Setoran Bank ke BI Meningkat

Sampai Minggu Ketiga
Ramadan Capai Rp 219 M

RADAR PALEMBANG, SETORAN-Sampai minggu ketiga Bulan Ramadan setoran bank ke Bank Indonesia terlihat melonjak dari biasanya. Total penyetoran dana perbankan mencapai Rp 219,65 miliar atau naik 27,96 persen dibanding tahun sebelumnya.
Bila dihitung minggu per minggu, penyetoran dana bank alami fluktuasi. Minggu pertama ada di level Rp 131,966 miliar, minggu kedua Rp 40,672 miliar dan minggu ketiga Rp 47,012 miliar.


Sedangkan penarikan dana dari perbankan ke BI, minggu pertama Rp 24,133 miliar, minggu kedua naik Rp 96,914 miliar dan minggu ketiga bertambah lagi jadi Rp 231,596 miliar sehingga sampai minggu ketiga ini total penarikan dana oleh perbankan di Palembang mencapai Rp 352.643. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, pencapaian ini mengalami penurunan 53,65 persen.
Menanggapi mulai tingginya permintaan masyarakat tersebut, Pemimpin Bank Indonesia Palembang Zainal Abidin Hasni, perilaku ini terjadi setiap tahun. ”Setiap tahun ada kebutuhan masyarakat sehingga bank-bank menarik dana dari BI. Dana digunakan untuk penukaran kepada nasabah-nasabah. Jadi bank bisa berikan penukaran kepada nasabah dan BI juga bisa melakukan penurakan kepada masyarakat. Serta ada juga empat perusahaan PPUPK untuk menyiapkan penukaran.”
Sementara penukaran dana oleh masyarakat sampai minggu ketiga ini terbanyak nilainya untuk pecahan Rp 5 ribu yang mencapai Rp 2,166 miliar lalu diikuti pecahan Rp 10 ribu sebanyak Rp 2,11 miliar, pecahan seribu Rp 2,099 miliar, pecahan Rp 20 ribu sebesar Rp 1,93 miliar, pecahan Rp 50 ribu senilai Rp 40 juta dan Rp 100 ribu dengan nilai Rp 20 juta.
”Kami juga sudah mempersiapkan kebutuhan masyarakat atas pecahan uang. Sebelumnya sudah diprediksi kebutuhan untuk lebaran kali ini. Selama bulan puasa ini rata-rata kebutuhan seribuan hampir Rp 300 juta yang disiapkan, sehingga total selama bulan puasa sekitar 4,5 miliar. Lalu pecahan Rp 5000 sebanyak Rp 3 miliar dan Rp 10 ribu sekitar Rp 3 miliar,” jelas Zainal. Diperkirakan pada minggu keempat ini, penukaran akan alami peningkatan lebih besar seiring dengan mulai dibagikannya THR.
Mengenai libur transaksi perbankan saat lebaran, Zainal mempertegas kalau transaksi terakhir akan dibuka pada tanggal 29 September 2008. Layanan kliring maupun kas akan tetap dibuka. Kemudian transaksi akan berjalan normal kambali pada 6 Oktober mendatang.
Disinggung mengenai antisipasi penukaran uang palsu selama lebaran, mengingat peredaran uang melonjak dari biasanya, dia berucap, dampak langsungnya belum diketahui secara pasti. Namun Bank Indonesia sejauh ini telah gencar melakukan sosialisasi ke pedesaan. Rata-rata masyarakat yang terkena peredaran uang palsu adalah masyarakat di pedesaan.(ade)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: