Jiwasraya Tarik Produk Konvensional

RADAR PALEMBANG, KONVENSIONAL-Guna menyesuaikan dengan perkembangan trend zaman, Jiwasraya melakukan inovasi terhadap produk-produknya. Asuransi konvensional ditarik dari pasaran dan diganti dengan produk baru berbasis investasi (unit link).
Tercatat sekitar 33 produk Jiwasraya yang dianggap konvensional dan tradisional tidak lagi di pasarkan seperti Asuransi Dwi Guna serta Asuransi Dana Multi. Menurut Instruktur Jiwasraya Muhammad Toher SE AAAI-J, produk konvensional dinilai tidak menguntungkan perusahaan.


”Produk lama, resiko ditanggung perusahaan sedangkan bagi pemegang polish tidak menanggung resiko. Disamping itu juga ada angka patokan minimal keuntungan yang akan diterima. Tapi dengan produk unit link pemegang polish juga ikut menanggung resiko dan tidak ada jaminan keuntungan,” kata Toher.
Namun, bukan berarti produk unit link tidak ada keuntungan, profit yang diterima tetap ada hanya saja bukan dengan jaminan angka pasti. Keuntungan bisa saja lebih rendah, lebih tinggi atau malah tidak untung sama sekali dalam jangka waktu tertentu.
Perubahan suku bunga perbankan yang cenderung bergerak naik dalam tempo cepat, juga menjadi salah satu faktor pemicu. Umumnya, dalam produk konvensional profit yang bakal diterima mengikuti suku bunga terkini. Tapi saat bulan berikutnya bunga berubah, pemegang polish mengharapkan keuntungan sesuai pergerakan bunga tersebut. ”Dengan unit link penyesuaian bunga ini langsung bisa diterapkan. Karena produknya bergantung kondisi pasar sekunder yang terkadang bisa naik dan bisa pula turun.”
Ditanya ada berapa banyak produk unit link yang menggantikan (switch) produk konvensional tersebut? Toher mengatakan, untuk sementara ini baru ada lima produk. Dua produk sudah terlebih dulu diluncurkan beberapa waktu lalu yakni JS Link Fixed 93 dan JS Link Fixed 98, sedangkan tiga produk lagi dikeluarkan akhir Agustus lalu yang masing-masing berupa produk investasi berbasis pasar uang, pendapatan tetap, obligasi serta saham. Bahkan dalam waktu dekat ini asuransi pendidikan akan ikut di-switch ke unit link.
Switch produk ini akan ditawarkan kepada pemegang polish. Dengan syarat, nilai tunai minimal Rp 4 juta yang telah dijalankan selama setahun. Toher mengakui, kalau untuk wilayah Palembang jumlah pemegang polish yang memenuhi ketentuan ini ada ribuan polish. Proses switching ini dilakukan Jiwasraya secara nasional terhitung 1 September 2008 dan ditargetkan berakhir hingga 30 Juni 2009.
’’Supaya pemegang polish lebih tertarik untuk melakukan switching kami akan berikan asuransi tambahan, asuransi kecelakaan dan penyakit kritis secara cuma-cuma. Proses perubahan ini sendiri tidak akan merugikan konsumen, justru jika nilai tunai polishnya sudah tinggi kemudian dipecah, dia akan menerima proteksi yang lebih banyak,’’jelas Toher.(ade)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: