Urusan Pajak Ditangani Satu Kantor

RADAR PALEMBANG, KANTOR-Pengurusan mengenai perpajakan kini lebih dipermudah. Terhitung 9 September 2008, semua urusan pajak mulai dari pembayaran PBB, PPh, PPN ataupun menyangkut pemeriksaan pajak dapat diatasi oleh satu kantor pelayanan pajak pratama.
Sistem modernisasi yang sudah sejak lama didengungkan kantor pajak, mulai direalisasikan di Kanwil Sumsel dan Babel. Di lingkungan Kanwil DJP Sumsel dan Babel sendiri dibentuk sebanyak 12 KPP Pratama dan 13 KP2KP (Kantor pengamatan, penyuluhan dan konsultasi perpajakan).
”Sekarang dikenal tiga jenis kantor pajak, kantor pajak wajib pajak besar ada di Jakarta yang merupakan kumpulan dari 500 WP terbesar di Indonesia. Kemudian di tingkat kantor wilayah ada yang disebut KPP Madya Palembang. Nantinya kantor ini akan mengadministrasikan sekitar 1000 WP terbesar di Kanwil Sumsel dan  Babel,” ujar Kakanwil DHP Sumsel dan Babel Anang Sangkut didampingi Kepala Bidang Penyuluhan Pelayanan dan Hubungan Masyarakat, Yunus Darmono, saat pers konferens saat mulai operasi KPP Pratama yang dilakukan di kantor pajak baru Jalan Tasik, kemarin.
Kantor pelayanan pajak pratama mengatur berdasarkan wilayah masing-masing, seperti KPP Pratama Seberang Ulu, Ilir Barat, Ilir Timur. Tadinya, sambung Yunus, pengurusan pajak dilakukan terpisah-pisah, misalnya nerdomisili di KM 5 untuk pelaporan PBB dilakukan di KPP Seberang Ulu karena hanya di sana yang melayani PBB. ”Tapi terhitung 9 September ini, semua urusan pajak dilakukan di satu kantor,” tandasnya.
Untuk mendukung pelaksanaan pengubahan ’kelas’ kantor itu, sistem teknologi informasi diperbaharui, menjalin kerjasama dengan perbankan untuk pembayaran pajak, disamping itu juga dilakukan up grade bagi pegawai. Karyawan diberikan kode etik khusus diluar kode etik standar selama ini.
Kantor Pajak Pratama memiliki karyawan yang disebut sebagai Account representative (AR). Masing-masing AR akan melayani sejumlah WP sehingga saat wajib pajak datang ke kantor pajak tidak lagi kesulitan dengan siapa dia harus berurusan. ”Apapun yang mau diurus wajib pajak dapat ditanyakan ke AR.”
Sementara itu, pencapaian penerimaan pajak sampai dengan Minggu kedua September 2008 sebesar Rp 2,638 triliun atau tercapai sekitar 64,35 persen dari target 2008 Rp 4,1 triliun. Penerimaan tersebut meliputi PPh Rp 1,655 triliun (64,61 persen), PPN Rp 1966,4 miliar (65,27 persen), pajak lainnya Rp 46,09 miliar (79,88 persen) serta restitusi Rp 29,43 miliar. Sedangkan penerimaan PBB Rp 768,77 miliar (51,29 persen) dan penerimaan BPHTB Rp 39,32 miliar (43,93 persen).
Jika dilihat berdasarkan penerimaan tahapan terhitung September 2008 dibandingkan dengan rencana sampai September ini sudah mengalami over target 119,74 persen.
Jumlah wajib pajak yang bakal mengalami perubahan kelas kantor tersebut yakni sebanyak 306.394 orang dengan rincian badan 45.436 WP, orang pribadi 205.832 dan PPh pasal 21 sebesar 55.126 wajib pajak.
Adapun nilai tunggakan yang terjadi mencapai Rp 304,256 miliar, terjadi penambahan sebesar Rp 144,736 miliar dan pengurangan Rp 74,84 miliar. Mengenai pembayaran PBB, jatuh tempo dilakukan pada 30 September 2008. Jika melebihi waktu jatuh tempo akan dikenakan sanksi 2 persen perbulan.(ade)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: