Wong Jakarta Rame-rame Pulang Kampung

SOSIALISASI CALON : Para bakal calon anggota legislatif mulai aktif melakukan sosialisasi pada masyarakat. Seperti dilakukan Prof Dr Kms H Usman Said S.POG sebagai calon anggota legislatif (caleg) DPR RI dari Partai Demokrat, yang memasang spanduk di depan RSI Siti Khadijah.

RADAR PALEMBANG, PILEG – Istilah pulang kampung tak hanya berlaku bagi pemudik lebaran. Pada pemilu legsilatif pun hal ini juga berlaku. Mau bukti? Saat ini, sejumlah wong Sumsel yang lama di Jakarta rame-rame pulang ke daerah untuk berkompetisi pada pemilu legislatif 2009.
Hal ini paling tidak tergambar dari dua partai baru yang dihubungi RADAR PALEMBANG, yaitu Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra). Jika di Partai Hanura mengusung dua orang artis Jakarta, maka di Partai Gerindra membawa nama tangan kanan pendiri Gerindra.

Dikatakan Wakil Ketua DPD Partai Hanura Sumsel Garnawi SE partainya mengusung dua orang artis Jakarta. ”Untuk calon anggota DPR RI di Partai Hanura Sumsel ada dua orang artis yang akan maju. Yaitu Anwar Fuadi dan sau lagi ada cewek, tapi saya lupa namanya,” buka Garnawi kemarin (14/9).
Anwar Fuadi yang akan maju di Dapil I dengan nomor urut 2, kata Garnawi, adalah salah satu pendiri Partai Hanura bersama-sama dengan Jendral (Purn) Wiranto, Elza Syarif dan beberapa tokoh lainnya. Sedangkan artis wanita meski bukan orang Sumsel mempunyai keluarga di Palembang. Bahkan ia menantu salah satu tokoh penjuang di Sumsel.
Nama lainnya kata Garnawi Mayjen (Purn) Aqlami Maza pemilik Hotel Qualiti Daira yang berdarah OKU yang maju dari Dapil I. Di Sumsel II, Ahmad Fauzi pengusaha di Jakarta namun putra OKI. Lalu ada anak dari Pak Solihin (Ketua DPD Partai Hanura Sumsel), H Didi Apriyadi MS.
”Pak Aqlami itu dekat dengan masyarakat, kinerjanya pun tak perlu diragukan lagi. Lalu Didi maju bukan karena anak Pak Solihin. Dia dulu dari Partai Demokrat, namun pindah ke Hanura. Meski orang muda kelahiran 1969 namun ia sangat aktif dan cerdas. Sekarang saja sudah turun ke desa-desa memperkenalkan diri ke masyarakat,” tukasnya.
Saat ditanya apakah orang-orang tersebut bisa menjual, dengan nada yakin Garnami tak ragu. Pasalnya pada pemilu legislatif yang dijual adalah figur bukan partai. ”Orang sekarang akan lebih memilih figur yang maju. Nah, kalau sudah dikenal mudah-mudahan akan dipilih. Tak perduli dari partai mana,” tegasnya
Terpisah Ketua DPD Partai Gerindra Sumsel Novran Matjani mengatakan untuk caleg DPR RI sesuai dengan mekanisme partai yang menentukan adalah DPP. Sedangkan DPD atau ditingkat provinsi kaplingnya untuk DPRD provinsi, dan DPC kewenangan ditingkat kabupaten/kota.
”Untuk DPR RI ada nama Eddy Prabowo dari Jakarta yang merupakan mantan anak buah Prabowo. Dia memang di Jakarta, tapi aslinya orang Tanjung Enim. Lalu yang dari sini ada nama Nur Iswanto untuk Dapil II dinomor urut 1. Juga nama Hilman di Dapil I, dinomor urut 2. Sedangkan sisanya dari Jakarta,” tegas Novran.
Selain alasan hal tersebut sudah keputusan DPP, Novran berkeyakinan nama-nama asal Jakarta akan cukup menjual di Sumsel. ”Kan ada yang aslinya dari Prabumulih, dari Baturaja. Nah, di sana mereka mempunyai keluarga, saudara. Jadi tidak ada masalah,” tukasnya.
Hal berbeda diterapkan oleh Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN). Sebagai partai baru, pihaknya tak mau gegabah dalam memilih calon yang akan diusung menjadi wakil rakyat di DPR RI. Karenanya DPP tidak pernah memaksakan kehendak. Hanya orang-orang yang mengenal wilayah Sumsel saja yang berhak maju dari Sumsel.
”Kami ini partai baru, jadi tidak mau gegabah. Kami hanya akan memajukan calon yang orang-orangnya kenal dan dikenal masyarakat. Kalau tidak, buat apa dimajukan,” tegas Ketua DPW PPRD Sumsel Damhari Dumin.
DPP sendiri sambung memang ada menitipkan orang-orang asal Jakarta. Akan tetapi bila DPW menolak dengan alasan tidak dikenal, maka hal tersebut tidak masalah. ”DPW berhak menolak kalau memang tidak bisa diakomodir,” imbuh Dumin.
Karenanya yang diajukan PPRN adalah orang menetap di Sumsel. Terkait dengan nama yang diajukan dari PPRN, dari Dapil I diajukan nama H MC Baryadi dinomor urut I. Lalu nama Mustofa Kamal Sekretaris DPW di Dapil II, dengan nomor urut 1. Serta di Sumsel II omir urut 2 ada juga nama Alimin Neordin.
“Pak Baryadi memang bukan Sumsel asli. Tetapi dia lama di sini. Lalu Alimin adalah mantan Ketua DPW dan dosen. Jadi nama yang kami usung sudah faham dengan daerah sini,” pungkasnya. (rul)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: