Fokus Agus Condro, Sebelum Telusuri Sumber Dana

RADAR PALEMBANG, SUP DPR-Penyelidikan temuan Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terhadap temuan 400 travel cek kepada anggota DPR yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tampaknya membutuhkan waktu panjang. Sebab, fokus KPK saat ini masih sebatas mengumpulkan bahan keterangan dari para penerima cek. Informasi mereka perlu dihimpun sebelum memeriksa kepada para pemilik dana.


Hari ini, KPK dijadwalkan meminta keterangan mantan Anggota DPR Agus Condro Prayitno. Sebelumnya, surat pemeriksaan sudah dilayangkan KPK Jumat (19/9) lalu. Juru Bicara KPK Johan Budi mengungkapkan bahwa politisi kelahiran Batang tersebut hanya dimintai keterangan terkait aliran dana tersebut. ’’Ini levelnya penyelidikan. Jadi, yang bersangkutan hanya dimintai keterangan, bukan saksi,’’ ujarnya.
Pemanggilan Agus ini merupakan tindak lanjut pernyataan Ketua KPK Antasari Azhar sepekan sebelumnya yang menyatakan telah memulai penyelidikan kasus tersebut. Kasus ini, mudah ditelusuri mana kala waktu kejadiannya baru berlangsung. Seperti diketahui, pembagian travel cek tersebut sudah berlangsung empat tahun silam.
Johan menambahkan, bahwa keterangan Agus penting untuk membongkar aliran travel cek tersebut. KPK berharap dari pengakuan Agus, itu penyelidik bisa membangun kepingan-kepingan informasi untuk menemukan peristiwa pidana. ’’Kalau bangunannya sudah jelas baru nanti berkembang,’’ jelasnya.
Apabila KPK yakin bahwa ada peristiwa pidana dari pembagian travel cek tersebut, maka penyelidikan bisa berkembang menjadi penyidikan. ’’Yang penting itu ada peristiwa pidananya dulu, baru kemudian bisa melebar kepada pemberi dana itu,’’ ungkapnya.
Terkait, penelusuran dana tersebut, KPK sebenarnya sudah mendapatkan banyak dukungan. Sebelumnya, kepada Jawa Pos, Bank Internasional Indonesia (BII) yang namanya sempat dicatut oleh Agus Condro terkait pencairan travel cek tersebut, sempat buka-bukaan soal mekanisme pembelian dan pencairan travel cek.
Ketika itu, pihak BII mengungkapkan untuk   pembelian dan penjualan TC diatas Rp 100 juta wajib disertai formulir deklarasi sumber dan tujuan penggunaan dana. Artinya, KPK tinggal menggandeng pihak bank untuk mengetahui siapa saja pencair dana tersebut. Belakangan, Antasari Azhar juga siap meminta konfirmasi kepada pihak bank.
Desakan segera mengusut dugaan travel cek tersebut juga kembali datang dari Indonesian Corruption Watch (ICW). Peneliti hukum ICW Abdullah Dahlan mengungkapkan bahwa dalam penyelidikan ini, KPK juga harus memanggil anggota DPR lain, yang pernah disebut Agus Condro. ”Bangunan kasus itu mudah ditemukan silahkan saja KPK periksa anggota DPR yang disebut Agus. Nanti kasus itu bakal makin gamblang,”jelasnya.
Hari ini, ICW juga bakal melaporkan para penerima travel cek itu ke Badan Kehormatan (BK) DPR. ’’Selama ini, BK baru bertindak ketika ada laporan dari masyarakat. Nah, kami mencobanya agar mendapatkan tindak lanjut,’’ terangnya.
Dihubungi tadi malam, Agus Condro ternyata sudah dalam perjalanan via kereta api dari Batang, Jawa Tengah menuju Jakarta. Dia akan memenuhi panggilan KPK yang memintanya kembali memberi keterangan. ’’Apapun yang ditanya KPK akan saya jawab dengan apa adanya,’’ katanya.
Apakah KPK juga perlu memanggil sejumlah tokoh PDIP lainnya, seperti Tjahjo Kumolo, Panda Nababan, dan Emir Moeis untuk diminti keterangan ? ’’Terserah KPK saja. KPK lebih ngerti siapa yang perlu dipanggil. KPK sudah profesional kok. Kita tidak perlu mengajari bebek berenang,’’ jawabnya, enteng.
Karena itu, Agus berharap kolega-koleganya di FPDIP yang ikut menerima travel check itu segera mengaku dan uangnya dikembalikan ke KPK. Sebab, KPK sudah memegang bukti alat transaksi yang ditemukan PPATK. ’’Percuma saja setiap hari sibuk membantah,’’ ujarnya. (git/pri/jpnn)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: