Melihat Kegundahan Korban Gempa Lahat (1)

Terpaksa Berhenti Menggarap Sawah

Selain kegundahan dan kebigugan mencari tempat tinggal, warga korban gempa harus pula menghadapi persoalan lain. Sebab, gempa tersebut ternyata juga menghambat aktifitas keseharian warga. Berikut gambarannya.

Edi Agustar-JARAI, MUARA PAYANG

Kepedihan warga Kecamatan Jarai dan Kecamatan Muara Jauh terutama yang desanya paling parah terkena gempa, begitu kental terasa.  Betapa tidak, gempa dengan kekuatan 5,6 SR tersebut  memutuskan aktivitas mereka. Banyak warga terutama yang rumahnya rusak berat, terpaksa berhenti bekerja sebagai petani.“Tidak mungkin saya bekerja di sawah, sementara kondisi rumah saya seperti ini (rusak berat, red). Saya tidak tega meninggalkan anak dan istri saya sendirian dibawah tenda. Dan tidak tahu kapan saya akan mulai kesawah lagi,”ujar seorang warga

Semburan belerang disertai lumpur di sawah milik seorang petani pasca terjadinya gempa.

SEMBURAN BELERANG: Semburan belerang disertai lumpur di sawah milik seorang petani pasca terjadinya gempa.

Tidak hanya aktivitas kerja para warga saja yang terhenti, aktivitas anak-anak sekolah juga terhambat. Banyak bangunan sekolah yang rusak, sehingga membuat anak sekolah baik SMP maupun SD harus pulang lebih cepat, dan parahnya lagi para siswa-siswi tidak mendapatkan pelajaran sama sekali. ”Ruang kelas kami rusak, jadi kami tidak bisa belajar. Sehingga kami harus pulang lebih cepat,”ungkap Septa, seorang siswa SMP di Jarai.
Untungnya, walaupun aktivitas sekolah dan kerja para warga menjadi terhenti, namun aktifitas perekonomian di Kecamatan Jarai dan Muara Payang bisa bisa berjalan normal. Situasi di Pasar Jarai dan Muara Payang masih ramai disambangi warga, bahkan masih banyak pedagang yang menjual dagangannya.

Menurut seorang pedagang sayur setempat, Yanti mengatakan, rumahnya memang terkena gempa tetapi tidak rusak berat, jadi tetap berjualan. ”Kalau saya tidak berjualan, bagaimana saya menghidupi keluarga saya walaupun rumah saya terkena gempa tetapi tidak parah. Sebenarnya saya tidak ingin berjualan, tetapi kalau tidak berjaualan bagaimanan saya makan nantinya.”ungkapnya
Terpisah,  camat Jarai Drs H Syamsul Kusirin MM didampingi Camat Muara Payang Fitra Adriansyah AP MSi mengatakan, pihaknya akan mengusahakan agar para korban gempa yang rumahnya rusak berat maupun rusak sedang dan ringan untuk mendapatkan bantuan dalam hal memperbaiki rumah mereka.
“Bantuan sembako, tenda, maupun selimut sudah banyak disalurkan ke warga yang terkena musibah, sedangkan untuk bantuan dalam hal memperbaiki rumah yang rusak akan diusahakan. Karena, kita sangat memahami kegundahan dihati mereka,”tegasnya.
Sementara itu,  pasca gempa kini  muncul sembuaran air belerang yang disertai lumpur di tengah sawah milik Sairin (35), warga Dusun Siring Panjang Desa Muara Jauh Kecamatan Muara Payang  Kabupaten Lahat, tepatnya 4 km dari jalan lintas Sumatera Pagaralam – Empat Lawang.
Munculnya semburan air belerang tersebut terjadi bersamaan dengan gempa bumi selasa (9/9) lalu. Pertama kali keluar sembuaran air belerang setinggi 3 meter dimasing-masing lubang tersebut. Hingga berita ini diturunkan semburan tersebut sudah tidak ada lagi, tetapi bau belerang di dua lubang tersebut masih sangat terasa. Dengan kejadian tersebut saat ini menjadi tontonan warga setempat.
Menurut Sairin, munculnya sembuaran air belerang disertai dengan lumpur di dua lubang yang berada ditengah sawahnya terjadi pada waktu bersamaan dengan gempa bumi (9/9) beberapa waktu lalu.
“Saat sedang menanam padi di sawah, tiba-tiba bumi ini bergoyang kuat. Tak lama kemudian, muncul ledakan keras didekatnya. Dan ledakan itu mengeluarkan semburan air setinggi 3 meter yang ada di dua lubang bekas ledakan tersebut. “katanya. (**/habis)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: