Statement Politik Bantu IHSG

AWAL sesi perdagangan kemarin, indeks harga saham gabungan masih belum menunjukan titik menggembirakan. Malah indeks sesi pagi sempat minus parah turun 7,38 persen atau minus 127,01 poin ke titik 1.592,24. Jika ditarik kebelakang, posisi IHSG ini terparah sejak 30 Oktober 2008 yang kala itu ada di level 1.612,92.
Anjloknya indeks itu terjadi akibat pengaruh saham-saham di bursa wall street yang terjepit lantaran imbas keterpurukan industri keuangan di AS. Tercatat ada empat perusahaan keuangan besar yang berguguran selama periode sebulan terakhir yakni Fannie Mae, Freddie Mac, Lehman Brothers serta perusahaan Merrill Lynch. Bahkan belum lama ini perusahaan keuangan terbesar AIG juga bakal alami kerugian besar.
Lalu pengaruh harga komoditas minyak mentah yang mengalami tekanan hingga ke level USD 90 an perbarrel, walaupun pada perdagangan kemarin sore minyak mentah ada di posisi USD 92,76 perbarrel atau turun 2,95 dolar (3,24 persen). Dengan pertimbangan-pertimbangan itulah, banyak kalangan analis memprediksi indeks harga saham gabungan akan menyentuh level 1.300.
Namun, adanya pernyataan politis yang dikeluarkan sejumlah petinggi di negara ini yang intinya untuk menenangkan pasar ternyata bisa membawa angin segar. Indeks akhirnya ditutup menguat 16,382 poin (0,953 persen) di level 1.735,636.
Pernyataan politis itu antara lain seperti dikeluarkan oleh Direktur BEI Erri Firmansyah, Ketua Bappepam bahkan Presiden SBY. Presiden mengatakan kondisi fundamental perusahaan kini masih baik dan bagi para emiten diwajibkan melakukan aksi buy back atas sahamnya masing-masing.
Tak hanya IHSG yang ditutup menguat melainkan mata uang rupiah. Terganggunya sektor keuangan di AS membuat dolar yang tadinya menguat kini melemah. Rupiah kemarin ditutup menguat Rp 39 atau 0,416 persen diharga Rp 9.455. Kondisi perbankan AS yang rata-rata diambang kebangkrutan menyulitkan untuk menyimpan dolar.
Investor juga ’berlari’ dari emas. Posisi kemarin sore logam mulai diperdagangkan di USD 780,90 pertroy ons atau minus 6,10 dolar (0,78 persen). Kebanyakan investor melarikan dananya ke investasi saham, termasuk pula investor asing.
Nilai transaksi yang terjadi kemarin jumlah transaksi beli asing mencapai Rp 1,138 triliun dan nilai penjualan Rp 803 miliar sehingga total net buy asing mencapai Rp 335 miliar. Jadi secara keseluruhan asing sudah mulai masuk pasar saham. Adanya intervensi pemerintah dalam industri pasar modal mampu mengembalikan kepercayaan asing.
Total transaksi yang terjadi kemarin Rp 4,925 triliun dengan 74 saham naik, 130 saham turun dan 45 saham stagnan. Ini membuktikan kalau sekarang pasar sudah mulai menemukan titik keseimbangan baru. Investor asing kini mulai mencari penempatan dana, pasar BEI berpotensi mendapatkannya.
Bursa Asia Pasifik kemarin rata-rata minus, Australia AORD turun 75,20 poin (1,54 persen) di 4.799,80, Shanghai SSEC minus 93,04 poin (4,47 persen) di 1.986,64, Hangseng  turun 1052,29 atau minus 5,44 persen di 18.300, Nikkei turun 605,04 poin (4,95 persen) di 11.609,72, Singapura STI turun 25,12 poin (1,01 persen) di 2.461,43 dan Kospi minus 90,17 poin (6,10 persen) di 1.387,75.
Saham-saham yang turun, BUMI minus 250 ke 3,250, INCO turun 200 ke 1.975, PTBA minus 350 ke 8.650, MEDC turun 300 ke 3.500, LSIP minus 150 ke 3 ribu dan ITMG minus 300 ke 19.400.
Saham yang menguat TLKM naik 350 ke 6.600, TINS naik 90 ke 1.340, PGAS naik 80 ke 1.980, ASII naik 1000 ke 16.200, BMRI naik 175 ke 2.425, BBRI naik 150 ke 4.950, UNTR naik 200 ke 8.450, BBNI naik 30 ke 1.020 dan ISAT naik 100 ke 6 ribu. Saham yang stagnan CPRO bertahan di 188, SMCB  750, CTRP 215 dan IIKP 620.(ade)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: