Arudji: Ada Skenario Menutup Pusri

Hari Ini, Forum Peduli Pusri

Sowan ke DPRD Sumsel

Gedung utama  sebagai pusat administrasi PT Pusri. Rencana holding company BUMN pupuk ini ditentang masyarakat Palembang.

PUSRI: Gedung utama sebagai pusat administrasi PT Pusri. Rencana holding company BUMN pupuk ini ditentang masyarakat Palembang.

RADAR PALEMBANG, BUMN-  Anggota Komisi II DPRD Sumsel Arudji Kartawinata mencium adanya skenario yang lebih besar dari sekedar pembentukan holding PT Pusri dibawah PT Agro Kimia Indonesia. Arudji mencium skenario bisnis yang berujung pada penutupan PT Pusri.
‘’Ya, besok Senin ada pertemuan antara DPRD Sumsel khususnya Komisi II sekitar pukul 09.00 WIB untuk membahas masalah holding PT Pusri. Saya kurang tahu apakah dengan unsur SPPS (Serikat Pekerja Pupuk Sriwijaya), Yayasan Dapensri (Dana Pensiun Pusri) atau dengan Forum Peduli Pusri,’’ buka Arudji, kemarin (21/9).
Namun sambung Arudji kemungkinan besar pertemuan yang digelar dengan Forum Peduli Pusri. Meski secara pasti belum tahu siapa yang duduk diforum tersebut, yang jelas tegas Arudji forum tersebut isinya karyawan PT Pusri.


’’Mereka datang ke Komisi II untuk memberikan masukan dan diskusi dengan dewan terkait dengan rencana holding. Kalau saya tidak salah mereka adalah orang-orang yang menolak rencana holding yang saat ini sedang hangat-hangatnya dibicarakan,’’ urainya.
Jika memang menolak, sambung Arudji ini senada dengan dirinya dan aspirasi anggota dewan lainnya maka dewan siap mem-back up keinginan Forum Peduli Pusri. Apalagi tegas Arudji dirinya melihat holding yang dilakukan tak hanya akan menghilangkan nama Pusri saja, tetapi lebih dari itu. ”Saya mencium adanya skenario menutup PT Pusri,” tegas pensiunan PT Pusri ini.
Lho kok ? ”Holding itu ada dua. Pertama seperti yang terjadi selama ini. Pusri menjadi induk holding. Konsekwensinya semua yang terjadi pada unit, termasuk kerugian yang menanggung Pusri. Yang kedua, dibetuk holiding baru dan Pusri sebagai anak atau unit saja dari holding,” tegasnya.
Jika Pusri hanya sebagai unit jelas urusan manajemen Pusri tidak dipegang sendiri lagi. Tetapi oleh induk holding yang mengatasnamakan PT Agro Kimia Indonesia. ’’Skenarionya bisa jadi sama dengan skenario penutupan pabrik ban Intirub. Intirub dulukan dibeli oleh pabrik ban lain. Lantas dengan alasan menjadi beban, mengalami kerugian maka harus dilakukan pengurangan karyawan. Yang berujung pada penutupan. Apalagi dikatakan pensiunan menjadi beban perusahaan. Ini bisa terjadi juga di Pusri,’’ urainya.
Untuk Pusri dalihnya kata Arudji bisa menggunakan cara yang sama. Ketika holding dibentuk maka modal masuk ke pemilik baru. Kemudian dalam perjalanan holding ini akan dinilai.
’’Jika dilihat tidak visible, karyawan kebanyakan, ya induk yang mengatur. Lalu dikatakan Pusri  sudah tua, tidak lagi produktif. Secara pelan-pelan akan mati. Holding dibebani Itu yang saya pelajari, jangan sampai digiring seperti intirub,’’ tegasnya.
Penyebabnya adalah persaingan usaha. Intirub dijual ke parbik lain lalu dimatikan. Pusri juga akan mengalami demikian. Kenapa ? ”Karena kepemilikan sudah pada tataran persaingan. Kalau tetap hidup sama saja dengan persaingan. Karenanya saingan ditutup. Kalau bicara Pusri itu identik dengan urea dan amoniak. Nah, dengan label Agro kimia tidak hanya pupuk. Bisa jadi Pusri tidak lagi memproduksi pupuk. Intinya Pusri dipreteli untuk diciutkan. Dan saya sudah melihat ada skenario kearah itu. Ini harus dicegah,” pungkasnya.(rul)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: