Suap DPR: Pencair Cek Terkuak

RADAR PALEMBANG, SUAP-Temuan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang membeber 41 anggota DPR yang menerima travel cek untuk pemenangan Miranda S Goeltom dalam pemilihan Deputi Gubernur Senior BI makin terkuak. Pemeriksaan terhadap mantan anggota DPR Agus Condro di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemarin makin memperjelas siapa saja mereka yang mencairkan cek haram itu.
Usai pemeriksaan kemarin Agus, mengungkapkan anggota DPR yang mencairkan cek itu. Tujuh orang wakil rakyat mencairkan sendiri travel cek yang dikeluarkan Bank Internasional Indonesia (BII), sepuluh orang lainnya menguangkan travel cek tersebut dengan nama kerabatnya, sementara sisanya 24 orang memakai nama orang lain. ”Nama-nama William Tutuarima, Suwarno itu memang ada,” jelasnya di gedung KPK kemarin.


Agus diperiksa ekstra lama. Dia mendatangi gedung KPK sekitar pukul 10.35. Namun pemeriksaan itu baru rampung pukul 17.30, menjelang berbuka puasa. Pemeriksaan itu membutuhkan waktu sangat lama, karena usai diperiksa, mantan politisi PDIP tersebut harus mencocokkan hasil pemeriksaan. Selain Agus, KPK  juga meminta keterangan kolega Agus di gedung parlemen, William Tutarima.
Seperti diketahui, KPK memulai penyelidikan kasus travel cek itu sejak pekan lalu. Ketika itu, Antasari Azhar mengungkapkan sejak Jumat sudah memulai pemeriksaan dengan memanggil para penerima cek itu.
Menurut politisi kelahiran Batang itu, KPK ternyata memiliki bukti cukup lengkap terkait kasus itu. Dalam pemeriksaan itu, Agus ditunjukkan fotokopi travel  cek yang pernah diuangkan para anggota dewan itu. ”KPK itu hebat. Buktinya saya tidak perlu menambah bukti-bukti lagi,” jelasnya.
KPK, tambah Agus, juga memiliki fotokopi KTP para pencair cek itu. ”Bahkan KTP saya yang pernah tertinggal di bank juga ada di sana,” jelasnya. ’’Ini nomor seri cek bapak, ini KTP bapak,”ujar Agus menirukan petugas KPK yang memeriksanya.
Dia mencontohkan, salah seorang koleganya seperti Emir Moeis, ternyata mencairkan cek tersebut dengan namanya sendiri. Semua bukti itu juga sudah dikantongi lembaga superbodi tersebut. ”Saya kira Pak Emir itu orang kota. Ternyata udik juga seperti saya mencairkan cek tersebut sendiri. Dia tidak bisa bohong,” jelasnya. Agus memang pernah mengaku blak-blakan bahwa dirinya mengaku mencairkan cek senilai Rp 500 juta sendiri.
Karena itu, daripada teman-temannya malu belakangan, Agus berharap agar mau mengembalikan uang saja. ”Sudahlah dari pada malu kembalikan saja uangnya,” jelasnya.
Namun terkait kasus itu, dia mengaku pasrah. ”Kalau nanti jadi tersangka juga tidak masalah. Masak terima uang Rp 500 juta tidak diproses,”jelasnya. Tetapi, dia berharap apabila kasus itu diproses 41 wakil rakyat yang pernah menerima harus merasakan beban yang sama. ”Kalau 41 orang juga tidak masalah,” terangnya.
Meski membeber hasil pemeriksaan itu, Agus masih belum mau buka mulut tentang pemberi dana tersebut.  ”Kalau sumber dananya tidak tahu saya. Kalau takut juga ada yang menghilangkan barang bukti,” ucapnya.
Disebut-sebut, PT First Mujur memang ada dibalik pemberian uang tersebut. Namun Ketua PPATK Yunus Husein tidak berkomentar. ”Waduh mohon maaf saya tidak bisa jawab,” jelasnya. Setelah menyebutkan ada temuan 400 travel cek dari anggota DPR, belakangan Yunus justru membantah tentang siapa saja anggota komisi 9 yang mencairkan dana itu. ”Saya tidak tahu pasti mana yang terima dan mana yang tidak terima,” jelasnya.
Pernyataan PPATK memang kerap berubah-ubah. Sebelumnya melalui juru bicara Natsir Kongah, menyebutkan bahwa tidak semua wakil rakyat mencairkan dana itu. Bahkan ada yang meminta bantuan sopir untuk menguangkan travel cek itu.
First Mujur Plantation and Industry diduga menjadi jalan mengalirnya duit ke anggota DPR. Perusahaan ini masih terafiliasi (anak perusahaan Grup Artha Graha). Seorang pejabat di Artha Graha menolak memberikan komentar soal keterlibatan First Mujur.
Begitu juga Wakil Komisaris Utama PT Bank Artha Graha Tbk, Tommy Winata, tidak mau berkomentar soal munculnya nama First Mujur. Ketika dihubungi melalui telepon selulernya (08169xxxx), Tommy mengelak berkomentar.
Sebelumnya Juru Bicara KPK Johan Budi mengungkapkan bahwa pemeriksaan itu merupakan pengumpulan bahan keterangan sebelum naik ke penyidikan. ”Itu pengumpulan bahan keterangan saja,” jelasnya. Bagaiman                                                                                                                                               a tanggapan Ketua KPK Antasari terkait pengakuan Agus tersebut ? ”Masih penyelidikan,” jelasnya.
Secara terpisah, Ketua Fraksi Partai Golkar (FPG) Priyo Budi Santoso menyatakan siap mendukung setiap langkah yang diambil KPK. Karena itu, dia memastikan tidak akan melindungi anggotanya yang tersangkut kasus aliran travel check tersebut.
Sejumlah nama kader beringin memang disebut-sebut ikut menerima travel check, yakni Marthin Bria Seram, Azhar Muchlis, Anthony Zedra Abidin dan Bobby S. Suhardiman. Dua nama terakhir kembali duduk di DPR periode 2004-2009.
’’Saya belum dapat laporan rinci. Tapi, sudah tentu akan ada pemanggilan oleh pimpinan fraksi untuk meminta penjelasan. Mereka kan belum tentu juga bersalah,’’ katanya. Dia juga menegaskan, selaku pimpinan fraksi tidak bisa menjangkau kader golkar yang sudah tidak duduk lagi di DPR.
Meski begitu, Priyo kembali menegaskan bahwa kali ini, DPP Partai Golkar, tidak akan memberi bantuan hukum kepada kader-kadernya yang terindikasi menerima suap dalam proses pemilihan Deputi Gubernur Senior BI itu.
’’Kami harus pilah-pilah. Kalau ranah korupsi, kami ini bukan bunker perlindungan bagi para koruptor. Jadi, tidak bisa membantu apa-apa. Kecuali, masalah yang berkaitan dengan kasus politik, baru DPP dan Fraksi melakukan pembelaan,’’ ungkapnya. (git/yun/sof/pri/jpnn)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: