Aira Tinggalkan Istana Lebih Cepat


Dilepas Setelah Aqiqah

Sekaligus berbuka puasa Presiden SBY mendapat memotong tumpeng ulang tahun ke 59 didampingi ibu  negara Ani Yudhoyono dan kedua anaknya, Edhie Baskoro Yudhoyono (kanan) dan Agus

Sekaligus berbuka puasa Presiden SBY mendapat memotong tumpeng ulang tahun ke 59 didampingi ibu negara Ani Yudhoyono dan kedua anaknya, Edhie Baskoro Yudhoyono (kanan) dan Agus

RADAR PALEMBANG, AQIQAH-Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan ibu negara mungkin akan kesepian. Cucu pertamanya, Almira Tunggadewi Yudhoyono (Aira), tidak lagi tinggal di Istana Negara. Kapten Inf. Agus Harimurti, ayah Aira,  telah memboyongnya ke Karawang, tempatnya bertugas.
Aira yang sejak umur 5 hari tinggal di Istana Negara ternyata telah diboyong Agus ke Karawang sejak 10 September lalu, atau sehari setelah SBY memeringati ulang tahun ke-59. ’’Rencana awalnya  memang setelah selapan (35 hari, Red), kami akan memboyong Aira ke Karawang,’’ kata Agus Harimurti saat sambutan upacara selapan dan aqiqah anaknya di Istana Negara kemarin.

Menurut Agus alasan mempercepat memboyong Aira ke Karawang karena dirinya kesepian sendirian di Karawang. Agus bertugas di Linud 305 Brigade Infanteri 17 Kostrad yang bermarkas di Karawang. Sama seperti prajurit lainnya, Agus harus tinggal di mess prajurit TNI.
’’Saya tiap malam, sahur sendiri, buka puasa sendiri, bergadang sendiri, sepi rasanya. Makanya saya minta izin presiden untuk membawa Aira ke Karawang,’’ kata Agus.
Perkembangan Aira dalam 35 hari, kata Agus, sangat menggembirakan. Berat badannya saat lahir 2,8 kg, kini sudah 4,5 kg. Panjang Aira saat lahir 48 cm dan kemarin menurut Agus sudah bertambah menjadi 55 cm. ’’Kondisinya juga sehat dan lucu,’’ kata Agus bangga.
Acara selapan dan aqiqah kemarin ditandai dengan pemotongan rambut Aira. Diawali oleh kakek dan nenek Aira. Berturut-turut SBY, Ani Yudhoyono, Aulia Pohan, dan Muyaningsih Pohan. Setelah itu giliran nenek-nenek buyut Almira, yakni Ny Habibah (ibunda SBY), Ny Djenar Sarwo Edhie Wibowo (ibunda Ani Yudhoyono), dan Ny Rita Suaji (ibunda Aulia Pohan).
Setelah itu barulah giliran Agus Yudhoyono, Annisa Larasati Pohan, dan putra bungsu SBY Edhie Baskoro. Sebelum pemotongan rambut, sempat SBY dan hadirin membacakan surat Ar-Rahman. Selama prosesi selapan, Aira tertidur pulas di gendongan ibunya. Bayi yang lahir tepat 17 Agustus 1945 itu sama sekali tidak rewel meski dikerubung banyak orang.(tom)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: