Lima Kiat Orang Terkaya Dunia Berinvestasi

Warren Buffet, terkaya di dunia

Warren Buffet, terkaya di dunia

Warren Buffet, menjadi orang terkaya nomor satu di dunia. Menariknya, kakek dari Amerika Serikat ini seluruh kekayaan yang hampir Rp 500 triliun ini diperolehnya dari berinvestasi di pasar modal (bursa efek). Malah, Baffet pernah mengalahkan indeks Dowjones (Bursa Efek Amerika). Luara biasa.

Pertanyaan kita adalah, bagaimana kiat-kiatnya berinfestasi di pasar modal? Yang pasti Baffet memulai berinvesasi di pasar saham sejak umur 11 tahun. Saat itu, dia bekerja sebagai pengantar koran Washington Post. Informasi yang sempat digali, ternyata saat menjadi loper koran, buffet ternyata juga mampu mengalahkan gaji wartawan Washington Post.

Barangkali ini berguna sebagai pembelajaran bagi itu. Diaman pun dia berada dan memberi ceramah, Buffet selalu memberikan nasehat, jangan meletakkan telur pada satu keranjang. Artinya jika ingin berinvestasi, carilah lahan-lahan yang berbeda dan jangan berinvestasi pada satu bidang usaha karena rentan bangkrut.

Berikut Kiat-kiat Warren Bufet berinvestasi di Pasar Modal.Tulisan ini ambil dari sejumlah milis-milis para bloger.

1. PILIHLAH KESEDERHANAAN BUKAN KOMPLEKSITAS

Banyak orang percaya bahwa berinvestasi di pasar modal itu rumit, misterius dan penuh resiko, sehingga hanya mereka yang berpengetahuan dan berpendidikan tinggilah yang mampu melakukannya. Seringkali mereka jadi tergantung pada rumus-rumus matematika rumit, program computer yang canggih, grafik dan analisa teknikal yang sulit. Warren Buffet telah menunjukkan bahwa semua hal itu hanyalah mitos.

Prinsipnya dalam memilih suatu saham amat sederhana, yaitu pilihlah saham dari perusahaan yang bisnisnya solid, mudah dipahami, telah bertahan lama dan terbukti menguntungkan. Ia tidak pernah berinvestasi pada bisnis yang tidak ia pahami. Misalnya perusahaan dotcom atau hitech, akan dihindarinya. Prinsipnya adalah cari perusahaan yang bagus fundamentalnya, dikelola oleh tim yang solid dan jujur, serta harga sahamnya dibawah harga seharusnya.

2. PUTUSKAN SENDIRI INVESTASI ANDA

Waren yakin bahwa tiap orang bisa sukses berinvestasi tanpa bantuan pialang, pakar pasar modal dsb. Alasannya, investor atau pakar professional ingin menumbuhkan anggapan bahwa berinvestasi di pasar modal terlalu rumit bagi kebanyakan orang, karena ini berarti bagus bagi bisnis mereka. Berapa banyak kita dengar bahwa seseorang yang mempercayakan uang pensiun atau tabungannya yang menyusut banyak, gara-gara dipercayakan kepada pialang atau manajer investasi yang bertransaksi sebanyak-banyaknya pada saham yang salah untuk mengejar komisi?

Cuma diperlukan sedikit pengetahuan akuntansi dan pasar keuangan untuk bisa menemukan saham yang dalam istilah Buffett ” mencari selembar uang Dollar yang dijual seharga 40 sen “. Hal ini berarti tiap orang perlu fokus pada investasi nilai, tanpa harus tergantung pada orang lain. Mulailah dengan banyak membaca jurnal dan laporan keuangan dalam majalah atua surat kabar.

3. PERTAHANKAN TEMPERAMEN YANG TEPAT

Apa yang akan Anda lakukan ketika perusahaan yang saamnya Anda pegang sedang dalam masa yang buruk ? Akibat perubahan peraturan pemerintah misalnya. Coba lihat saham TLKM (PT Telkom, Tbk) atau ISAT (Indosat) yang dapat mewakili situasi ini.

Dikoran-koran tertulis rekomendasi “jual” atau hindari dulu saham ini.

Reaksi dan respon Anda terhadap perkembangan-perkembangan ini memainkan peranan yang sangat besar dalam menentukan kesuksesan investasi Anda.

Investor yang bijak akan tetap tenang dalam menghadapi peristiwa-peristiwa negative.

Buffett sama sekali tidak menjual saham Washington Post yang dia miliki, ketika masa resesi Amerika tahun 1960, melewati masa perang, sampai akhirnya sekarang saham Wasington Post telah naik harga beribu-ribu persen dari harga semula.

Sarannya di sini adalah beli dan pertahankan saham –saham dari perusahaan yang hebat, dan pertahankanlah bertahun-tahun. Tutup mata telinga dari berita, rumor dan analisa negative tentang saham ini.

4. BERSABARLAH

Berpikirlah untuk 10 tahun mendatang dan bukan untuk 10 menit ke depan. Saran Buffett, jika Anda tidak siap memegang suatu saham untuk satu decade, lebih baik jangan pernah membeli saham tersebut. Bayangkanlah seolah-olah Anda membeli saham, dan keesokan harinya bursa akan tutup selama lima tahun.

Perlu diingat bahwa beberapa pasar benar-benar bermusuhan dengan orang yang suka keluar masuk, dan cukup ramah terhadap mereka yang membeli dan mempertahankan. Hal ini dikarenakan keluar masuk, selain akan meningkatkan biaya transaksi seperti broker fee dan VAT, juga mereka seringkali kehilangan moment ketika harga saham naik secara besar-besaran, akibat “peluru” nya “ “nyangkut” karena sudah keburu dibelikan saham lain dan nilainya makin lama makin kecil karena kebanyakan. (yy.rdr)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: