APBN, Asumsi Minyak Dikoreksi

Turun Menjadi USD 95 Per Barel

RADAR PALEMBANG, ASUMSI APBN-Di tengah ketidakpastian tren harga minyak dunia, Panitia Anggaran DPR dan Pemerintah bersepakat menurunkan asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) dari semula UD 100 per barel menjadi USD 95 per barel. Penurunan harga ini sekaligus mengubah postur APBN, terutama subsidi energi yang dianggarkan menjadi lebih kecil.

Subsidi BBM tahun depan dianggarkan Rp 89,411 triliun, lebih rendah dibanding RAPBN yang diajukan pemerintah Rp 101,4 triliun. ”Subsidi tersebut setelah disesuaikan dengan asumsi makro yang baru, dan penurunan besaran alpha (margin keuntungan distribusi Pertamina, Red) dari 8,36 persen menjadi 8,0 persen,” kata Koordinator Panja Asumsi sekaligus Wakil Ketua Panitia Anggaran DPR Harry Azhar Azis dalam rapat kerja dengan Pemerintah Senin malam (22/9).

Sedangkan subsidi listrik disepakati Rp 52,241 triliun, lebih rendah dari RAPBN-nya sebesar Rp 60,43 triliun. Penurunan ini dicapai melalui penyediaan tambahan kebutuhan pasokan gas dari PGN sebesar 731 BBTU dan BP Migas sebesar 324 BBTU bagi PLN. Juga, melalui ketersediaan DMO (kewajiban pasokan domestik) batu bara 30 persen sebesar Rp 5,29 triliun.

Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengatakan asumsi harga minyak USD 95 per barel diharapkan menjadi angka psikologis baru. Namun risiko minyak melonjak ke atas, tetap lebih rawan dibandingkan risiko penurunan harga minyak. ”Makanya kami meminta cadangan risiko fiskal,” kata Menkeu.

Pemerintah meminta cadangan risiko fiskal Rp 8 triliun. Sebesar Rp 6 triliun di antaranya, merupakan cadangan risiko minyak dan gas. ”Total untuk minyak itu Rpn 6 triliun, sehingga men-cover ketidakpastian di sektor migas,” kata Kepala Badan Kebijakan Fiskal Depkeu Anggito Abimanyu.

Anggito mengatakan hingga saat ini, tidak akan ada kepastian sampai tingkat berapa harga minyak yang bisa dipercaya. Perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia, seharusnya mengurangi permintaan. Sehingga dari sisi fundamental, harga minyak seharusnya terus menurun. ”Tapi kita juga tidak tahu,” katanya.

Masih terkait minyak, produksi siap jual atau lifting ditargetkan 960 ribu barel per hari. Lifting ini sudah termasuk potensi tambahan dari own used sebesar 50 ribu barel per hari yang diganti dari pembelian gas Cococo Phillips ke Chevron Pacific (swap). Sedangkan tambahan 10 ribu barel per hari direncanakan dari Cococo Phillips, Chevron Makasar, dan EMP Kangean. Konsumsi BBM bersubsidi diperkirakan mencapai 36,854 juta kilo liter.(sof/jpnn)

Diambil untuk halaman 3.yurdi

Asumsi, Parameter, dan Subsidi BBM 2009

RAPBN 2009 Kesepakatan

Asumsi

ICP (USD/barel) 100 95

Nilai Tukar (Rp/USD) 9.100 9.150

Parameter

Konsumsi BBM (kiloliter) 36.864.448 36.864.448

Premium (kiloliter) 19.444.354 19.444.354

Minyak Tanah (kiloliter) 5.804.911 5.804.911

Solar (kiloliter) 11.605.183 11.605.183

Konversi mitan ke LPG (kiloliter) 4.000.000 4.000.000

Alpha (%) 8,36 8,00

Subsidi BBM (Rp triliun) 101,4 89,4

Sumber: Panja Asumsi RAPBN 2009

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: