Maktab Siap 84 persen


Hasil inspeksi tim Menag ke Arab Saudi

RADAR PALEMBANG, HAJI-Tekanan publik agar pelayanan ibadah haji 2008 ditingkatkan mulai ditanggapi serius. Walaupun persaingan antarnegara untuk memperoleh pemondokan haji (maktab) kian ketat, Departemen Agama memastikan bahwa pihaknya terus berupaya keras untuk memenuhi target pemenuhan kuota maktab di Arab Saudi, khususnya Mekkah.


Hal itu disampaikan oleh Direktur Pengelolaan BPIH dan Sistem Informasi Haji (SIH) Abdul Gafur Djawahir. Gafur yang kemarin berada di Jeddah memastikan bahwa perolehan maktab bagi CJH Indonesia di Mekkah sudah mencapai 84 persen. ’’Kami sudah menginspeksi dan memantau sejumlah lokasi dan hasilnya cukup memuaskan, sekitar 84 persen sudah siap ditempati,’’ tegas Gafur.
Untuk saat ini, menurut Gafur, pihak Depag sedang berupaya mencari solusi dan mengatasi problem kenaikan harga sewa maktab akibat praktik calo yang marak di Arab Saudi. “Sisa 26 persen akan kami lanjutkan pemenuhannya hingga akhir Ramadhan sementara Qur`ah (undian maktab  bagi CJH, Red) akan dilaksanakan pertengahan bulan Syawal,“ papar Gafur.
Saat ini, Gafur sedang mendampingi Menteri Agama Muhammad Maftuh Basyuni bersama Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Slamet Riyanto di Arab Saudi untuk meninjau langsung persiapan penyelenggaraan haji 1429 H.
Gafur menjabarkan bahwa pada Senin kemarin (22/9) Menag telah memimpin rapat koordinasi persiapan penyelenggaraan haji 1429 H secara langsung di Arab Saudi. Rapat itu dihadiri oleh Dubes, Konjen, Dirjen Haji, tim perumahan serta tim verifikasi di Arab Saudi. ’’Kami membahas secara mendalam tentang persiapan penyelenggaraan haji, khususnya tentang perumahan,“ lanjutnya.
Bagaimana dengan target Depag bahwa yang menjamin tuntasnya ketersediaan maktab di akhir Ramadan? Gafur mengaku sulit memberikan kepastian. Dia tidak menampik bahwa pada tahun ini perolehan maktab memang agak lambat. Untuk itu, lanjutnya, Indonesia tidak bisa lagi menunda-nunda Qur`ah. ’’ Itu (Qur`ah, Red) biasanya sudah dimulai pada bulan Ramadan. Ini sudah mundur. Sehinga jalan satu-satunya adalah mempercepat perolehan rumah, juga mengefektifkan angkutan bis bagi amaah yang pondokannya letaknya jauh,“ tutur Gafur.
Menurut laporan tim perumahan,  tegas Gafur, jarak maktab terjauh dari Masjidilharam adalah sekitar delapan kilometer. Namun dia meminta agar CJH tidak terlalu khawatir karena nanti akan disediakan angkutan bis dari pondokan ke Masjidil Haram bagi mereka yang letak pondokannya berjarak 1.400 meter ke atas. Bahkan, tegasnya pemerintah telah membentuk tim khusus untuk menangani masalah angkutan ini.
`’Angkutan itu akan berjalan secara efektif, ada wakil kadaker (Ketua Daerah Kerja) khusus bidang angkutan, itu dibentuk untuk tahun ini. Dan itu ada sektor-sektor khusus untuk menangani angkutan,’’ ucap Gafur
Rencananya Depag akan menyiagan sebelas titik pos angkutan di luar wilayah Masjidilharam dan tiga titik dekatnya. ’’Jadi nanti di tiga pos dekat Masjidilharam, akan dilengkapi pos untuk petugas, juga pos untuk jamaah yang barangkali lelah atau udzur, bisa istirahat di pos itu. Sambil menunggu bis,’’ ungkapnya. (zul/jpnn)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: