Kasus Tanjung Siapi Api, KPK Seret Sekjen Dephut

RADAR PALEMBANG, TANJUN API-API- Setelah menetapkan Chandra Antonio Tan, Bos Chandratex Indo Artha sebagai tersangka dalam kasus alihfungsi hutan mangrove Tanjung Api Api (TAA), Banyuasin, Sumatera Selatan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengembangkan skandal yang sudah
menyeret dua anggota DPR-RI Sarjan Taher dan Yusuf Emir Faishal ke jeruji besi. Menurut KPK, kemungkinan adanya tersangka baru dalam kasus TAA sangat terbuka.

Pengusutan kasus TAA terbilang memakan waktu yang panjang. Belasan hingga puluhan saksi dicecar. Proses penyelidikan dan penyidikan pun
dilakukan di berbagai tempat, seperti memanggil para tersangka dan saksi ke gedung KPK di Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.
Tim KPK juga mendatangi para saksi, seperti yang dilakukan tim KPK pimpinan Roni Santana ketika memeriksa saksi Soefyan Rebuin (mantan
Sekda Sumsel dan Dirut TAA), Dodi Supriyadi (mantan Kadishut Sumsel), dan tersangka Chandra Antonio Tan (Dirut Chandratex) di Tipikor Polda
Sumsel di Palembang. KPK juga melakukan penggeledahan-penggeledahan, antara lain penggeledahan ruang kerja Sarjan Taher di gedung DPR-RI Jl
Gatot Subroto Jakarta, kantor Pemprov Sumsel, gedung Departemen Kehutanan RI, rumah Yusuf Emir Fasihal, termasuk ruang kerja suami
pedangdut Hetty Koes Endang itu di gedung Masaro.

Senin (22/9), giliran Sekjen Departemen Kehutanan (Dephut) RI Bun Purnama yang dipanggil KPK. Tak banyak yang dijawab Bun ketika diserbu
wartawan. “Saya dimintai keterangan sebagai saksi untuk Yusuf Emir Fasihal dalam kasus Tanjung Api Api,” kata pria plontos itu lantas
berlalu.

Tak ada yang tahu pasti kedatangan Bun ke lembaga superbody tersebut, namun dia keluar sekitar pukul 17.00 Wib. Bun mengenakan pakaian dinas
Dephut, kemeja putih, berkaca mata. Setelah menghindar dari wartawan, dia bergegas menaiki mobil yang sudah menjemputnya di lobby KPK, Honda
Accord warna hitam, bernopol B1441ZF.

Selain Bun, Senin (22/9), KPK juga memanggil pejabat teras kantor Masaro, kantornya tersangka Yusuf Emir Fasihal. Gedung Dephut dan
gedung Masaro pernah digeledah KPK, setelah beberapa waktu anggota Komisi IV DPR-RI dari Fraksi Kebangkitan Bangsa itu ditahan. Tiga saksi Yusuf Emir
Faishal yang dipanggil tim penyidik KPK pimpinan Kompol Roni Santana SH SIk terkait TAA itu ialah, Presiden Direktur Masaro Putra Nevo,
Direktur Keuangan Masaro David Angka Wijaya, dan pihak swasta Anggoro Wijoyo. Putra Nevo tak mau komentar ketika dikejar wartawan.

Sebelumnya, KPK menggeledah gedung Masaro yang diduga milik Yusuf Emir Fasihal. Sekitar 15 anggota penyidik KPK mengacak kantor yang
bergerak di bidang alat-alat telekomunikasi itu. Gedung bertingkat tiga itu beralamat di Jalan Talang Betutu, No 11A, Menteng, Jakarta
Pusat.(gus/jpnn)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: