah pasukan.

“Tetapi semua tergantung kondisi dan laporan. Yang jelas kami ada pasaukan on call yang sudah siaga, kapan pun dibutuhkan siap turun,” tegasnya.

Terkait dengan adanya massa yang dihadang memasuki Kota Palembanf Lucky menegaskan hal tersebut sudah sesuai protap. “Semau diserahkan ke Satwil masing-masing. Dan masalah yang di daerah silahkan saja diselesaikan diwilayahnay masing-masing,” terangnya.

Saat ditanya mengenai adanya massa yang ditahan pada mulanya Lucky membantah. Namun saat bersamaan Koordinator Lapangan Suparman Roman menemui Kapoltabes dan meminta agar tiga orang massanya dilepas.

“Biar itu menjadi tanggung jawab saya. Nanti kita urus di kantor saja. Saya jaminannya. Kepada masyarakat saya berharap semuanya tenang. Biar semua diselesaikan dengan cara yang benar. Saya siap memfasilitasi pertemuan dengan Tim Aldy, SOHE dengan KPU Sumsel,” terangnya.

Informasi lain dihimpun koran ini, angota KPU sempat diamankan di Mapoltabes Palembang. Selanjutnya, setelah menggelar rapat Pleno di ruang Kasat Reskrim Poltabes Palembang, dan melalui persetujuan Gubernur Sumsel rencananya hasil perhitungan suara akan diumumkan saat itu juga.

Sekitar pukul 14.00 WIB, kemarin, rombongan KPU Sumsel mendatangi Mapolda Sumsel untuk menemui Kapolda Irjen Pol Ito Sumardi DS. Pertemuan berlangsung tertutup sekitar 30 menit.

“Tidak ada pembicaraan dengan bapak Kapolda untuk pleno hasil penghitungan suara Pilgub. Untuk hari ini (kemarin,red) belum diputuskan hasil penghitungan suara. Rapat tadi untuk menyikapi kondisi, situasi keamanan dan menentukan hari atau jadwal diumumkannya hasil suara di KPU,” terang Syafitri. (rul/vie)

About these ads

Satu Tanggapan

  1. Menurut saya sebaiknya pendukung SOHE tidak perlu berbuat anarkhis karena pengumuman pilkada belum disampaikan dan semua harus komitmen dengan semua pihak harus mengakui kemenangan pihak lain dan menerima kalah/menang.
    Tidak perlu membuatbuat polemik seolah-olah terjadi kecurangan di kabupaten lain seperti Muba…dari data riil saja masyarakat muba sangat mencintai Alex Nurdin jadi bukanlah mustahil kalau yang bersangkutan meraup suara sampai 80% di Muba.

    Semua orang Muba juga sudah mengetahui bahwa kelompok-kelompok yang tidak suka dgn alex nurdin bisa dipetakan…adalah kelompok-kelompok yang selama inimengedpankan dendam pribadi. Salah satunya kelompok saudara ketua PDIP Muba Huzeir yang dendam karena Alex Nurdin menyebabkan Arifin Jalil kalah dan sampai meninggal karena jantung. Dan Semua orang Muba tahu siapa Huzeir yang selama Arifin jalil (kakaknya memerintah di Muba) hampir semua proyeknya diambil oleh keluarga Arifin Jalil. lantas apakah kelompok ini yang harus didukung…..
    Secara ril adalah tidak mungkin Alex Nurdin melakukan pembohongan disemua kabupaten karena secara struktur KPU itu di SK sejak kepemimpinan Sahrial Oesman…Saya pikir tidaklah mungkin orang-orang ini berpihak ke Alex Nurdin, karena mereka semua berseberangan.

    Jadi pada alasan mana…mengatakan terjadi kecurangan tersistimatis di KPUD baik Provinsi maupun Kabupaten.

    Mungkin perlu instrospeksi diri…rakyat sumsel cerdas dalam memilih pemimpin, dan mereka tidak mau pilih sahrial karena identik dengan kekerasan dan intimidasi…coba lihat buktinya saat ini.

    Kalau memang ada komplain silahkan lewat payung hukum…jangan membuat keributan yang merugikan masayrakat luas.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: