Tahapan Pilbub Lahat Molor

Proses Verifikasi Cabup Kembali Dihiasi Protes

RADAR PALEMBANG, MOLOR – Ketua KPUD Lahat H Rasyid Padjim BA melalui anggotanya Fahrurrozi, mengungkapkan, tahapan pmelihan bupati (pilbup) lahat molor. Hal itu disebabkan, banyaknya protes yang muncul terkait penetapan pasangan calon.
Molornya jadwal pelaksanaan diputuskan melalui rapat yang digelar di KPUD kemarin.  Rapat dilakukan  tim verifikasi dengan pasangan calon pasangan Dr H Chairil Zaman MSc- H Hariyanto SE MM, karena banyaknya partai pendukung bermasalah.
Salah satunya,  Partai Patriot dengan Partai Patriot Pancasila sampai saat ini belum menemukan titik terang keabsahannya. “Untuk tahapan verifikasi ini akan dilanjutkan setelah kami mengumpulkan bukti-bukti terhadap kedua Partai tersebut sampai titik terang kedua partai jelas,” beber Fahrurrozi.
Bagaimana dengan ketujuh pasangan calon yang telah dinyatakan lolos? Fahrurrozi mengatakan, mengingat proses verifikasi masih berjalan dan pasangan kandidat lain bisa saja memenuhi persyaratannya, maka ketujuh pasangan yang telah diloloskan dinyatakan turut ditunda.
Sementara itu,  protes pasangan Cahaya  dan pasangan H Harun Syarif- H Junaidi (Harjuna) digelar kemarin. Protes dilakukan lantaran kedua pasangan tidak masuk daftar pasangan yang diumumkan KPUD 16 September 2008 lalu.
Bahwa berdasarkan hasil verifikasi persyaratan calon bupati dan wakil bupati tanggal 16 September 2008 Nomor 14/KPU-LT/2008, hanya tujuh nama pasangan lolos. Masing-masing Mukti Sulaiman SH MHum- H Niko Fransisco SH, Ir Lukman Nulhakim- Pokbi Exman BF SH, H Mohd Amin Daoed SE MM- Dra Hj RR Endang DS MM, Drs H Safaruddin Gumay MM- Hj Nurbaiti Rahim Sag MM, Hermanto SH MSi- Hj Zulhana, Drs H Akmaludin MM- Drs H Chozali Hanan MM, H Saifudin Aswari SE- Drs H Sukadi Duadji MM.
Protes dilakukan pasangan Chahaya dengan menemui anggota KPUD bersama tim advokasi dan pengurus partai pengusung. Tujuannya untuk kembali meyakinkan tim verifikasi tentang dukungan Parpol pengusung dan pendukung mereka.
Dalam klaimnya, Chahaya mempertanyakan mengapa KPUD kembali tidak meloloskannya. Padahal, sebelumnya Chahaya sudah meyakinkan KPUD bahwa Partai Patriot memang bernama Partai Patriot Pancasila namun setelah pengesahan penggabungan lalu menggunakan nama, lambang, dan tanda gambar Partai Patriot sesuai dengan Surat Keputusan Nomor .M.HH-55.AH.II.0I.Tahun 2008.
Begitu juga dengan partai pendukungnya yang lain seperti Partai Nasional Banteng Kerakyatan Indonesia (PNBKI) yang sebelumnya Partai Nasional Banteng kemerdekaan (PNBK), PPDI dengan SK No: 052/SK/PB/DPP/PPDI/VIII/08 yang disahkan Ketua Umum DPP H Endung Sutrisno.
Dengan begitu, dirinya mengklaim bahwa Partai Patriot dan PNBK adalah partai yang secara sah mendukung dirinya sebab keputusan KPUD yang telah menetapkan Partai Patriot Pancasila dan PNBKI untuk mengusung salah satu pasangan calon dianggapnya tidak jelas.
“Kami tadi telah menghubungi Ketua KPU Provinsi Syafitri mengenai verifikasi yang diputuskan KPUD Lahat, Syafitri menyarankan segera melayangkan surat dukungan sah terhadap Chahaya ke KPU provinsi, atau pasangan Chahaya sendiri bersama tim advokasi dan KPUD Lahat yang mendatangi KPU Provinsi untuk menyelesaikan permasalah ini, sebab mengingat proses kampanye dan pemilihan yang semakin dekat,” ucap Ketua DPD PNBK Sumsel Febuar Rahman SH.
Sementara pasangan Chahaya merundingkan kembali perihal ketidak lolosannya di ruang KPUD yang tertutup untuk pers, sekitar pukul 12.00 WIB massa kemudian berdatangan dari berbagai kecamatan untuk memberikan dukungan.
Dalam orasinya pendukung meminta KPUD tegas dalam menentukan sikap dan tidak plin-plan dalam mengambil keputusan serta memasukkan kembali nama pasangan Chahaya dalam bursa pencalonan Cabup-Wacabup periode 2008-2013..
Selanjutnya, sekitar pukul 14.00 WIB kembali massa yang mengaku dari kecamatan Merapi Timur menambah jumlah pengunjuk rasa dengan menggunakan dua buah Truk, diperkirakan ratusan massa berkumpul di depan halaman KPUD Lahat Jalan Bhayangkara.
Massa juga sempat menahan satu mobil dinas KPUD agar tidak keluar dari halaman sampai keputusan rapat selesai. Menyikapi ini, Wakapolres Heru Sutopo turun langsung kelapangan dan menerjunkan anggotanya.
Heru meminta massa tetap tenang dan terus mengamati proses perundingan tanpa tindakkan anarkis dan memancing keributan. “Saya harap massa tetap tenang, kita tidak ingin kejadian seperti di Empat Lawang terulang di Lahat ini, mohon jaga nama baik kabupaten kita ini,” pinta Heru.
Terpisah, pasangan Harjuna yang juga namanya tidak lolos dalam pencalonan, turut menuai protes terhadap keputusan KPUD Lahat tersebut. Ketika koran ini meminta konfirmasi, Harjuna mengungkapkan kalau mereka sedang di perjalanan menuju Palembang untuk melaporkan KPUD Lahat ke PTUN dan Polda Sumsel untuk menyelesaikan perihal ketidak lolosannya.  (cr01)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: