Aidit Klaim Tahun Jamak, Zamzami Bantah

RADAR PALEMBANG, BANGUN – Proses pembangunan Islamic Center yang berlokasi di Jakabaring selalu saja memunculkan perdebatan. Kali ini, jika Asisten III Setda Provinsi Sumsel dr Aidit Aziz mengklaim DPRD Sumsel telah menyetujui pendanaan masuk tahun jamak, maka Ketua DPRD Sumsel Zamzami Achmad malah membantahnya.

Menariknya klaim dan bantahan ini terjadi seusai rapat antara Pemprov Sumsel dan pimpinan DPRD Sumsel. Hadir dari Pemprov Sumsel Asisten III Setda Provinsi Sumsel dr Aidit Aziz, Karo Kesra Tony Panggarbesi, Kadis PU Cipta Karya Pemprov Sumsel H Fadhil Taufik SF. Dari DPRD Sumsel Ketua DPRD Sumsel Zamzami Achmad, Ellianudin HB, Bihaqi Soepyan. ’’Pimpinan dewan itu sepakat dan mendukung penuh pelaksanaan pembangunan Islamic Center,’’katanya.
Terkait dengan keinginan dewan agar di-reschedule mantan Kabanpora ini mengatakan tidak ada persoalan. Permintaan itu disampaikan dalam rangka memastikan jaminan kesinambungan anggaran. ’’O itu masalah anggaran, jangan putus istilahnya. Jangan sampai dimulai tapi tidak ada kelanjutan. Tahun ini, tahun depan, tahun jamak jadinya. Nanti kami pelajari dulu. Dan harus paparan lagi,’’ungkapnya.
Aidit memastikan tahun jamak adalah biaya pembangunan untuk keseluruhan. ’’Jangan cuma jadi masjid yang lain tidak. jadi seluruh. Kami berharap lima tahun anggaran. Jadi pertahun ada Rp 100 miliar. Tapi ini akan paparan lagi dengan dewan mengenai tahapan dan schedule pembangunan. Tapi masih paparan untuk yakinkan dewan setelah lebaran ini,’’ tukasnya.
Untuk lelang imbuhnya sudah diumumkan namun belum dilaksanakan. Dengan pelelangan tersebut maka pemancangan pada tahun ini bisa segera dilaksanakan. Masalah tanah sendiri imbuh Aidit sudah selesai.. ’’Nanti tukar guling tetap sesuai dengan peraturan perundangan. Tanah sekarang rawa kalau diganti tanah sudah matang beda,’’ tukasnya.
Ditemui terpisah Ketua DPRD Sumsel Zamzami Achmad mengatakan pihaknya belum pernah menyetujui kalau pembangunan Islamic Center masuk dalam tahun jamak. Kalau pun ada kesepakatan dengan dewan, pihaknya hanya meminta agar pemprov segera memaparkan ulang jadwal pembangunan Islamic Center.
’’Kalau disetujui itu belum. Yang ada kami menanyakan hasil kesepakatan rapat 9 September yang lalu. Sebab saat itu ada kesepakatan untuk me-reschedule pembangunan Islamic Center sampai dengan selesainya masalah tanah. Kami juga meminta agar dibuat perencanaan yang matang untuk menyusun anggaran tahun mendatang,’’tegasnya.
Untuk disetuji dan masuk tahun jamak sambung Zamzami diperlukan kajian yang sangat mendalam. Dari dana yang diperlukan, tahapan pembangunan, penggunaan angaran dan sumber dananya. Tidak bisa hanya dengan mengatakan diperlukan dana sekian dewan akan menyetujuinya.(rul)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: