Minyak Goreng Perlu Fortifikasi

RADAR PALEMBANG,MINYAK GORENG-Tidak hanya tepung terigu yang wajib melakukan fortifikasi (penambahan vitamin bagi kesehatan), minyak goreng (migor) juga diusulkan melakukan hal yang sama. Biaya untuk penambahan vitamin A, misalnya, hanya Rp 19 per kilogram minyak goreng.
“Saat ini sudah ada produsen minyak goreng yang sukarela melakukan fortifikasi pada produknya. Nanti juga harus ada kewajiban memberikan fortifikasi pada minyak goreng curah,” ujar Direktur Koalisi

Fortifikasi Indonesia (KFI) yang juga Guru Besar Ilmu Gizi, Institut Pertanian Bogor, Soekirman akhir pekan lalu.  Pihaknya mengusulkan agar pemerintah segera menerapkan kewajib fortifikasi minyak goreng dengan vitamin A untuk menekan jumlah wanita dan anak-anak yang mengalami kekurangan vitamin.
Setidaknya, dia berharap dalam lima tahun kedepan pemerintah dapat menerapkan aturan wajib fortifikasi vitamin A dalam minyak goreng curah. Untuk itu, dalam waktu dekat pihaknya akan mengajukan usulan fortifikasi tersebut kepada Menteri Kesehatan, Siti Fadhilah Supari serta Menteri Perindustrian, Fahmi Idris. “Harus ada ketegasan dari pemerintah untuk menyelamatkan anak bangsa. Bukan hanya fortifikasi di tepung terigu saja,” tegasnya.
Anggota KFI Drajat Martianto menjelaskan setidaknya ada 10 juta wanita dan anak-anak Indonesia yang mengalami kekurangan vitamin A. Dipilihnya minyak goreng sebagai media fortifikasi disebabkan karena 70 persen minyak goreng diproduksi dalam bentuk curah dan dikonsumsi oleh mayoritas penduduk Indonesia. Beberapa negara berkembang yang menghadapi masalah serupa juga menerapkan fortifikasi vitamin A. “Itu sudah lazim di negara manapun yang menghadapi masalah kekurang vitamin. Tapi medianya berbeda,” tukasnya.
Dia mencontohkan, negara-negara di Afrika melakukan fortifikasi vitamin A ddengan media gula. Sayangnya hal itu tidak mungkin duterapkan di Indonesia, yang masyarakatnya banyak menderita diabetes. Oleh sebab itu, studi yang dilakukan KFI merujuk penggunaan minyak goreng sebagai media fortifikasi vitamin A. “Penerapan fortifikasi pada minyak goreng, lebih tepat karena tingkat konsumsi yang lebih tinggi dari pada gula,” lanjutnya,
Dia merinci, konsumsi tertinggi masyarakat Indonesia, pertama adalah beras, kedua garam dan ketiga minyak goreng. Dalam fortifikasi itu, dia mnyebut, tambahan biaya yang ditanggung produsen sangat kecil. Berdasarkan studi KFI, hanya dibutuhkan Rp 19 per kilo minyak goreng untuk fortifikasi penambahan vitamin A. “Biaya fortifikasi sangat kecil, hanya 0,2 persen dari harga minyak goreng yang rata-rata Rp 9000 perkilogram. Bila ditambahkan biaya lain-lainnya mungkin sekitar Rp 30-40 atau 0,5 persen,” jelasnya. (wir/jpnn)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: