PILBUP LAHAT Pasangan Calon Sumringah

GANDENG: Pasangan calon bupati dan wabup Lahat saling bergandengan setelah penetapan nomor urut. Mereka saling klaim mendapatkan nomor urut cantik dan akan diingat pemilih.

NO URUT PILBUP LAHAT

1. H Amin Daoed – Hj Endang DS (PKB, PNUI, PSI, PPD, PPIB, Pelopor, Patriot Pancasila)
2. Lukman Nulhakim- Pokbi Exman (independen)
3. H Safaruddin Gumay – Hj Nurbaiti Rahim (independen)
4. Hermanto – Hj Zulhana
5. H Saifudin Aswari – H Sukadi Duadji (Golkar, PBR).
6. H Akmaludin – H Chozali Hanan (PPP, PBB, PDIP, PDK)
7. Mukti Sulaiman – H Niko Fransisco (PAN, PKS)

RADAR PALEMBANG, URUT – Setelah sebelumnya turun Surat Keputusan dari KPU Provinsi perihal penundaan tahapan verifikasi faktual pasangan Calon Bupati (Cabup) Lahat, yang berbuntut keterlambatan pengundian nomor urut, kini jadwal pengundian tersebut yang tadinya dilaksanakan 18 September digelar kemarin (20/09). Dengan begitu, tarik ulur proses tahapan verifikasi dan penetapan nomor terhadap ketujuh pasangan cabup Lahat periode 2008-2013, jelaslah sudah.
Ketujuh pasangan tersebut yakni Mukti Sulaiman – H Niko Fransisco (PAN, PKS), Lukman Nulhakim- Pokbi Exman (independen), H Amin Daoed – Hj Endang DS (PKB, PNUI, PSI, PPD, PPIB, Pelopor, Patriot Pancasila), H Safaruddin Gumay – Hj Nurbaiti Rahim (independen), Hermanto – Hj Zulhana (independen), H Akmaludin – H Chozali Hanan (PPP, PBB, PDIP, PDK), dan H Saifudin Aswari – H Sukadi Duadji (Golkar, PBR).
Ketentuan pengundian nomor urut dilakukan oleh masing-masing pasangan dan tidak bisa diwakilkan, sedangkan yang berhak pertama kali mengambil nomor adalah berdasarkan urutan nama ketika masing-masing calon mengembalikan berkas persyaratan. “Pasangan yang telah kita panggil tadi berdasarkan urutannya masing-masing, yaitu pasangan Mukti, Lukman, Amin, Safarudin, Hermanto, Akmal, dan terakhir Aswari,” tutur Ketua KPUD Lahat H Rasyid Pajim.
Selain ketujuh pasangan Cabup-Cawabup, turut hadir diacara tersebut Kapolres Lahat AKBP Cok Bagus Ary, Wakil Ketua DPRD Lahat H Ahmad Subardi, Bupati Lahat yang diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik M Rusli Amin, serta pihak-pihak yang berwenang menyaksikan proses pengundian. “Alhamdulillah, pengundian yang semula sedikit tertunda dapat kita lalui dengan lancar, dan begitu juga dengan tahapan-tahapan berikutnya. semoga dapat kita selesaikan tahap demi tahap demi terciptanya pemilihan yang damai dan aman,” ucap Subardi, d isela-sela acara.
Aksi sumringah terpancar dari ketujuh raut wajah pasangan Cabup-Cawabup pasca penetapan nomor, Aswari menuturkan, baginya tidak ada persoalan nomor urut berapa yang akan diterimanya, yang penting dengan nomor tersebut dirinya akan selalu diingat pendukungannya. “Insya Allah dengan nomor urut lima ini, pendukung kami langsung ingat dengan pasangan kami, dan juga semoga nomor ini berkah menjadikan kami terpilih dalam Pilkada nanti,” pungkasnya.
Sementara itu, aksi demontrasi kembali terjadi, tampak puluhan simpatisan Chahaya kembali mendatangi KPUD Lahat Jalan Bhayangkara ketika pengundian berlangsung. Dengan menggunakan motor, rombongan massa mencoba memasuki halaman kantor KPUD guna meminta kejelasan keputusan KPUD yang tidak mengikut sertakan Chahaya dalam bursa pencalonan Bupati Lahat. Sebelum massa bertambah banyak, dengan cekatan puluhan anggota polisi yang sudah siaga langsung menutup pagar masuk dan berjaga-jaga mengamankan sekeliling kantor.
Di tempat terpisah, pasangan Cabup-Cawabup yakni H Harun Syarif- H Junaidi (Harjuna) yang juga namanya tidak lolos dalam pencalonan, turut menuai protes terhadap keputusan KPUD Lahat tersebut. Sebelum diadakannya pengundian, sekitar pukul 10.00 WIB tim advokat pasangan Harjuna yang diketuai Muhammad Yusuf Amir mendatangi kantor KPUD Lahat, guna memberikan surat permohonan penundaan tahapan- tahapan Pilkada Lahat.
Sehubungan dengan adanya gugatan Tata Usaha Negara (TUN) yang telah Harjuna ajukan ke PTUN Palembang dengan nomor 21/G/2008/PTUN/.PLG 19 September kemarin, dan untuk menghindari kerugian yang lebih besar baik dari pasangan calon maupun pihak lain, maka pagi kemarin tim advokadnya menyampaikan surat permohonan kepada KPUD Lahat untuk dapat menunda tahapan-tahapan Pilkada sampai proses perkara yang mereka ajukan punya kekuatan hukum tetap dan pasti. (cr01)

Iklan

2 Tanggapan

  1. sapo be bupati kito jangan besak uap be okray….

  2. Yup, inem. Moga-moga para gubernur dan bupati kito tidak hanya ngobaral program di atas panggung tapi benar-benar direalisasikan. Kalau dio besak uap selanjut jangan dipilih lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: