BSM, Setoran Pedagang 16 Ilir Melonjak

PERBANKAN

ADAR PALEMBANG, SETORAN-Bulan puasa menjadi momen tepat bagi perbankan yang berlokasi di Pasar 16 Ilir untuk memperoleh dana lebih besar dari masyarakat. Betapa tidak, setoran dana meningkat siginifikan dua kali lipat dari bulan-bulan biasanya di lokasi bisnis berskala mikro hingga menengah atas tersebut.

Jika umumnya penarikan dana mengalami peningkatan guna memenuhi kebutuhan masyarakat saat jelang lebaran dan selama puasa ini.

namun tidak demikian halnya bagi Kantor Cabang Pembantu Bank Syariah Mandiri (BSM) Pasar 16 ilir. Kurun waktu hampir satu bulan ini dana yang disetor pedagang pasar sudah mencapai Rp 10 miliar. Padahal biasanya rata-rata penghimpunan dana masyarakat sebulannya hanya Rp 4-5 miliar.

”Nasabah kami kebanyakan pedagang grosir yang sekarang sedang meraup keuntungan dari hasil jualannya. Peningkatan setoran mulai terlihat pada hari kedelapan hingga H+7 mendatang,” tukas Kepala Cabang Pembantu BSM 16 Ilir, Kemas Erwan Husainy, kemarin.

Dia mengakui, momen penarikan dana sudah terjadi satu hingga dua bulan sebelumnya. Pedagang membutuhkan dana besar untuk tambahan modal bagi usahanya. Makanya rata-rata peningkatan tarikan dana kala itu sebesar 30 persen. ”Tapi kalau dibandingkan dana yang mereka ambil dua bulan lalu, setorannya ini jauh lebih banyak,” tandas Erwan.

Meskipun mayoritas nasabah BSM 16 ilir bukanlah pedagang yang berjualan di pasar tersebut. Namun, akibat tingginya transaksi bisnis mereka, pengumpulan dana lebih besar diperoleh dari pedagang. Nasabah pedagang di sana hanya 20 persen sisanya 80 persen lagi berasal dari kalangan PNS, pegawai BUMN, TNI/Polri serta karyawan swasta lainnya.

Erwan mengungkapkan, walaupun pedagang bukan mayoritas nasabah di bank syariah tersebut tapi penguasaan pasar (market share) BSM di Pasar 16 ilir sudah lumayan besar yakni 30-40 persen. ”Itu untuk nasabah dana saja, biasanya mereka melakukan transaksi giro dan tabungan.”

Guna memperbesar jumlah penabung, nasabah yang mengambil kredit (debitur) otomatis akan menjadi penabung BSM. Tetapi tidak sebaliknya, penabung belum tentu menjadi debitur.

Mengenai pengajuan pembiayaan (kredit), rata-rata plafon yang diajukan pedagang berkisar Rp 50-100 juta atau sesuai dengan omzet usahanya, padahal BSM mengizinkan pengajuan kredit hingga ratusan juta. Jangka waktu pengambilan kredit oleh pedagang ini juga bertempo pendek maksimal setahun. Kemacetannya juga hampir tidak ada sama sekali, pedagang jauh lebih lancar dalam membayar angsuran.

Tapi, bank juga tidak serta merta mengucurkan kredit, ada agunan yang harus dipenuhi terlebih dulu. Agunan itu dapat berupa aset tanah, bangunan ataupun sertifikat kios usahanya. Biasanya kredit seperti ini diberikan bagi usaha yang sudah berlevel menengah atas. Sedangkan untuk pembiayaan mikro, BSM lebih banyak bekerjasama dengan koperasi melalui program kerjasama dengan Pemkot Palembang. Sejauh ini dari Rp 4,4 miliar dana yang dikucurkan pemkot untuk pendanaan bagi bisnis mikro selama lima tahun, sudah ada yang dikembalikan debitur hampir Rp 1 miliar (kurun waktu sembilan bulan). ”Debiturnya untuk program ini ada ribuan orang,” ulas Erwan.(ade)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: