Cuaca tak Menentu Petani Kewalahan

Petani cabai yang harus menyiram sendiri tanamannya akibat kekeringan. Petani berharap hujan segera turun agar mereka tidak merugi.

SIRAM: Petani cabai yang harus menyiram sendiri tanamannya akibat kekeringan. Petani berharap hujan segera turun agar mereka tidak merugi.

RADAR PALEMBANG, BANYUASIN – Petani cabai di wilayah Pangkalan Balai yang telah melakukan penanaman, mulai khawatir dengan perubahan cuaca yang sulit ditebak. Pasalnya, hingga saat ini langit Pangkalan Balai belum mengucurkan hujan, padahal hampir semua bibit cabe telah ditanam. Akibatnya, petani terpaksa harus menyiram sendiri tanamannya.


Mereka yang keburu telah menanam bibit di areal perkebunan harus menyiram tanaman muda sebanyak dua kali sehari. Penyiraman dilakukan pagi hari dan sore. Pasalnya, jika tanaman cabai muda tersebut mengalami kekurangan asupan air, akan layu dan bisa mati.
Seperti yang diungkapkan Rozali, petani cabai di daerah Pangkalan Balai. Menurutnya, sudah hampir seminggu terakhir pihaknya melakukan penyiraman pohon cabai muda yang baru saja ditanamnya. Kendati disiram, lanjut Rozali, menjelang siang pohon cabai tersebut tetap layu dan banyak yang patah. Selain itu, tidak sedikit yang mati lantaran kepanasan.
Pihaknya juga bingung dengan perubahan musim yang terjadi diluardugaan dan tiba-tiba. Pasalnya, tiga minggu yang lalu, hujan selalu turun. Sehingga, sebagian besar petani cabai menanam bibitnya. Tapi ternyata hujan tersebut tidak bertahan lama dan tanah menjadi kering.
“Perubahan musim sekarang sulit ditebak. Memang biasanya untuk bulan September belum turun hujan. Tapi ‘kan tiga minggu yang lalu hampir tiap hari hujan. Saat itu kita berkeyakinan sudah dating musim hujan. Makanya sebagian besar petani cabai termasuk saya mulai menanam,” ungkapnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Muhlisin. Ia mengaku kewalahan dengan perubahan musim yang serba tidak jelas. Sudah hampir dua minggu langit kebunnya tidak disiram oleh air hujan. Hal ini menyebabkan tanah dikebunnya menjadi kering. Akibatnya, banyak pohon cabai muda yang baru saja ditanamn menjadi layu terkena sengatan sinar. ”Wah, banyak yang layu, apalagi kalau menjelang siang hari,” terangnnya. (qen)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: