Asian Agri Siap Transparan Soal Pajak

RADAR PALEMBANG, PAJAK-Manajemen Asian Agri merespons positif pernyataan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) agar kasus dugaan pajak ditangani transparan. Asian Agri justru meminta agar Ditjen Pajak menyelesaikan kasus pajak ini secepatnya.
’’Presiden meminta agar kasus Asian Agri ditangani transparan, tentu kami menyambut baik,’’ terang juru bicara Asian Agri Semion Tarigan di Jakarta kemarin. Menurut dia, permintaan SBY sesuai filosofi perpajakan, yakni fungsi pajak adalah fungsi budgeter untuk penerimaan negara.


Semion yang juga direktur utama PT Inti Indosawit Subur, anak perusahaan Asian Agri ini menambahkan, permasalahan pajak Asian Agri ini sudah lebih dari 20 bulan. Karena itu, Asian Agri siap memberikan keterangan secara transparan kepada Ditjen Pajak.
’’Lebih dari 25.000 karyawan yang bekerja dan lebih dari 27.000 kepala keluarga petani plasma pemilik 59.000 ha lahan plasma resah akibat ini kasus terkatung-katung,’’ kata Semion. Sengketa pajak yang termuat dalam pasal 12 ayat (3) UU KUP menegaskan apabila ditemukan adanya SPT yang tidak benar, Dirjen Pajak menerbitkan Surat Ketetapan Pajak sebagai koreksi. ’’Seharusnya itu yang dilakukan,’’ katanya.
Kasus pajak Asian Agri diawali adanya laporan Vincentius Amin Sutanto (VAS), mantan financial controller Asian Agri pada akhir 2006. Waktu itu, VAS yang tertangkap Polda Metro Jaya setelah membobol dana Asian Agri Rp 30 miliar langsung memberikan informasi dugaan manipulasi pajak yang dilakukan Asian Agri tahun buku 2002-2005.
Ditjen Pajak selanjutnya melakukan pemeriksaan pajak Asian Agri atas dugaan manipulasi pajak sejak 19 Januari 2007. Menurut perhitungan Ditjen Pajak dugaan manipulasi pajak Asian Agri menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 1,3 Triliun.
“Hingga saat ini klien kami telah berulang-ulang menyurati Ditjen Pajak untuk diberikan perhitungan yang dikatakan di koran itu, namun belum pernah diberikan. Jadi, bagaimana mau bayar?,” tanya Yan Apul, Kuasa Hukum Asian Agri, kemarin
Sementara itu Kepala Subdirektorat Penyidikan Ditjen Pajak Pontas Pane mengatakan, saat ini pihaknya sedang meneliti dokumen pajak yang disita (Jawa Pos, 17/9) termasuk memperbaiki surat penyitaan dan berkas penyidikan yang berbeda dari yang sebelumnya. Pada 16 September lalu, aparat Pajak mengembalikan 875 kardus dokumen Asian Agri yang telah disita pada 15 Mei 2007.
Pengembalian dokumen itu adalah kelanjutan dari putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang menyatakan penyitaan yang dilakukan Ditjen Pajak tidak sah dan memerintahkan untuk dikembalikan kepada Asian Agri. Menurut Yan, aparat Pajak menghendaki proses verifikasi dokumen yang dikembalikan agar dilakukan secara random (sampling).
‘’Tentu hal itu tidak dapat dilakukan. Alat bukti tidak dapat di random, harus jelas, lembar per lembar. Dulu juga kami ingatkan, pakai surat juga, bahwa proses sitanya tidak benar, tapi dicuekin,’’ katanya.
‘’Yah, itulah akhirnya sitanya tidak sah. Coba dulu ikuti saran klien kami, maka tidak ada permasalahan sita dan tidak ada permasalahan praperadilan,’’ lanjutnya. Jadi, kata Yan, tidak benar jika dikatakan Asian Agri menolak penyitaan kembali. ‘’Silahkan saja, yang penting prosesnya benar, kami terbuka saja. Lembaga praperadilan kan untuk good governance,” tandas Yan.
Sebelumnya, Mensesneg Hatta Radjasa pada Kamis (18/9) mengatakan, presiden menginginkan kasus pajak Asian Agri ditangani secara transparan, akuntabel dan tidak ada yang disembunyikan. Asian Agri juga diminta agar menyelesaikan apabila ada perselisihan dan kewajiban yang belum dipenuhi. ‘’Kalau dispute, jangan digantung. Selesaikan,” kata Hatta meneruskan instruksi presiden.
‘’Kami yakin apabila proses ini diikuti, maka akan memberikan kepastian hukum yang mendorong terciptanya iklim yang kondusif bagi dunia usaha, karena kami dapat mengembangkan operasi usaha dengan baik,’’ tambah Funadi Wongso, yang juga direktur Inti Indosawit Subur. (yun/sof/jpnn)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: