Penambang Liar Bandel

RADAR PALEMBANG, LAHAT – Penutupan areal penambangan galian golongan C milik Solehan yang dinilai ilegal oleh Pemkab Lahat, masih menyisakan cerita. Pasalnya, penutupan yang melibatkan 22 personel Sat Pol PP dianggap sia-sia. Sebab, saat ini pemilik usaha tetap membandel melakukan penambangan dengan menggunakan peralatan berat. Persoalan ini membuat masyarakat Desa Gunung Kembang, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat kembali mendatangi gedung DPRD Lahat, kemarin (20/09).


Perwakilan warga Desa Gunung Kembang tersebut disambut langsung Ketua Komisi II DPRD Lahat Aristoteles. Dalam laporannya, masyarakat mengakui bahwa pascapenyegelan dari Pemda memang aktivitas penambangan terhenti sementara waktu, namun belakangan aksi mereka kembali seperti semula bahkan portal yang dipasang telah dibongkar dan dirusak untuk melancarkan kendaraan keluar masuk areal.
“Kami kecewa sepertinya penyegelan dan larangan dari Pemda tidak dihiraukan, bahkan mereka lebih menggila lagi dengan mengoperasikan tiga alat berat sekaligus, ditambah lagi puluhan truk fuso yang setiap hari mondar-mandir,” ungkap salah satu perwakilan warga, Aliudin kepada RADAR PALEMBANG.
Kedatangan mereka untuk kesekian kalinya di DPRD, lanjut Aliudin, kembali melaporkan kegiatan usaha Solehan yang telah melanggar kesepakatannya dengan Pemda Lahat, sebab mereka kembali mengeruk batu kali disepanjang Desa Gunung kembang padahal usaha itu belum memiliki izin yang jelas dan dianggap ilegal.
“Kalau mereka kembali beroperasi berarti kami sebagai penambang tradisional yang telah merintis usaha secara turun-temurun akan terancam gulung tikar, selain itu pengerukkan yang mereka lakukan seperti membabi buta tanpa menghiraukan dampak lingkungan yang mungkin timbul,” akunya.
Menanggapi persoalan ini, Ketua Komisi II DPRD Lahat Ariestoteles mengatakan, sangat kecewa atas tingkah laku yang diambil pemilik penambangan tersebut, sebab surat izin mereka belum jelas sehingga penambangan tersebut dianggap liar dan harus kembali ditutup.
“Kami akan mengimbau kembali pemilik tambang untuk melengkapi surat-surat perizinannya, dan kami sangat mengharapkan kepada warga Gunung Kembang untuk tetap tenang, biarlah persoalan ini kami yang menindaklanjuti untuk menghindari hal-hal yang tidak diiinginkan,” pungkasnya. (cr01)

RADAR PALEMBANG, LAHAT – Penutupan areal penambangan galian golongan C milik Solehan yang dinilai ilegal oleh Pemkab Lahat, masih menyisakan cerita. Pasalnya, penutupan yang melibatkan 22 personel Sat Pol PP dianggap sia-sia. Sebab, saat ini pemilik usaha tetap membandel melakukan penambangan dengan menggunakan peralatan berat. Persoalan ini membuat masyarakat Desa Gunung Kembang, Kecamatan Merapi Timur, Kabupaten Lahat kembali mendatangi gedung DPRD Lahat, kemarin (20/09).
Perwakilan warga Desa Gunung Kembang tersebut disambut langsung Ketua Komisi II DPRD Lahat Aristoteles. Dalam laporannya, masyarakat mengakui bahwa pascapenyegelan dari Pemda memang aktivitas penambangan terhenti sementara waktu, namun belakangan aksi mereka kembali seperti semula bahkan portal yang dipasang telah dibongkar dan dirusak untuk melancarkan kendaraan keluar masuk areal.
“Kami kecewa sepertinya penyegelan dan larangan dari Pemda tidak dihiraukan, bahkan mereka lebih menggila lagi dengan mengoperasikan tiga alat berat sekaligus, ditambah lagi puluhan truk fuso yang setiap hari mondar-mandir,” ungkap salah satu perwakilan warga, Aliudin kepada RADAR PALEMBANG.
Kedatangan mereka untuk kesekian kalinya di DPRD, lanjut Aliudin, kembali melaporkan kegiatan usaha Solehan yang telah melanggar kesepakatannya dengan Pemda Lahat, sebab mereka kembali mengeruk batu kali disepanjang Desa Gunung kembang padahal usaha itu belum memiliki izin yang jelas dan dianggap ilegal.
“Kalau mereka kembali beroperasi berarti kami sebagai penambang tradisional yang telah merintis usaha secara turun-temurun akan terancam gulung tikar, selain itu pengerukkan yang mereka lakukan seperti membabi buta tanpa menghiraukan dampak lingkungan yang mungkin timbul,” akunya.
Menanggapi persoalan ini, Ketua Komisi II DPRD Lahat Ariestoteles mengatakan, sangat kecewa atas tingkah laku yang diambil pemilik penambangan tersebut, sebab surat izin mereka belum jelas sehingga penambangan tersebut dianggap liar dan harus kembali ditutup.
“Kami akan mengimbau kembali pemilik tambang untuk melengkapi surat-surat perizinannya, dan kami sangat mengharapkan kepada warga Gunung Kembang untuk tetap tenang, biarlah persoalan ini kami yang menindaklanjuti untuk menghindari hal-hal yang tidak diiinginkan,” pungkasnya. (cr01)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: