Persiapan Muslim Tionghoa Jelang Lebaran


Tak Ada Perbedaanm Sama Seperti Umat Muslim Lainnya

Lebaran sudah di ambang pintu. Menyambut hari kemenangan tersebut, umat muslim di seluruh penjuru dunia mulai mempersiapkan diri, termasuk muslim Tionghoa di Palembang.

Iriansyah.b-Palembang

mun-rdr)

SALAT IED : Masjid Islam Muhamad Cheng Ho ketika menggelar salat Jumat Perdana, Idul Fitri mendatang juga akan digelar salat Ied perdana di Masjid Cheng Ho. (f:mun-rdr)

Jelang Hari Raya  Idul Fitri atau Lebaran, beragam persiapan telah dilakukan umat muslim tidak terkecuali umat muslim Tionghoa di Palembang. Sama seperti umat muslim lainnya, warga muslim Tionghoa juga melakukan berbagai persiapan, namun secara umum sama dengan umat muslim lainnya.
“Sama seperti muslim lainnya, tidak ada perbedaan, “ ujar ketua DPD PITI Sumsel H Ahmad Afandi didampingi ketua  masjid Islam Muhammad Cheng Ho, Herry William  Johan,  kemarin.


Dijelaskannya, walaupun Lebaran masih cukup lama namun pihaknya sudah melakukan persiapan termasuk membentuk kepanitiaan salat ied, mulai dari imam dan khutbah. “ Panitia sudah terbentuk, imam juga sudah ada, nah untuk khutbah insyaallah dari warga Tionghoa, “ tegasnya.
Selain kepanitiaan salat Ied, juga sudah dibentuk kepanitiaan zakat fitrah. Untuk yang satu ini terbuka untuk siapa saja, tidak khusus untuk umat muslim Tionghoa. Mengenai persiapan lain seperti tenda, sejauh ini belum dipasang, karena melihat kondisi di lapangan terlebih dahulu.
Afandi menambahkan hingga saat ini pihaknya masih terus melaksanakan kegiatan rutin seperti berbuka puasa serta tarawih. Tidak hanya itu, pada hari-hari tertentu juga dilakukan pengajian.
Ia juga menambahkan, anggota PITI Sumsel  kini berjumlah sekitar 4000 orang yang tersebar di daerah-daerah yang ada di Sumatera Selatan. Dengan banyak jamaah tersebut pihaknya mengupayakan agar kegiatan yang digelar di masjid Cheng Ho tahun ini jauh lebih semarak.
“Ini merupakan salat Ied pertama di masjid Cheng Ho, kita berharap dapat berlangsung  lebih semarak,” ujarnya.
Disinggung persiapan makanan jelang lebaran Afandi mengaku tidak ada persiapan khusus atau bisa dikatakan sama dengan muslim lainnya seperti pempek serta kue-kue lainnya. ” Ya sama saja, ada pempek dan kue-kue lainnya, ” ujarnya.
Saat Lebaran, budaya silaturahmi juga tetap dilakukan tidak hanya kepada keluarga tetapi kesemua umat muslim lainnya. ”Selama ini silaturahmi sudah ada nah dengan lebaran, suasananya kan lebih semarak, ” pungkasnya. (**)

Iklan

Satu Tanggapan

  1. smg terus bertambah saudara seiman, makin banyak saudara2 kita dari etnis tionghoa yg tertarik mempelajari kebenaran islam dan menjadi mualaf, amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: