Sulit Diakses Karena Agunan Besar

RADAR PALEMBANG,KREDIT-Kredit Ketahanan Pangan dan Energy (KKPE) Sumsel yang merupakan program pemerintah pusat yang disalurkan melalui perbankkan dengan subsidi bunga sebesar 7 persen, hingga kini belum mendapat respon optimal. Karena pola agunan yang disyaratkan perbankan masih cukup memberatkan.
Hal inilah salah satu sebab juga, membuat kerjasama rencana program pengkucuran KKPE BRI dengan Pemprov melalui Dinas Peternakan sebesar Rp 140 miliar dead lock hingga saat ini. Koordinator Tim Koordinasi penanggulangan kemiskinan Propinsi Sumsel Kelompok Kerja Pemberdayaan Masyarakat Sumsel HM Najib Asmani, mengatakan, bahwa pola agunan diterapkan oleh perbankkan masih memberatkan masyarakat yang akan menerimanya.


Padahal program KKPE pemerintah dengan subsidi bunga 7 persen itu diharapkan bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat. Sebelumnya tak ada usaha, bisa memiliki usaha. Sebelumnya tak punya penghasilan tetap, punya penghasilan tetap.
Sayangnya, perbankan masih membebani dengan pola agunan personal. Inilah membuat mentok, rencana penjajakan kerjasama antara BRI dengan Pemprov untuk dengan subsidi bunga sebesar 7 persen dari total bunga komersial 14 persen yang harus ditanggung.
’’Jadi petani hanya menanggung bunga sebesar 7 persen saja, karena 7 persennya sudah disubsidi pemerintah melalui alokasi dana Program Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKPE),’’jelasnya.
Menurutnya, program KUR KKPE ini sebenarnya cukup bagus, sedikit berbeda dengan KUR pada umumnya. Selain dari sisi bunga, dimana KUR KKPE mendapat jaminan kredit hanya 7 persen, sedangkan KUR pada umumnya murni bunga komersil hanya dibantu penjaminanya oleh asuransi Askrindo. Juga berbeda dari sisi mekanisme syarat dan ketentuanya.
Apalagi pola agunan harus dijamin oleh pihak ketiga. ’’Artinya kelompok tani tersebut tak perlu menjaminkan usahanya, namun ada lembaga penjamin pihak ketiga yang akan dijadikan sebagai penjamin. Nah, kita ini selalu kesulitan, pihak mana siap menjaminkan dana sebesar itu.’’
Padahal seharusnya, melalui system tanggung renteng seperti pola penerapan pengkucuran kredit tanpa agunan lainya sudah cukup bagus. ’’Ya, kalau polanya jaminan besar, kita juga tak punya asset besar untuk dijadikan jaminanya,’’pungkasnya. (ayu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: