Jelang Lebaran Baju Koko Kian Diminati

Tinggal dalam hitungan hari umat muslim di seluruh dunia akan merayakan lebaran. Banyak tradisi yang digelar untuk merayakan hari kemenangan tersebut antara lain mengenakan baju baru bernuansa islami, seperti baju koko.
Menariknya busana yang diyakini berasal dari negeri tirai bambu itu tidak hanya diminati muslim Tionghoa, tetapi juga umat Islam pada umumnya. Untuk mendapatkannya juga sangat gampang, terutama saat menjelang perayaan lebaran seperti ini. Mulai dari pusat fashion, pusat perbelanjaan modern, hingga pasar tradisional, termasuk pedagang kakilima, ikut menawarkannya.


Yang istimewa, baju koko itu hadir dalam banyak pilihan, mulai dari model hingga warna. Ukurannya juga lengkap, mulai dari anak-anak usia satu tahun ke atas hingga orang dewasa.
Menurut salah seorang warga muslim tionghoa Nur, baju khas Tionghoa yang asli sudah jarang digunakan, yang ada sekarang ini baju koko dengan beberapa modifikasi.
Menurutnya, baju koko sepertinya sudah menjadi baju wajib tidak hanya untuk sholat tetapi juga lebaran. “Untuk silaturahmi ke keluarga yang lebih tua dan salat Id, saya pilih baju koko,” katanya.
Berbeda dengan baju koko, baju khas Cina untuk wanita seperti baju kerah sanghai nyaris tak terlihat lagi Lebaran. “Kalau baju kerah sanghai sedang tidak musim. Kaum wanita lebih banyak pilih baju batik atau baju muslim berbordir dan berpayet,” ujarnya.
Sementara itu ketua PSMTI Sumsel Fauzi Thamrin mengakui salah satu baju bernuansa Tionghoa yang sangat populer menjelang Lebaran adalah baju koko. Sesuai dengan namanya, menurut dia, besar kemungkinan baju tersebut berasal dari baju tradisional Cina. Hanya saja, sekarang baju koko sudah mengalami modifikasi sedemikian rupa, mulai dari bahan hingga modelnya. Begitu pun modifikasinya tampil semakin modern.
Menurut dia,  sebagai warga yang masih memiliki darah Tionghoa, ia sangat bangga baju koko semakin merakyat. Hanya saja ia menyayangkan warga etnis Tionghoa sendiri cukup banyak yang tidak menyukai kombinasi baju koko tersebut.
“Kalau aslinya baju khas Cina untuk pria memang tidak seperti baju koko kebanyakan yang diperjualbelikan menjelang Lebaran seperti sekarang. Tapi untuk potongan dasar memang masih ada baju khas Cina,” katanya.(ace)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: