75 Tahun Membuat Oven dan Kukusan

Usaha Bapak satu ini patut kita acungi jempol, karena sudah kurang lebih 75 tahun ia mempertahankan usahannya satu ini.  Dia mulai merintis usaha itu sejak   usia 10 tahun pada zaman Jepang. Kini Umur M Yusuf Ismail warga Jl KI. Gede Ingsuro 30 Ilir Palembang sudah 85 tahun.
Di selalu memenuhi permintaan bagi masyarakat yang ingin menampal kukusan besar bagian bawahnya. Disamping itu ia juga mencoba menciptakan alat yang disebut dengan mesin harum manis.
Namun sayang, apa yang ia ciptakan ternyata kurang diminati masyarakat. Padahal kalau masyarakat ingin memiliki mesin ini dijamin tidak akan rugi, selain itu juga pengerajin satu ini juga siap menerima pembuatan oven.

Apa lagi sekarang ini momennya sangat tepat, karena sebentar lagi kita akan merayakan hari kemenangan. Nah, di momen itulah banyak masyarakat yang membeli oven-oven untuk pembuatan kue tersebut.
Menurut M Yusuf Ismail, peminat oven pemanggang cenderung musiman. Biasanya menyambut lebaran baru banyak masyarakat yang mencari barang-barang seperti ini. ’’Kalau tidak lebaran, oven-oven yang kita buat ini jarang diminati oleh masyarakat. Kecuali mereka yang memang membuka usaha pembuatan kue, barulah mereka mencarinya. Namun, itupun tidak setiap hari,’’ungkap Yusuf.
Penghasilan yang didapat pembuat oven ini tidak tentu namun terbilang mencukupi, tergantung banyaknya masyarakat yang datang ketempatnya. Untuk barang-barang tersebut ia hargai mulai dari Rp 50 ribu hingga Rp 300 ribu perbuah, tergantung dari besar-kecilnya oven, termasuk juga untuk kukusan nasi baik itu besar maupun besar harganyapun berpariasi. ‘’Kalau ukuran yang besar harganya lebih mahal lagi,’’tutur bapak 9 orang anak tersebut.
Sehari-harinya, Yusuf Ismail  hanya membuat oven  dan kukusan saja. Dalam satu hari ia hanya mampu membuat berbagai jenis barang tersebut sebanyak 5.  ‘’Saya tidak pernah membuat banyak-banyak barang tersebut, hal itu dikarenakan saya tidak menyetok di pasar. Namun, barang-barang tersebut saya jual sendiri di depan rumah. Untuk bahan baku saya banyak membelinya di daerah pasar 16 Ilir, namun sekarang yang menjadi kendala buat saya khususnya yakni sering naiknya harga bahan baku tersebut. Jati terpaksa kita selaku pembuat oven dan sebagainya ini ikut menaikan pula harga-harga,’’ tungkasnya (vie)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: