Puasakan Hasrat Duniamu

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa seorang laki-laki datang dan bermohon kepada Rasulullah, “Ya Rasulullah, tunjukkan kepadaku suatu amalan yang bila aku amalkan niscaya aku akan dicintai Allah dan manusia.” Rasulullah menjawab, “Hiduplah di dunia dengan berzuhud (bersahaja) maka kamu akan dicintai Allah dan jangan tamak terhadap apa yang ada di tangan manusia, niscaya kamu akan disenangi manusia.” H.R. Ibnu Majah.


Cinta itu simbol energi dan kekuatan. Dari cinta akan lahir energi dan kekuatan. Orang yang tak punya cinta dia tak akan punya energi dan kekuatan. Dan dengan cinta lahir kehidupan. Oleh sebab itu, orang yang punya kehidupan adalah orang yang mampu mengelolah cinta menjadi energi dan kekuatan dalam kehidupannya. Hadis ini mengajarkan kepada kita tentang ciri orang yang cerdas dalam hidup ini yakni ingin dicintai Allah dan manusia. Itulah kesempurnaan cinta. Apatah lagi cinta itu berpadu dari dua muara besar yaitu Allah yang Maha Perkasa dan Maha Indah, Sumber Cinta dan manusia adalah pancaran dari cinta itu sendiri. Persoalannya, kapan dua muara besar itu berpadu dalam diri manusia?
Kesahajaan dan tidak tamak adalah sifat terpuji yang akan mengantarkan manusia dicintai Allah dan manusia. Sifat ini akan muncul dari orang yang tidak mudah silau dan lupa diri dengan dunia dan perhiasannya. Dunia dilihatnya sebagai sarana bukan tujuan. Orang yang melihat dunia sebagai sarana berusaha menguasai dunia untuk kemaslahatan hidup dan hajat orang banyak. Sebaliknya orang yang menjadikan dunia sebagai tujuan berusaha memburu dunia untuk kepentingan hawa nafsunya, dunia diletakkan di hatinya bukan di tangannya. Mereka terperangkap dalam cinta dunia dan sampai takut mati. Ketamakan terhadap harta, jabatan, kekayaan dan dunia membuat hidup dalam kegelapan. Lihat para koruptor pencuri uang rakyat tak akan punya hati nurani karena hatinya gelap. Untuk apa punya rumah gaya “sepanyol” (separoh nyolong) dan kendaraan mewah tapi tak punya harga diri. Kemuliaan bisa hilang karena ketamakan dan ambisi nafsu dunia.
Lihatlah orang-orang yang bergelimpangan di tengah kehidupan ini karena kalah menghadapi hawa nafsu sehingga menjadi manusia yang bergelimang dalam dosa dan maksiat. Hidupnya diperbudak hawa nafsu, gara-gara silau melihat dunia. Ada orang yang dihinggapi penyakit “ganas” penguasaan atas perhiasan dan kesenangan dunia, sehingga bersedia menjadi pelacur dan atau pembunuh asal hasrat duniawianya terpenuhi. Dia tertipu dan terperdaya, dia terjebak dan terperosok dalam lumpur dan lembah hitam. Karena membela kesenangan sesaat dan melihat kehinaan sebagai sebuah kebaikan. Makmane ike, la parak kuburan masih lum sadar diri?
“Kanibalisme Sumanto” pernah muncul di awal tahun 2000 dan “Jagalisme Ryan” muncul di tahun 2008, di Indonesia dan terutama di Jawa ada apa ini? Ada gara-gara apa ini? Banyak orang tidak mampu menangkap gejala zaman, mengapa? Ya Allah, di bulan maghfirah ini ampunilah segala dosa-dosa kami, perbaiki fitrak kemanusiaan kami. Jauh di ufuk kesadaran rohaniah kami, di bulan penuh berkah ini, jauhkanlah kami dari upaya mempersekutukan-Mu ya Allah! Ya Allah puasakan hasrat dunia kami.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: