Waspada 5 Mamin Mengandung Zat Berbahaya

RADAR PALEMBANG, BANYUASIN – Kendati sering dilakukan razia dan selalu menjadi isu sentral kesehatan, makanan mengandung zat berbahaya bagi kesehatan masih terus tersebar di pasar tradisional di wilayah Banyuasin. Setidaknya, sebanyak 5 jenis makanan minuman (mamin) yang  terindikasi mengandung zat berbahaya bagi kesehatan kembali ditemukan oleh Tim Badan Ketahanan Pangan (Baketpan) Kabupaten Banyuasin dalam sidaknya di Pasar Pangkalan Balai, kemarin.


Kelima makanan dan minuman yang disinyalir terindikasi mengandung zat pewarna tersebut adalah, cendol mengunakan zat rodamil, sirup dengan zat pewarna jenis mitamill yellow, miekuning dan tahu mengandung zat  pengawet jenis formalin,  dan kerupuk merah memakai pewarna jenis rodamil.
Kepala Badan Ketahanan Pangan Kabupaten Banyuasin Kosaroddin, menjelaskan, dengan melihat ciri fisik yang ditampilkan oleh bahan makanan dan minuman tersebut, pihaknya yakin mengandung zat-zat yang dilarang.  Namun, untuk memastikannya harus menunggu hasil tes laboratorium yang akan dilakukan oleh BPOM. Karean sample kelima makanan tersebut sekarang sudah dikirimkan ke BPOM Sumsel untuk dilakukan tes laboratorium.
“Kelima barang tersebut kita temukan di Pasar Pangkalan Balai. Dari ciri fisiknya, memang terindikasi mengandung zat-zat berbahaya seperti formalin dan rodamil,” terang Kosar.
Dijelaskan Kosaruddin, di antara ciri makanan yang terindikasi mengandung zat-zat pewarna berbahaya adalah pada pewarnaan yang terlihat sangat mencolok dan terlihat terang, seperti kerupuk dan sirup. Kemudian,  khusus mi dan tahu yang mengandung formalin dapat dirasakan saat memegangnya, akan terasa lebih lunak dan elastis. Jika dipencet langsung kembali kepada bentuknya semula, tidak hancur. Sedangkan mi dan tahu yang tidak menggunakan bahan formalin akan cepat rusak, terutama jika mi akan mudah putus dan tahu akan mudah hancur.
Oleh karenanya, pihaknya menghimbau kepada masyarakat Banyuasin untuk mewaspadai beberapa jenis makanan dan minuman tersebut, terutama saat berbelanja. Menghindari untuk tidak membeli barang barang yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Pihaknya juga mengimbau kepada para pedagang yang menjual barang yang terindikasi mengandung zat berbahaya untuk tidak  menjual kembali.
Bagaimana sanksi? Hingga saat ini pihaknya tidak dapat memberikan sanksi tegas bagi pelaku. Selain bukan menjadi wewenangnnya, untuk memberikan sanksi juga harus berdasarkan bukti otentik dengan menggunakan hasil pemeriksaan laboratorium.
Tidak hanya itu, para pedagang yang menjajakan barang mengandung zat berbahaya tersebut hanyalah sebagai pengecer biasa. Seharusnya, untuk memotong mata rantai persebaran barang tersebut, yang patut diberantas adalah produsennya yang rata-rata berasal dari Palembang. Namun, pihaknya tetap memberikan imbauan baik kepada masyarakat maupun kepada para pedagang untuk tetap mewaspadai persebaran barang arang berbahaya tersebut. (qen)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: