Fenomena Short Selling Berlanjut

Indikasi adanya short selling yang menjadi penyebab anjloknya transaksi saham di sejumlah negara termasuk Indonesia, ternyata mampu menggoyang sikap kalangan pialang tanah air. Aksi beli besar-besaran dilakukan untuk menutupi penjualan saham yang belum dimiliki itu.

Langkah ini diproyeksikan akan berlanjut selama minggu-minggu ini. Saham-saham unggulan diperkirakan akan alami peningkatan signifikan. Jual hari ini beli hari ini. Langkah tersebut gencar dilakukan untuk menghindari penghentian operasi perusahaan securitas yang terbukti melakukan short selling sebagaimana yang dicetuskan BEI.

Antisipasi pialang mulai terlihat pada perdagangan Jumat (19/9) lalu. Pembelian besar-besaran yang terjadi membuat IHSG penutupan menguat siginifikan 5,82 persen (104,06 poin) di 1.891,73. Bahkan pada hari itu sempat menguat ke level 1.900 atau telah mendekati posisi dua minggu lalu. Tak hanya bursa lokal yang menguat, rata-rata bursa global perdagangan Jumat dan Sabtu lalu menguat sangat pesat.

Dow Jones naik 368,75 poin (3,35 persen) di 11.388,44, FTSE naik 431,30 poin (8,84 persen) di 5.311,30, Australia AORD naik 188,80 poin (4,06 persen) ke 4.840,70, Shanghai SSEC naik 179,25 poin (9,46 persen) di 2.075,09, Hangseng naik 1.695,27 atau 9,61 persen) di 19.327,73, Nikkei naik 431,56 poin (3,76 persen) di 11.920,86, Singapura STI naik 139,86 poin (5,78 persen) di 2.559,07 dan Korea Kospi naik 63,36 poin (4,55 persen) ke 1.455,78.

Indikasi short selling dalam transaksi saham tercium oleh badan pengawas pasar modal dunia. Ada tiga negara yang menilai sinyalemen ini dialami bursa sahamnya yakni Amerika Serikat, Inggris serta Indonesia. Anjloknya kondisi lembaga keuangan AS sekelas Lehman Brothers, Merrill Lynch serta AIG, dianggap awal kejatuhan sektor keuangan. Investor yakin bila ini terjadi harga saham akan lebih murah lagi sehingga mereka melakukan pemesanan untuk pembelian hari berikutnya. Padahal yang diizinkan Bappepam hanyalah menjual hari ini, maka hari itu juga harus membeli.

Sementara itu, transaksi IHSG selama seminggu kemarin terselamatkan oleh pernyataan yang sifatnya menenangkan pasar. Seperti ucapan Ketua Bappeman-LK, Kepala BEI, Menteri Keuangan serta Presiden SBY. Disamping itu juga diminta melakukan buy back saham-saham BUMN. Sedangkan sentimen luar negeri adanya intervensi sejumlah bank sentral asing yakni (Jepang, AS serta Eropa).

Ketiga bank sentral ini akan mengintervensi pasar dengan menggelontorkan dana USD 180 miliar. Bahkan kabarnya, bank sentral ini akan menerbitkan obligasi untuk membantu dua perusahaan pembiayaan yang telah krisis duluan Fannie Mae serta Freddie Mac. Total dana intervensi yang diberikan pemerintah buat menyelamatkan bursa dunia mencapai USD 200 miliar.

Perdagangan minyak mentah hingga kemarin menguat 6,02 dolar (6,15 persen) di USD 104,55 perbarrel, gas alam turun 0,127 dolar (1,67 persen) ke USD 7,531 perMMBTU dan emas turun 36 dolar (4,03 persen) ke USD 857,60 pertroy ons.(ade)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: