5 Kecamatan Tolak Konversi Mitan

RADAR PALEMBANG, BANYUASIN – Pro kontra rencana konversi minyak tanah (mitan) ke gas elpiji di daerah perairan Kabupaten Banyuasin terus berlanjut. Setelah Hiswana Migas beberapa waktu lalu secara tegas tidak akan melakukan konversi di daerah tersebut sebelum adanya infrastruktur pendukung, giliran kemarin anggota DPRD Banyuasin menyatakan hal yang sama.


Sugeng, anggota dewan dapil Muara Padang mengungkapkan, pihaknya meminta kepada pemerintah untuk tidak terburu-buru merealisasikan kebijakan yang dinilai tidak tepat untuk daerah daerah tertentu, khususnya daerah perairan. “Terus terang saja, saya ‘kan juga dari daerah perairan dan setelah saya dialog dengan masyarakat saya, ternyata banyak di antara mereka yang menolak dengan berbagai alasan. Oleh karena itu, saya selaku anggota dewan memiliki pandangan yang sama untuk menolak kebijakan konversi mitan di daerah perairan,” terangnnya.
Sugeng menjelaskan beberapa alasan mendasar pihaknya menyatakan penolakan atas rencana pemerintah tersebut, di antaranya tidak adanya infrastruktur secara memadai. Minimnya infrastruktur akan menyulitkan pendistribusian gas ke daerah perairan.
Selain infrastruktur berupa jalan darat, pihaknya juga menekankan sebagian besar daerah perairan Banyuasin belum teraliri listrik. Mayoritas masyarakat setempat menggunakan alat penerangan yang sangat sederhana dan tradisional berupa lampu teplok dan petromak dengan bahan bakar utama mitan. Menurutnya, jika mitan ditarik dari peredaran dan digantikan dengan gas, maka warga kesulitan untuk mencari penerangan.
“Banyuasin baru 28 persen yang dialiri listrik. Rata-rata daerah perairan belum dialiri sama sekali seperti Kecamatan Tungkal Ilir, Muara Sugihan, Pulau Rimau, Rantau Bayur, dan kecamatan lainnya. Kalau tidak ada listrik dari mana mereka akan menerangi rumahnya pada malam hari. Rata-rata mereka menggunakan lampu teplok dengan bahan bakar mitan,” ungkap Sugeng.
Terpisah, Ketua DPRD Banyuasin, Basjir mengungkapkan, secara tegas pihaknya tidak melakukan penolakan terhadap rencana konversi tersebut. Namun, pihak pemerintah tetap tidak bisa memaksakana konversi tersebut sebelum adanya kesiapan infrastruktur.
Untuk diketahui warga di lima kecamatan menolak rencana konversi gas di wilayahnya. Lima kecamatan tersebut yakni Kecamatan Muara Padang, Muara Sugihan, Pulau Rimau, Tungkal Ilir, Rantau Bayur. Penolakan lima kecamatan tersebut  lantaran di wilayah tersebut listrik belum sepenuhnya dapat dinikmati masyarakat, dan sebagai penerangan sehari-harinya warga memanfaatkan minyak tanah sebagai bahan bakar penerangan. Jika mitan ditarik dari pasaran tentu kebutuhan akan penerangan di lima kecamatan tersebut akan terhambat.
Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Penanaman Modal (Disperindagkop UKM&PM) Kabupaten Banyuasin, Anna Suzana beberapa waktu yang lalu, mengatakan, khusus untuk daerah perairan konversi mitan ke gas akan ditunda hingga adanya kesiapan masyarakat setempat dan kesiapan infrastruktur. (qen)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: