Limbah Pabrik Cemari Sungai Noman

Warga menunjukkan hewan ternak itik miliknya yang mati akibat sungai terkena limbah pabrik.

MATI: Warga menunjukkan hewan ternak itik miliknya yang mati akibat sungai terkena limbah pabrik.

RADAR PALEMBANG, MUARA ENIM –  Masalah limbah oleh perusahaan kembali mencuat.  Kini,  PT Bumi Sawindo Permai (BSP) di Desa Penyandingan, Kecamatan Tanjung Agung, Kabupaten Muara Enim dituding telah mencemari Sungai Noman yang mengalir di sebelah pabrik. Aakibatnya ratusan hewan ternak warga seperti itik dan ribuan ekor ikan dari kolam milik warga mati mendadak. Bahkan kini kolam ikan warga tidak dapat dimanfaatkan lagi untuk memelihara ikan di sepanjang 2 kilometer Sungai Noman menuju Sungai Enim yang juga dihuni warga.
Irsiah (38), warga Simpang Desa Pulau Panggung Kampung II mengatakan akibat adanya limbah PT BSP tersebut warga sekitar pabrik semakin sengsara hidupnya. Kini katanya warga sekitar Sungai Noman ini yang membutuhkan air sungai itu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti mandi, minum, cuci dan sebagainya selama ini tidak bisa dimanfaatkan lagi. Sementara beberapa warga lainnya juga telah terkena dampaknya terhadap kesehatan seperti yang dialami Yunita (6) dan Ali Absor (12) yang terkena gatal-gatal di sekujur tubuh, ini terjadi karena mereka menggunakan air sungai itu lantaran tak punya sumur.


“Itik kami banyak yang mati akibat minum air Sungai Noman itu, tadinya itik kami berjumlah 400 ekor lebih kini hanya tinggal sekitar 100 ekor  lagi, berarti  sudah banyak sekali itik kami yang mati. Disamping itu kolam yang berisi ribuan ikan juga mati. Sudah dua tahun kami tidak bisa memanfaatkannya aliran sungai ini untuk memelihara ikan dulunya kami bisa memelihara 5.000 ekor ikan, kami mohon ini diperhatikan oleh pihak pabrik,” ungkapnya.
Senada, Nur Aisiah (38) mengungkapkan akibat limbah ini juga sekarang warga sekitar takut untuk memanfaatkan air sebagai kebutuhan untuk mandi, cuci, dan minum karena airnya berwana hitam dan berbuih. Bahkan katanya banyak warga yang terkena penyakit kulit karena masih memaksakan untuk menggunakan air tersebut guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Lain halnya dengan Imron AB (48) Warga Bedeng Sentral No 611 Kelurahan Pasar Tanjung Enim yang memiliki beberapa kolam ikan di Desa Tanjung Lalang, ia sendiri telah mengalami gagal panen terhadap 5 kolam yang terkena terkena limbah tersebut dengan kerugian mencapai Rp 100 juta dan hanya diganti rugi sebagian saja.
Sementara itu, Camat Tanjung Agung Drs Risman Efendi mengatakan sampai saat ini pihaknya belum mendapatkan laporan dari warga mengenai hal itu. Tetapi memang menurutnya awal tahun 2008 lalu memang ada pencemaran dari PT BSP dan juga telah ada kesepakatan ganti rugi antara kedua belah pihak. Kalau memang kini ada pencemaran lagi, ia sendiri sangat menyesalkan.

Sementara  Kepala Kantor PT BSP Desa Seleman Kecamatan Tanjung Agung John Tahir  ketika dikonfirmasi melalui poneselnya belum bisa memastikan hal itu, ia sendiri akan menguji sampel air tersebut terlebih dahulu. “Silakan besok Anda ketemu dengan asisten saya di Bagian Lab dan bersama-sama kita lihat ke lapangan betul atau tidak laporan itu yang mengatakan hal tersebut akibat limbah PT BSP,” kelitnya singkat. (yan)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: