Pengusaha Masih Bandel

+Di Empat Lawang Susu Bayi Expired
+Sekeluarga Keracunan di Pagaralam

RADAR PALEMBANG, SIDAK – Hati-hati bagi orang tua yang memiliki anak balita yang masih mengomsumsi susu formula dan pertumbuhan, Sebab, disinyalir banyak beredar susu berbagai merek yang kedaluwarsa. Berdasarkan hasil inspeksi mendadak petugas gabungan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) Empat Lawang, ditemukan susu yang telah berakhir masa konsumsi(expired) di beberapa toko.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Empat Lawang, M Lutfi Umar, menyayangkan makanan sudah kedaluwarsa masih dipajang dan dijualbelikan. Padahal masanya telah habis dan ini berbahaya jika dikonsumsi.
Tindakan yang diambil, ungkap Lutfi, pihaknya meminta untuk tidak memajangkan atau memperjualbelikannya dan segera mengembalikan barang kadaluwarsa tersebut ke agen. ”Kita belum melakukan penyitaan, namun baru sebatas pemantauan dan peringatan. Namun, jika mereka masih mengulangi perbuatan tersebut maka kita akan mengambil tindakan tegas. Sesuai Undang-Undang No 7 tahun 96, yang bersangkutan bisa dikenai sanksi kurungan 7 tahun penjara atau denda Rp 140 juta,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Empat Lawang, Teguh Idris, mengatakan produk makanan kedaluwarsa sangat berbahaya bagi kesehatan, sebab bisa menyebabkan keracunan.
Sementaraa itu salah seorang pelayanan toko yang enggan menyebutkan namanya, mengatakan tidak tahu jika produk tersebut kedaluwarsa. Karenanya, mereka berjanji tidak menjual barang tersebut kepada masyarakat.
Terpisah, terkait adanya laporan dari masyarakat yang telah keracunan akibat makanan kedaluwarsa, membuat Pemkot Pagaralam berang. Melalui Dinas Perindagkop, UKM dan Pengelolaan Pasar yang berkoordinasi dnegan kepolisian dan YLKI Pagaralam melakukan sweeping terhadap makanan dan minuman (mamin) di toko makanan dan minuman yang ada.
Aksi swepping tersebut langsung dipimpin Kepala Dinas Perindagkop, UKM dan Pengelolaan Pasar Patriot A Mundra didampingi YLKI Pagaralam Wawan dan juga aparat kepolisian yang dipimpin Kasat Reskrim AKP. Tri martono. Sweeping mamin kadaluarsa dan tak berlabel pertama dimulai dari Toko Linda. Dari hasil sweeping ini ditemukan minuman yang tidak mencantum label kedaluwarsa.
Menurut Kepala Patriot A Mundra, sweeping terkait adanya laporan dari warga yang keracunan makanan jenis kurma. “Sudah ada laporan dari warga yang keracunan akibat mengosumsi kurma. Selain itu korban keracunan tersebut sudah melaporkan hal tersebut ke polisi. Oleh karena itu, kita langsung melakukan sweeping,” katanya.
Sementara itu, pemilik Toko Linda Ibu Linda didampingi putranya Leo mengatakan bahwa pihaknya tidak tahu kalau kurma yang dijual di tokonya menyebabkan keracunan. Padahal kurma yang diduga menyebabkan keracunan tersebut sudah seminggu ini habis dan sekarang barangnya tidak ada lagi.
Sedangkan untuk minuman yang tak ada label kadaluarsa tersebut, sekitar 3 hari ini barang tersebut masuk ke toko ini dan belum ada yang beli. Kalau memang tidak boleh dijual maka pihaknya akan menarik barang tersebut.
Mengenai kasus keracunan akibat kurma tersebut Kasat Reskrim AKP Tri Martono mengakui sudah mendapatkan laporan dan korban sudah melapor. “Korban adalah Ardi Duaji sekeluarga yang mual-mual ketika menyantap buah kurma dan dugaan sementara itu keracunan, tapi kita masih belum bisa memastikan dan saat ini masih dalam penyelidikan Polres Pagaralam. Selanjutnya kita akan mengumpulkan bukti dan juga saksi,” terangnya (obi/ear)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: