Penyaluran Kedelai Bersubsidi Kisruh

RADAR PALEMBANG, PRABUMULIH – Penyaluran kedelai bersubsidi kepada 112 pengusaha di Kota Prabumulih, kemarin (14/9) di Toko Sumber Rezeki, kisruh. Penyebabnya, penyalur diisukan mengorupksikan 25 kupon kedelai bersubsidi. Meski sempat terjadi ketengangan, penyaluran kedelai bersubsidi ini tetap berlangsung lancar.

Saat dikonfirmasi kepada Pemilik Toko Sumber Rezeki, Rohati selaku penyalur yang ditunjukoleh Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan Penanaman Modal Kota Prabumulih, pihaknya membantah kabar tersebut. “Itu tidak benar. Melainkan memang terdapatnya sebagian pengusaha yang tidak mengambil jatah kedelai bersubsidi sebanyak 21 kupon,”  tegasnya dis ela-sela penyaluran kedelai bersubsidi.
Berdasarkan informasi yang didapat bahwa jatah kupon kedelai bersubsidi yang tidak diambil tersebut dikarenakan pelaku usaha tersebut ada yang telah pindah, meninggal bahkan tidak lagi berjualan tahu dan tempe. “Kami telah melaporkan hal ini kepada pihak Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan dan Penanaman Modal pada 20 Agustus lalu. Kami juga meminta solusi terhadap jatah kupon yang tidak diambil tersebut,” jelasnya.
Menurut Rohati, dari hasil pertemuannya tersebut telah disepakati bahwa jatah kedelai dari sisa 21 kupon tersebut  dibagi kepada 80 orang pengusaha kedelai yang masih aktif berproduksi secara merata, dengan masing-masing pengusaha mendapatkan tambahkan kedelai subsidi sebanyak 149 kg per bulan. “Kami akan melayani pengusaha yang memiliki kupon sesuai dengan prosesnya yang diberikan subsidi sebesar Rp 1.000 per kilogramnya yaitu dari harga Rp 7 ribu menjadi Rp 6 ribu per kilogram,” tukasnya.
Di lain pihak, Kasubdin Industri Dinas Koperasi, Perindustrian, Perdagangan, dan Penanaman Modal Kota Prabumulih, Marhen Azwar menyatakan, akan terus memantau perkembangan penyaluran kedelai bersubsidi yang dilakukan oleh penyalur yang telah ditunjuk tersebut.
“Jika terbukti adanya penyelewengan kelak maka akan lebih baik dihentikan penyalurannya. Sampai saat ini belum terbuki adanya penyelewengan oleh penyalur atau Toko Sumber Rezeki,” jelas dia.
Bagi penerima kupon subsidi tersebut berdasarkan hasil pendataan pada 2007 lalu, ada kemungkinan terdapatnya pengusaha yang tidak terdata. Kepada pengusaha yang tidak termasuk dalam data yang berhak menerima bantuan tersebut disilakan melapor ke kantor Disperindag yang kemudian akan dilakukan pendataan baru yang akan dikirimkan ke provinsi. “Mekanismenya yaitu saat menunjukan kupon nantinya  para penerima kedelai bersubsidi ini juga harus menunjukkan KTP, dan diharapkan bila ada kecurigaan akan adaya penyelewengan agar melaporkan ke Disperindag,” tandasnya. (far)

Program pemerintah pusat dalam membantu pengusaha tahu dan tempe ii didera kabar penyelewengan, penyaluran kepada pengusaha tersebut dilakukan selam 6 bulan berturt-turut dimana pembagian kedelai bersubsidi pertama dilakukan pada bulan Agustus lalu (13/8) kepada 112 pengusaha

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: