Caleg PAN Diminta Teken Perjanjian Mundur

RADAR PALEMBANG, PILEG 2009 – Meski UU No 10 tahun 2008 tentang Pemilu tak mengakomodir penerapan suara terbanyak, namun sejumlah partai bersikeras menggunakan cara  tersebut. Partai Amanat Nasional (PAN) misalnya, setiap calon yang akan maju diharuskan membuat perjanjian bersedia mundur, sedangkan Partai Demokrat (PD) berpegang pada petunjuk pelaksanaan (Juklak) DPP PD.


”PAN dari awal sudah mempersiapkan langkah dan antisipasi agar persoalan ini tidak menjadi masalah kedepannya. Makanya, setiap calon anggota legislatif (caleg) yang akan maju dari PAN akan diikat dengan perjanjian,” kata Sekretaris DPW PAN Sumsel Badrullah Daud Kohar kemarin (21/9).
Secara rinci Badrullah mengungkapkan perjajian tersebut intinya setiap caleg dari PAN bersedia untuk mengundurkan diri jika suaranya lebih sedikit dari calon dibawahnya. Perjanjian tersebut dibuat dihadapan notaris dan diatas materai dengan tujuan agar mempunyai kekuatan hukum yang kuat.
”Jadi perjanjiannya tidak main-main. Misalnya begini, ketika BPP (bilangan pembagi pemilih, red) tidak terpenuhi sedangkan calon dinomor 3 meraih suara lebih banyak dari pada calon nomor 2 dan 1. Maka calon yang diatasnya dengan sukarela mengundurkan diri sebelum dilakukan penetapan oleh KPU,” tegas anggota DPRD Sumsel ini.
Hal ini, kata Badrullah, telah sesuai dengan AD/ART PAN pasal 21 yang menegaskan penentuan calon anggota legislatif terpilih berdasar pada perolehan suara terbanyak. Meski tak sejalan dengan UU No 10 tahun 2008 mengenai Pemilu, Badrullah membantah kalau AD/ART PAN bertentangan.
”Kalau bertentangan dengan UU jelas tidak bisa. Kami telah menyesuaikan AD/ART PAN dengan UU No 10 tersebut. Jadi tidak ada yang bertentangan,” terangnya.
Bagaimana kalau ada yang mengingkari perjanjian ? Jelas kata Badrullah hukuman kepada yang menentang perjanjian adalah dipecat. Sudah menjadi konsekwensi bagi setiap kader PAN untuk mematuhi aturan tersebut.
”Yang namanya kader akan mengikuti aturan. Jika menentang yang bersangkutan bukan kader PAN. Itu kader oplosan. Maka solusinya dipecat saja,” pungkasnya.
Sementara itu dihubungi terpisah Wakil Ketua DPD PD Arudji Kartawinata mengatakan dari awal penyusunan UU pemilu SBY selaku pendiri PD telah mengusulkan agar diterapkan sistem suara terbanyak. Akan tetapi pada kenyataannya hal tersebut kandas.
”Selanjutnya DPP telah mengeluarkan Juklak No 02 terkait dengan penerapan 30 BPP. Yang selanjutnya direvisi menjadi Juklak 03 yang mengakomodir penerapan suara terbanyak,” katanya.
Juklak ini kata Arudji semestinya sudah diterima oleh daerah. Nah, tugas daerahlah untuk mengimplementasikannya dalam bentuk perjanjian. Salah satu caranya dengan melakukan hal yang sama dengan PAN.
”Juklak sudah ada tetapi belum sepenuhnya dipahami oleh partai. Saya sangat setuju, dan sudah seharusnya dilakukan seperti yang PAN. Ada perjanjian tertulis dihadapan notaris,” katanya.
Arudji menegakan Juklak sendiri dibuat dalam rangka mengakomodir aspirasi partai. Sebab kalau tidak demikian KPU tidak akan bisa mengikuti keinginan partai. Mengingat KPU akan berpegangan pada UU No 10 tahun 2008 tentang Pemilu Legislatif.
Saat ditanya apakah tidak rugi sistem suara terbanyak diterapkan, pria yang juga aktif di Masyarakat Agrobisnis Indonesia (MAI) ini mengatakan sistem suara terbanyak merupakan cara yang paling baik dan sudah menganut azas keadilan. Sebab dari sinilah akan muncul orang-orang terpilih yang dekat dengan rakyat.
”Tetapi disatu sisi ada juga kerugian. Ada plus minusnya. Plusnya orang yang dipilih benar-benar dekat dan dikenal masyarakat. Tetapi disatu sisi bagi pengurus partai yang kurang dikenal bisa tereleminasi. Bahkan ketua saja bisa dikalahkan. Inilah konsekwensinya kalau ingin perjuangkan aspirasi dan kehendak rakyat,” ulasnya.(rul)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: