Harga Aspal Sulit Turun

RADAR PALEMBANG, ASPAL-Makin mendekati akhir tahun, kebutuhan aspal akan makin meningkat. Tetapi sayangnya, harga bahan pengeras jalan itu hingga kini masih tinggi malah terus alami kenaikan. Sementara harga minyak mentah yang merupakan bahan bakunya sudah turun dua kali lipat.
Keanehan ini diakui oleh Manajer Penjualan PT Aspalindo Sejahtera Mandiri Sumsel (ASMS) Handjaja Wigiarto. Biasanya harga aspal berjalan seiring dengan perkembangan harga minyak mentah. Namun, kali ini agak berbeda saat minyak makin tergerus, aspal justru naik terus.


”Sekarang aspal terpengaruh suplay and demand. Permintaan kini meninggi sedangkan suplay terbatas. Pertamina pada Bulan Agustus lalu mengurangi produksi aspal. Sedangkan permintaan aspal impor dekati akhir tahun semakin besar, makanya harganya naik,” ujar dia, kemarin.
Meskipun produsen aspal ini bukan hanya Pertamina, namun karena permintaan tinggi produsen lainnya seperti Chevron (ASMS sebagai distributor) malah menaikan harga. ”Agustus lalu produksi Pertamina terhambat tidak tahu juga apa sebabnya, tapi sekarang produksinya juga belum stabil,” ungkap Handjaja.
Pada Bulan September ini, produksi Pertamina masih belum sempurna. Kekurangan selama Agustus lalu tidak bisa langsung dipenuhi di bulan ini, prosesnya bertahap. Malah, Hadjaja memprediksi hingga akhir tahun ini yang menyisakan sekitar tiga bulan lagi, Pertamina belum bisa menstabilkan produksinya sehingga kecenderungan harga untuk naik lagi masih besar. ”Tapi ini baru prediksi saya saja.”
Harga aspal per 8 September lalu sudah alami kenaikan lagi dari sebelumnya Rp 5,8 juta menjadi Rp 6,1 jura perton. Sementara beberapa bulan sebelumnya harga aspal ini masih ada di Rp 5,6 juta perton. Jika dibandingkan dengan harga minyak mentah, arahnya justru berseberangan. Minyak yang pernah membuat rekor tertinggi sejarah USD 146 perbarrel beberapa bulan lalu, sekarang turun jadi USD 92-96 perbarrel.
Tentu saja, kondisi ini membuat konsumen protes. Ketika pasokan baru tiba lagi yang berlaku adalah harga baru. Namun, sebagian konsumen sudah melakukan stok barang meski dalam jumlah terbatas. ”Saya beri tahu ke konsumen kalau harga ini bisa naik kembali, makanya saat harga Rp 5,6 juta perton sekitar dua bulan lalu sudah banyak yang pesan untuk digunakan bulan ini.”
Sejauh ini, akunya, belum ada penurunan pembelian aspal curah. Konsumen tidak menurunkan kualitas jalan tersebut dengan mengurangi pasokan aspalnya pasca harga yang tinggi. Pemakaian dana talangan untuk membeli aspal merupakan salah satu cara yang ditempuh konsumen mensiasati harga.(ade)

Iklan

2 Tanggapan

  1. Terima kasih atas infonya…….

  2. TRIM KOMENNYA. BLOG INI MEMANG PUNYA VISI MEMBERKAN INFORMASI TENTANG BISNIS TERKINI. KAMI JUGA MENGGARAP TENTANG GELIAT EKONOMI KERAKYATAN SERTA KEKUATAN SEKTOR INI DI TENGAH EKONOMI NASIONAL

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: