PT SB Siap Pasok Diatas Target

RADAR PALEMBANG, SIAP PASOK-PT Semen Baturaja (PT SB) menyatakan kesiapannya untuk memasok kebutuhan di atas rata-rata target produksi yang hanya 1 juta ton per tahun.  Kesiapan itu dimaksudkan, untuk mengantisipasi lonjakan permintaan semen pasca lebaran saat pengerjaan bangunan kembali normal.
Humas PT SB, Dharman mengatakan, selama 2008 ini pihaknya hanya mematok kapasitas produksi 1 juta ton. Namun begitu, dalam kondisi tertentu PT SB mampu memasok diatas target bila memang dibutuhkan.
“Karena, untuk saat ini saja penyaluran sudah diatas 60 persen dari target. Diprediksi lonjakan Oktober sampai Desember bisa tak terkendali, karena bakal ada pengerjaan proyek anggaran tambahan juga proyek swasta biasanya dikejar diakhir tahun,’’ urai Dharman.


Mengenai angkutan? Dharman mengaku sudah ada sedikit perubahan. PT KAI sudah siap mengangkut semen mencapai 1.000 ton perhari ke Palembang. Meskipun beberapa waktu ini agak terlambat, seharusnya sudah 21 ribu ton, ternyata baru mencapai 15 ribu ton. Padahal posisi ke Lampung malah sudah over target mencapai 31 ribu ton dengan angkutan 1.200 ton per hari.
Namun pihaknya optimis, bakal bisa dikejar PT KAI pada hari berikutnya. Karena PT KAI sudah menyanggupi kontrak mengangkut 1.000 ton per hari melalui jalur kereta api.
Sertidaknya, upaya ini akan menghilangkan image bakal terjadi kelangkaan semen di akhir tahun.”Kita optimis, siap menambah kapsitas produksi dari 1 juta sampai 1,1 juta atau 1,2 juta ton memenuhi pasar,”.ujarnya.
Kelangkaan bahan material bangunan semen lalu, diakibatkan oleh belum masuknya total target pasokan bahan baku yang masuk ke PT Semen Baturaja pabrik Kertapati Palembang.
Hal itulah yang menghambat pabrikasi PT Semen Baturaja Kertapati memenuhi pasokan di Palembang sehingga menyebabkan semen di sini langka. Karena sejak Januari lalu PT KAI sudah mulai mengurangi angkutan pasokan bahan baku dari sebelumnya sebanyak 5 gerbong  dari Baturaja ke Lampung menjadi 3 gerbong dan Baturaja ke Palembang menjadi 2 gerbong saja.
Bahkan mirisnya angkutan dari Baturaja ke Palembang terkadang malah tidak ada sama sekali perharinya. Ini Sudah direvisi, dengan kesangguipan kontrak mereka baru mencapai 1.000 ton per hari.
Begitulah kondisinya sejak Januari lalu. Untuk menutupinya pihak Baturaja menggunakan angkutan darat, yang sangat lambat mulai bongkar muatnya hingga perjalanannya sehingga juga tak  menjamin adanya pasokan yang cukup.
Lebih lanjut dijelaskan Dharman, keengganan PT KAI menganggkut bahan baku PT SB inu karena, permintaan kenaikan harga dari PT KAI sebelumnya Rp 1.850 per ton per kilogram sekarang menjadi Rp 3.600 perton per kilogram belum disetujui oleh PT SB. Hal itu karena memang kontrak PA KAI dengan PT SB masih akan berakhir tahun 2009 nanti. “Jadi, kita masih berhak menggunakan harga lama. Makanya PT KAI melakukanya dengan setengah hati, kemungkinannya dihitung sesuai dengan harga lama,”ungkapnya lagi.
Namun posisinya sekarang sudah berbeda, PT KAI sudah membuat kesepakatan baru. Komitmen ini bakal dijaga, makanya pihaknya siap memasok berapapun tingkat kenaikan kebutuhan nantinya.(ayu)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: