Sumsel Tolak Holding PT Pusri

Gubernur Ajukan Keberatan Ke Pusat

RADAR PALEMBANG,BUMN-Pemprov Sumsel dalam waktu dekat akan mengajukan surat keberatan terhadap Meneg BUMN, terkait rencana holding PT Pusri dibawah PT Agro Kimia Indonesia (AKI). Jika tidak, hal itu setidaknya bisa mengurangi prospek citra sisi bisnis PT Pusri, juga sejarah PT Pusri sendiri sebagai pabrik pupuk tertua di Indonesia.
“Ya, kita akan ajukan keberatan ke pusat. Sekaligus minta penjelasan secara detil alasan dan konsekwensi logisnya terhadap rencana holding PT Pusri tersebut. Sejauh ini, tak ada koordinasi sedikitpun dengan pemerintah daerah, padahal PT Pusri itu kan ada di Sumsel. Seharusnya sowan juga dengan kita sebagai tuan rumah lokasi,”kata Gubernur Sumsel Mahyuddin NS usai menghadiri gelar rapat paripurna pengesahan APBD Tambahan, kemarin.
Sebenarnya, kata Mahyudin, pemprov tak setuju dengan rencana itu. Sebab bagaimanapun juga, bila terjadi Holding oleh PT AKI yang nyata-nyata bergerak di berbagai bidang kor bisnis, akan berpengaruh langsung juga dengan PT Pusri.
Kedepan PT Pusri juga bisa terpecah pengelolaanya, tak hanya pupuk saja tapi juga lainya. Padahal, sejak dahulu PT Pusri lekat dengan binis pupuknya, bukan lain. ”Perubahan inilah kita khawatirkan, mengancam prospek PT Pusri sebagai pabrik pupuk,”tambahnya.
Hal lain paling berharga, jelas Mahyudin, adalah histories keberadaan PT Pusri sebagai pabrik pupuk tertua di Indonesia. Ditakutkan dengan holding ini, histories ini lambat laun akan hilang dan tak pernah disebut-sebut lagi. “Kita akan bahas detil di tingkat DPRD dan pemerintah Sumsel. Hasilnya akan kita bawa ke meneg BUMN,”ujarnya lagi.
Meskipun patut diketahui, bahwa dengan holding ini PT Pusri bakal menghilangkan status perseroanya dan menjadi perusahaan swasta. Artinya, menejemen kedepan dituntut lebih pro aktif menghadapi persaingan.Tapi di sisi lain Pemprov akan tetap mengajukan keberatan dan klarifiksi ke pusat.
Sementara itu, anggota komisi II DPRD Sumsel Arudji Kartawina yang juga anggota Partai Demokrat ini mengakui, adanya plus minus, bila PT Pusri menjadi perusahaan holding PT AKI.
“Karena PT Pusri sendiri, kan juga sudah memiliki cabang pabrik-pabrik lain seperti PT Rekayasa Industri, selain juga asetnya banyak tersebar di seluruh Indonesia dan sudah cukup besar, sehingga ini juga butuh kajian tersendiri,’’ tegasnya.
Bila saat ini, keberadaan Holding ini sudah mulai di bahas di tingkat pusat. Artinya, butuh waktu cepat Sumsel mengakomodirnya, agar tidak terlambat. Sebab bagaimanapun juga keberadaan Holding ini seharusnya tidak serta merta langsung dibahas di pusat tapi Pemda juga dilibatkan.
Memang, tambah Arudji, Pusri itu perseroan dan bakal diswastanisasi dengan holding ini. Namun, Sumsel adalah tuan rumah, yang sudah puluhan tahun ikut merasakan bagaimana perkembangan Pusri dan efeknya terhadap Sumsel sendiri.
“Pusri itu kebanggaan masyarakat Sumsel. Jadi perlu dipertimbangkan, jika tiba-tiba jadi holding. Apakah PT Pusri juga tak layak berdiri sendiri, karena dari sisi menejemenya juga cukup bagus,’’ tegas Arudji.
Dampak lain, adalah pekerja dan karyawan PT Pusri nantinya, yang notabene adalah banyak masyarakat Sumsel. Apa ada jaminan, mereka akan tetap mendapatkan porsi job seperti sekarang. Atau malah bakal ada pemangkasan pegawai dan lainya.“Nah, semua ini kan harus difikirkan,”imbuh Arudji.

Stok Pupuk
Sementara itu, dilihat dari sisi kinerja PT Pusri, dari total kapsitas produksi pupuk urea mencapai 2,1 juta ton per tahunya. Hampir 1,7 juta ton tersalur untuk  kebutuhan pupuk subsidi.
Sehingga, tingkat ketergantungan petani sangat tinggi dengan perusahaan ini. Bahkan dengan semaksimal mungkin, perusahaan ini selalu menjaga stok pupuk di lini  III aman, meskipun tahun ini dari total produksi yang ada, sekitar 400 ton harus tersedot ke kalteng mensuplay porsi pupuk Kaltim.
Sampai dengan Agustus, total penyaluran pupuk sudah mencapai 130.023,85 ton atau mencapai 76 persen dari alokasi tahun ini mencapai 165.000 ton. Bahkan, bila mentan menambahkan porsi 10.000 ton. Artinya masih ada 45.000 ton yang belum terpakai dan akan disalurkan hingga akhir tahun.
Meski begitu, menurut pengakuan Kepala Kantor PPD Sumsel PT Pusri Sulfaganie di sela-sela buka bersama kemarin,  pihaknya masih akan mengajukan penambahan, bila tiba-tiba sisa alokasi itu masih tidak cukup.
“Kalau tiba-tiba Oktober tersedot habis. Kita akan temui gubernur lagi, minta ke pusat lagi untuk melakukan penambahan alokasi,”ujarnya. Sejauh ini dari total stok di  enam wilayah gudang  Bagor (OI/OKI, Prabumulih. Gelumbang), juga MUBA, Kurungan Nyawa, Martapura, Lubuk Lingga dan PagarAlam , Lahat, Muara Enim tinggal menyisakan sebanyak 25.007,55 persen.
Dibincangi mengenai kebijakan baru tahun depan, diakui Sulfagani, kalau kapasitas produksi Pusri sudah maksimal 2,1 juta ton, dan akan sulit ditambah lagi. ”Makanya kita minta dikembalikan lagi rayonisasi, agar kita tidak kesulitan pupuk nantinya,”ujarnya. (ayu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: