Pusri Tinggal Menghitung Hari

RADAR PALEMBANG, SPIN OFF – Rencana holding PT Pusri kedalam PT Agro Kimia Indonesia (AKI) tidak lagi sebatas rencana. Buktinya Menteri BUMN Sopyan A Djalil telah meminta agar Direksi PT Pusri segera melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk menyetuji holding tersebut.
Hal ini tergambar dari surat Menteri Negara BUMN No s-650/MBU/2008 tertanggal 11 Agustus perihal Penyelenggaraan RUPS PT Pusri. Yang ditujukan kepada Direksi PT Pusri di Jalan Taman Anggrek – Kemanggisan Jaya Jakarta 11480. Disurat tersebut Meneg BUMN agar Direksi PT Pusri segera menggelar RUPS dengan membawa tujuh agenda. Ketujuh hal tersebut sehubungan dengan laporan Tim Restrukturisasi Holding PT Pusri No S-10/TIM.RESTRUK/2007 tanggal 27 Desember 2007 yang lalu.


Agenda pertama, persetujuan perubahan anggaran dasar PT Pusri meliputi perubahan nama PT Pusri menjadi PT Agro Kimia Indonesia (Persero) dan perbubahan maksud, tujuan dan kegiatan usaha. Agenda kedua, persetujuan perubahan pembentukan PT Pusri Palembang sebagai anak perusahaan PT Agro Kimia melalui inbreng sebagai aset PT Agro Kimia Indiustri (eks PT Pupuk Sriwdjaya Usaha Sendir) sesuai dengan nilai buku per 31 Desember 2207 termasuk didalamnya persetujuan Anggaran Dasar PT Pusri Palembang.
Agenda ketiga, pemberhentian direksi dan dewan komisaris PT Pusri serta penetapan direksi dan dewan komisaris PT Agro Kimia Industri. Agenda keempat, penetapan direksi dan dewan komisaris PT Pusri Palembang.
Dan yang kelima, menugaskan kepada direksi dan dewan komisaris PT Agro Kimia Indonesia untuk melakukan penyesuaian anggaran dasar masing-masing anggota holding lainnya selainb PT  Pusri Palembang yang meliputi PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Kaltim, PT Pupuk Iskandar Muda, PT Mega Eltra dan Rekayasa Industri. Lalu menyusun hak dan kewajiban induk dan anggota holding dalam bentuk bentuk appoinment of agreement dalam kerangka management holding yang akan ditandatangani oleh para pihak dan mendapat persetujuan Kementrian Negara BUMN.
Juga menyusun skema (pola) yang fair dalam pelaksanaan operasional perusahaan baik kegiatan penugasan pemerintah (PSO) mau pun kegiatan komersil. Lantas,  menyelesaikan status karyawan eks PT Pusri Usaha Sendiri sesuasi dengan ketentuan yang berlaku.
Menyelesaikan status piutang dan kewajiban perusahaan kepada pihak lain. Menyusun sinkronisasis kebijakan perusahaan dengan kebijakan regulator sesuai asas efisiensi dan efektifitas perusahaan. Terakhir menyelesaikan seluruh masalah legal yang berkaitan dengan proses restrukturisasi.
Agenda yang keenam, penetapan masa transisi yang berkaitan dengan pelaksanaan operasional perusahaan paling lambat tiga bulan sejak RUPS. Ketujuh, memberikan kuasa kepada direksi PT Agro Kimia Industri dengan hak substitusi untuk melakukan hal-hal yang telah diputuskan dalam RUPS di hadapan notaris atau pejabat yang berwenang.
Dipenutup surat tersebut Meneg BUMN mengatakan sesuai dengan ketentuan pasal 79 ayat (5) UU No 40 tentang Perseroan Terbatas, maka pemanggilan RUPS dengan agenda tersebut di atas agar dilakukan paling lambat 15 hari sejak surat ini diterima.
Atas surat tersebut maka sekitar 10 pensiunan PT Pusri yang mengatasnamakan Forum Peduli Pusri (FPP) menghadap DPRD Sumsel. Di DPRD Sumsel FPP yang dipimpin oleh Rozali Djailani, serta Wakil Ketua Pensiunan Pusri Hasbullah Akib diterima oleh Ketua DPRD Sumsel Zamzami Achmad, para wakil ketua DPRD, ketua dan wakil ketua komisi I, II, III dan IV.
Dikatakan oleh Rozali, jika rencana tersebut dilaksanakan maka banyak sekali kerugian yang akan terjadi. Baik dari sisi historis, si ketenagakerjaan, kebijakan, kepemilikan aset, sampai ke masalah kontribusi terhadap Sumsel.
Dari sisi hitoris, Rozali menegaskan dapat dipastikan nama Pusri akan hilang dengan sendirinya dan hanya menjadi cerita saja. Sebab nantinya secara keselurhan akan berganti dengan nama Agro Kimia Industri.
“Lalu Pusri yang selama ini menjadi sangat identik dengan pupuk urea dan amoniak akan hilang. Kemudian Pusri hanya akan menjadi unit bisnis yang kecil dari Agro Kimia Industri. Tak hanya itu saja, aset yang ada otomatis menjadi milik Agro,” katanya.
Saat ini, sambung pria yang sudah pensiun dari Pusri selama 8 tahun ini menambahkan Pusri memiliki 8 unit kapal. Terdiri dari 7 kapal pengangkut pupuk serta satu unit kapal pembawa amoniak. Nah, jika holding jadi, konsekwensinya aset tersebut menjadi milik induk.
“Sekarang ini dengan kondisi Sungai Musi yang mendangkal, kapal tidak bisa diisi full lagi. Paling-paling hanya 5 – 6 ribu ton saja. Kalau ini dinilai PT Agri tidak efisien, karena kapasitas tidak bisa dipenuhi maka jangan kaget kapal ini dialihkan ke Kaltim. Ini tinggal waktu saja.
Termasuk imbuh Rozali kantor, pengantongan di Jawa Timur, Jawa Barat, serta daerah lainnya. “Ada juga aset lainnya seperti perkantoran, gudang, unit pengantongan disetiap provinsi  hingga di kabupaten se Indonesia. Ini juga akan menjadi milik holding. Jadi Pusri itu hanya kecil sekali, dengan aset empat unit pabrik dengan kapasitas 2 juta. Itu saja,” imbuhnya.
Dampak lainnya juga secara finansial Pusri akan terbebani. PT Pusri akan menanggung beban pajak sendirian senilai Rp 2,1 triliun. Yang disebabkan undang-undang perpajakan.
Ditambahkan oleh Hasbullah Akib jika ini terjadi akan dikemanakan para karyawan. Padahal di Pusri ada ribuan karyawan. “Yang aktif ada 2000 lebih, yang sudah pensiun ada 3.000. Lah, kalau jadi Agri, ada beberapa kemungkinan untuk yang aktif. Mereka diberhentikan dengan hormat atau direkrut lagi. Kalau direkrut lagi jelas masa kerjanya jadi nol tahu lagi,” tukasnya.
Untuk pensiunan yang jumlah 3.000 lebih tegas Hasbullah maka dipastikan PT Agri tidak mau bertanggung jawab. Alasannya bisa saja ke 3.000 eks karyawan itu adalah tanggung jawab manajemen lama. Bukan lagi tanggung jawab PT Agro Kimia Indonesias.
“Pemecatan dan tidak jelasnya nasib eks karyawan tak hanya berdampak pada kondisi ekonomi. Tetapi dapat juga berdampak pada sosial yang lebih besar,” ulasnya.
Selama ini kata Hasbullah dengan pola holding yang lama, ketika Pusri menjadi induk maka disetiap perusahaan Pupuk seperti Kaltim, Kujang, Gresik PT Pusri memiliki saham. Konsekwensinya dengan adanya saham setiap keuntungan yang ada  Pusri mendapat bagian.
“Nah, jika holding dengan PT Agro Kimia Indonesia terjadi akibatnya bagian itu tidak ada lagi. Kalau ini terjadi kontribusi ke daerah akan semakin kecil,” asmbungnya.
Merespons ini Wakil Ketua Komisi II DPRD Sumsel Agus Sutikno mengatakan holding dalam bisnis adalah hal yang biasa. Akan tetapi kalau sampai menghilangkan Pusri itu baru luar biasa.
“Dalam persepektif saya ada dua hal terkait penolakan ini. Secara emosional dan aspek ekonomi. Dari emosional ok, tetapi tidak bisa sampai disitu saja. Masak kita menghadap Menteri menolak hanya dengan alasan historis. Pasti tidak akan diterima. Karenanya mari kita pahami ada apa dengan holding ini,” tegasnya.
Agus berharap dengan mempelajari secara detil, dan memahami konsep yang dilakukan pemerintah bisa memberikan penolakan dengan alasan yang logis. Bukan karena emosional belaka.
“Saya sepakat menghadap menteri. Tapi apa tidak sebaliknya melihat hasil tim restrukturisasi. Dengan itu kita bisa jelas apa maksudnya. Kalau sekarang yang ada dugaan-dugaan, itu hipotesa yang tidak bisa dipakai. Lantas Pusri sendiri harus bicar fair kenapa ini terjadi. Mengingat rencana ini pasti sudah lama,” tambahnya.
Hal serupa dikatakan oleh Wakil Ketua Komis IV DPRD Sumsel. Ia melihat waktu untuk membahas ini sangat singkat. Sebab surat No 650 sudah dikeluarkan pada 11 Agustus lalu. Sedangkan dalam surat tersebut dalam waktu 15 hari RUPS harus digelar.
“Ini sudah lewat waktunya. Kita harus segara bergerak. Kalau menunggu sudah RUPS sudah terlambat. Sekarang lihat rencana holding seperti apa. Lihat kepentingan masyarakat,” tukasnya.(rul)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: