Diawasi, 12 Produk Susu Tiongkok

RADAR PALEMBANG, SUSU-Berbeda dengan Singapura, Hongkong dan Brunei yang sudah mulai melarang impor dan peredaran susu produksi Tiongkok, pemerintah belum akan melarang impor susu asal Tiongkok yang kini sedang dipermasalahkan karena mengandung melamin.
“Yang saya ketahui saya dapat laporan mengenai 12 perusahaan susu yang mengandung melamin. Itu kita serahkan ke Badan POM (Pengawasan Obat dan Makanan) yang mengawasi,” ujar Menteri Perdagangan, Mari Elka Pangestu usai raker di Komisi VI DPR kemarin. Pemerintah belum akan melarang importasi susu dari Tiongkok, namun tetap akan melakukan pengetatan pengawasan terhadap produk susu tersebut.


Mari mengaku tidak tahu persis berapa jumlah impor susu dari Tiongkok atau dari negara lain yang masuk ke Indonesia. Sebab, pengaturan mengenai impor susu seperti halnya impor daging yang berada di bawah wewenang Departemen Pertanian sebagai pihak yang memberikan izin pemasukan barang. “Kita belum tahu masalahnya apa. Tapi yang jelas kita tentunya akan melihat, merek atau perusahaan tertentu akan kita waspadai,” tegasnya.
Ketua Umum Gabungan Asosiasi Pengusaha Makanan dan Minuman (GAPMMI), Thomas Dharmawan menilai Indonesia belum perlu melakukan pelarangan impor susu dari Tiongkok. Sebab hingga saat ini peredaran susu Tiongkok masih sangat minim.
“Impor susu Tiongkok di Indonesia masih sangat kecil karena pasar susu di Indonesia dikuasai produsen-produsen besar seperti Nestle dan Indomilk,” ujar Thomas saat dimintai tanggapan mengenai hal itu. Kalau pun ada, menurut dia, konsumen susu produk Tiongkok tidak berada di pulau Jawa atau kota-kota besar lainnya. Biasanya yang mengkonsumsinya susu produksi Tiongkok adalah masyarakat yang berada di daerah perbatasan.
Thomas menjelaskan, di Indonesia sebanyak 70 persen susu yang beredar di pasaran merupakan susu impor. Hanya 30 persen yang diproduksi di dalam negeri. Importasi susu mayoritas didatangkan dari negara-negara eksportir utama seperti Australia dan Selandia Baru. “Pada dasarnya pasar kita masih dikuasi produk asing karena kurangnya pasokan bahan baku susu dari dalam negeri yang memenuhi syarat, “ tukasnya.
Menurut dia, impor susu yang dilakukan saat ini ada dua jenis. Pertama, impor dalam bentuk susu bubuk atau cair. Kedua, impor dalam bentuk bahan baku susu (susu skim) yang bisa diolah lagi. Salah satu alasan produk susu Tiongkok tidak terlalu laris di Indonesia adalah perbedaan aroma. “Susu yang disukai di Indonesia adalah susu yang relatif lebih wangi karena menggunakan minyak kelapa sawit. Sementara susu dari Tiongkok tidak sewangi itu,” jelasnya. (wir/jpnn)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: