Ambang Atas Rp 150, Bawah 92 Per Km

Tarif Angkutan Berlaku

Mulai H-7 Lebaran Idul Fitri

RADAR PALEMBANG,TARIF-Pemerintah Provinsi  melalui Dinas Perhubungan (Dishub) kemarin telah menetapkan ambang atas dan bawah tarif angkutan lebaran. Pemerintah memastikan ambang atas tarif  Rp 150 per km dan ambang bawah Rp 92 per km. Ketentuan ini berlaku H-7 dan H+7 lebaran Idul Fitri. Untuk tarif bus AC tidak diatur pemerintah tetapi diserahkan langsung kepada pengusaha angkutan.
Menurut Kepala Dinas Perhubungan Sumsel Sarimuda MT melalui Kasi Perkeretapian dan Jalan Novri Delimunte, penetapan tarif itu mengacu kepada UU Nomor 14 tahun 1992 tentang ketertiban lalu lintas dan angkutan.


’’Tarif baru yang telah ditetapkan itu harus dicantumkan di setiap loket dan tiket PO. Bagi yang melanggar masyarakat bisa melaporkan langsung ke 08127866179,’’ungkapnya.
Termasuk, untuk pelarangan, BG plat hitam yang beroperasi melakukan angkutan penumpang umum, baik antar kota maupun antar wilayah. Ini juga pelanggaran, silahkan dilaporkan.
Kalau yang melakukanya adalah untuk Angkutan Kota Antar Provinsi (AKAP),pihaknya bakal melaporkan langsung ke pusat, selanjutnya dicabut izinya atau dibekukan izinya dalam waktu beberapa bulan.
Bila melakukan adalah Angkutan Kota Dalam Propinsi (AKDP), maka, akan ditindaklanjuti oleh Dishub Propinsi. ’’Ya tidak tanggung-tanggung, kita bisa cabut izinya, karena pelanggaran mengandung resiko keselamatan orang banyak,’’ungkapnya.
Target Road Map dari Mentri Perhubungan, guna melakukan zero accident pada arus mudik lebaran tahun ini adalah tugas berat. ”Makanya kita akan super ketat,melaksanakan pantaun di beberapa titik,”imbuhnya.
Termasuk mengamankan bagi pemudik menggunakan kendaraan bermotor. Ini juga ada ketentuan khusus. Yang berencana mudik, silahkan ajukan permohonan pengawalan ke Lantas Polda Sumsel.
Karena pihak kepolisian bersama Dishub bakal melakukan pengawalan estafet, yang startnya dimulai kumpul di Stadion Bumi Sriwijaya Palembang. Dari sana akan dikawal oleh pengawal khusus hingga ke perbatasan Palembang.
Setelah sampai perbatasan Palembang, maka pengawalan selanjutnya akan diserahkan ke kepolisian wilayah setempat untuk mengawal hingga perbatasan wilayah, begitu seterusnya hingga wilayah dituju sampai.
Meskipun menurut ketentuan, mudik pakai motor adalah dilarang, karena kendaraan bermotor itu ketentuannya bukan untuk perjalanan jauh, namun untuk perjalanan dalam kota.Tapi, sejauh ini masih dimaklumi. Makanya dibuat aturan pengawalan khusus.
Oleh sebab itulah, disarankan bagi pemudik, untuk beristirahat setiap menempuh perjalanan selama 4 jam. Karena dalam 4 jam, tubuh akan mengalami penurunan stamina. Untuk menghindari kecelakaan, diwajibkan istirahat, dan keluar dari kendaraan.
Meskipun hingga hari ini, jumlah kenaikan penumpang belum signifikan, diprediksi baru melonjak pada H-3 kedepan. Namun pihaknya telah minya pihak keamanan waspada. Lalu Puskesmas di area Jalintim-Jalinteng buka 24 jam, juga SPBU diminta bukan 24 jam.
Selain juga mnengeluarkan  8 instruksi penting, kepada PO untuk menyiapkan angkutan SO (Siap Operasi), Perusahaan kapal untuk docking lebih awal. Kepada petugas KAI menjaga ketat pintu perlintasan.
Kepada UPTD timbangan jalan, agar menutup operasi timbangan selama 16 hari mulai 24 September hingga 09 Oktober.Bahkan, untuk pelabuhan penyebrangan agar mengutamakan angkutan penumpang, dan menghentikan angkutan barang selama arus puncak mudik.(ayu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: