Cara Pemkab Empat Lawang Menekan Harga Pasaran

“Tak Mengurangi Tapi Bisa Menahan”

Semakin meningkatkannya berbagai harga kebutuhan pokok di pasaran, membuat Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Empat Lawang, mengambil kebijakan penetrasi harga di bawah hingga 30 persen dari pasaran.

Kebijakan yang diambil melalui kegiatan pasar murah tersebut, diharapkan akan mampu menekan harga sejumlah kebutuhan bahan pokok masyarakat menjelang lebaran mendatang.

Mobius Alhazan – EMPAT LAWANG

KEBUTUHAN pokok seperti beras, gula, gamdum, telur, minyak goreng, akan digelontor Disperindag Empat Lawang bakal yang harganya jauh di bawah pasaran. Untuk beras misalnya, di tingkat pengecer dengan kualitas lokal harganya mencapai Rp 5.500 per kilogram hanya dijual dengan Rp 3.000.


Kemudian gula yang harganya mencapai Rp 6.500 per kilogram hanya dijual dengan harga Rp 4.000. Lalu telur Rp 28.000 per karpet hanya dijual dengan harga Rp 25.000 per karpet, minyak goreng Rp 12.000per kilogram hanya dijual dengan harga Rp 10.000 per kilogram.
Menurut Kepala Dinas Perindag Kabupaten Empat Lawang, H Lutfi Umar, kebijakan tersebut semata hanya untuk menahan harga di pasaran yang semakin melambung apalagi menjelang lebaran. Kebijakan tersebut katanya tidak bermaksud merusak harga pasar secara parnen, namun hanya bersipat sementara hanya untuk menstabilkan harga saja.
”Biasanya H-7 semua bahan kebutuhan pokok harganya berlomba-lomba mengalami kenaikan, guna menekan itu maka kita mengambil kebijakan untuk mengalihkan perhatian masyarakat dengan menjual bahan kebutuhan jauh di bawah standar harga saat ini. Dengan kebijakan operasi pasar ini diharapkan masyarakat khususnya kalangan menengah kebawah dan pegawai golongan rendah akan terbantukan,” ungkapnya..
Untuk itu Lutfi mengatakan, agar masyarakat khususnya kalangan ekonomi menengah ke bawah untuk dapat memanfaatkan program pasar murah yang akan digelar pada, 25-26 September lusa. ”Program pasar murah ini didanai berasal dari alokasi pos bantuan Bupati Empat Lawang melalui Dinas Perindag. Untuk pemasarannya kita melakukan kerja sama dengan ibu-ibu Dharma Wanita Kabupaten Empat Lawang, oleh sebab itu masyarakat miskin atau pegawai golongan rendah, harus memanfaatkannya agar tidak dimanfaatkan oleh orang-orang yang mampu,” ujarnya. (*)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: