Penarikan Uang Tunai Melonjak

BI Siapkan Kenaikan 25 Persen

RADAR PALEMBANG, DANA-Kebutuhan uang cash  masyarakat menjelang lebaran cenderung alami peningkatan. Hal itu tentunya berdampak pada peningkatan penarikan uang tunai dari bank. Mengantisipasi itu, perbankan bakal menyiapkan dana berlebih. Menurut perkiraan, aliran dana keluar (outflow) dari Bank Indonesia ke perbankan Sumsel akan mengalami peningkatan 25 persen.
”Kalau di lebaran, jelas ada peningkatan penarikan uang dari BI sekitar10-25 persen. Trendnya memang demikian. Terhitung awal puasa ini saja aliran dana keluar sudah mulai melonjak,” ujar Analis Madya Kantor Bank Indonesia Palembang Hairul Ammi, akhir pekan lalu.

Posisi sampai dengan Agustus 2008, nilai outflow mencapai Rp 15,2 triliun yang terdiri dari pembayaran bank-bank di Palembang Rp 8,5 triliun, kas titipan di Pangkal Pinang Rp 1,5 triliun, kas titipan di Lubuk Linggau Rp 400 miliar dan untuk kebutuhan di Jambi Rp 4,8 triliun.
Jika diambil asumsi pembayaran untuk kebutuhan bank-bank di Palembang Rp 8,5 triliun selama delapan bulan (hingga Agustus), artinya satu bulan dana yang dikeluarkan BI bagi bank di kota ini mencapai Rp 1,06 triliun. Dengan kenaikan transaksi outfow menjelang lebaran sebesar 25 persen berarti total kebutuhan dana masyarakat selama Bulan September ini (puasa dan jelang lebaran) sebesar Rp 1,326 triliun.
Adapun jika dibandingkan dengan outflow dana selama tahun 2007 lalu, tahun ini agaknya mengalami peningkatan. Tahun 2007 lalu, total outflow mencapai Rp 12,8 triliun. Kebutuhan bagi perbankan Palembang Rp 7,5 triliun.
”Biasanya saat menjelang lebaran kebutuhan dana di masyarakat akan meningkat, makanya outflow akan meningkat. Tetapi setelah lebaran, aliran dana masuk (inflow) ke perbankan justru yang melonjak,” tegas Hairul.
Untuk diketahui, sampai Agustus 2008 ini aliran dana masuk untuk setoran dari perbankan di Palembang mencapai Rp 6,7 triliun, lalu penarikan uang lusuh dari Pangkal Pinang Rp 72,1 miliar dan penarikan uang usuh dari Lubuk Linggau Rp 20,5 miliar. Kenderungan peningkatan dana masuk perbankan tidak jauh berbeda dengan jumlah aliran dana keluar.
Mengenai libur lebaran mendatang, dikatakan Hairul, tidak akan menganggu proses penyetoran perbankan. Aktifitas akan berlangsung seperti biasa, sampai Senin (29/9) atau H-3 mendatang Bank Indonesia akan tetap buka seperti biasa dan baru akan operasional kembali pada Senin (6/10) mendatang. ”Tidak akan kompensasi jadwal setor kas bank ke BI saat aktifitas dibuka kembali nanti, semua berjalan seperti biasa.”
Uang yang masuk kembali ke Bank Indonesia tersebut akan dipilah-pilah kembali mana yang masih layak edar dan mana yang tidak layak lagi. Sampai Agustus 2008 total uang yang tidak layak edar mencapai Rp 1,6 triliun, sementara selama tahun 2007 lalu jumlah uang yang dinyatakan tak layak lagi itu sebesar Rp 1,8 triliun. Artinya selama kurun waktu delapan bulan ini terjadi lonjakan uang yang tidak layak.
Sementara itu, Bank Indonesia juga melayani penukaran uang receh (kecil). Kantor layanan untuk proses ini dibuka setiap hari kerja mulai pukul 8.30-11.30 WIB. ”Masyarakat dapat memperoleh uang pecahan mulai dari Rp 200, Rp 500, Rp 1000, Rp 5 ribu, Rp 10 ribu serta Rp 20 ribu, dalam jumlah tak terbatas. Semua uang yang kami tukar dalam kondisi baru,” tandas Hairul.(ade)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: