Jiwasraya Lauching Produk Unit Link Sendiri

RADAR PALEMBANG, LINK – Perusahaan asuransi kini makin gencar menjual produk-produk unit link. Jika rata-rata perusahaan menjalin kerjasama dengan perusahaan sekuritas untuk mengelola portofolio investasi nasabah, lain halnya bagi Asuransi Jiwasraya yang sekaligus menjadi manajer investasi (MI) bagi produk pasar modalnya.
Terhitung 28 Agustus 2008 lalu, Jiwasraya mengeluarkan produk bernama Js Link. Ada tiga jenis produk ini yang ditawarkan yakni Js Link fixed income fund (reksadana obligasi plus pasar uang. Penempatan dana di instrumen fixed income (pendapatan tetap) sebesar 80 persen dan sisanya 20 persen lagi dalam bentuk pasar uang.

Berikutnya, Js link balanced fund berbentuk reksadana campuran sebanyak 80 persen dan sisanya 20 persen lagi dalam bentuk pasar uang. Terakhir, Js Link equity fund produk reksadana berbasis saham  80 persen plus pasar uang 20 persen.
”Kami mengelola investasi melalui perusahaan sendiri, kalau bank custodiannya tetap Bank Niaga. Direktur Keuangan Jiwasraya Harry Prasetyo cukup berpengalaman mengelola investasi ini. Apalagi sebelumnya dia pernah menjadi direktur Securitas Lautan Dana Securitas,” ungkap Instruktur Jiwasraya, Muhammad Toher SE AAAI-J, kemarin.
Untuk itulah, pihaknya yakin kalau produk unit link ini mampu berkembang dengan baik. Kondisi saham yang kurang baik saat ini justru merupakan saat yang tepat bagi investor untuk lakukan pembelian, harga saham saat ini sedang murah. Kinerja unit link yang ditunjukan dengan Nilai Aktiva Bersih (NAB) reksadana sejak diluncurkan hampir empat minggu terakhir, berkembang dengan baik. Tadinya nilai NAB Rp 1.000 per unit di 28 Agustus, namun sampai 11 September naik jadi Rp 1.000,3133 untuk produk fixed income.
Keuntungan untuk masing-masing produk bervariasi, fixed income fund memberi return 6-10 persen, Balanced Fund memberi keuntungan 8-12 persen sedangkan equity tawarkan return 10-14 persen. ”Lebih optimal keuntungan yang diperoleh apabila investasi disimpan sampai lima tahun lebih,” kata Toher.
Jiwasraya menawarkan tiga bentuk berinvestasi, pertama secara bertahap dengan nominal dana minimal Rp 300 ribu atau kedua, dibayarkan seluruhnya Rp 12 juta. Masing-masing produk ini memiliki sistem proteksi asuransi jiwa berbeda-beda.
Untuk investasi yang dilakukan seluruhnya ketika ada klaim, maka pembayaran dilakukan maksimal 130 persen dari nilai premi yang disetor. Namun untuk bentuk investasi yang dilakukan secara berkala, proteksi asuransi diterima tergantung lamanya investasi. Investor juga masih berkewajiban membayar premi dalam nilai tertentu. ”Jika sudah tiga tahun, barulah menggunakan dana yang ada dalam investasi tersebut,” tegas dia.
Pasar yang jadi bidikan utama Jiwasraya untuk pengembangan produk ini yakni pengusaha, pegawai dengan golongan tinggi, profesional serta pengacara. Guna mengoptimalkan investasi tersebut, Jiwasraya menghadirkan program promo yang berhadiah mobil, sepeda motor, LCD TV serta handphone, apabila investor telah berhasil mengumpulkan poin dalam jumlah tertentu. Program inio berlaku sejak 1 September-31 Desember 2008.(ade)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: