Menelusuri Orderan Penjahit Jelang Lebaran (1)

Kalah Pamor dengan Pakaian Jadi

Menyambut hari Raya Idul Fitri 1429 Hijriah, pengusaha atau penjahit pakaian di Kota Palembang tidak mengalami penigkatan yang signifikan. Penyebabnya, karena beberapa tahun belakangan tren masyarakat lebih memilih membeli pakaian jadi. Masalah selisih harga jadi alas an. Berikut pantauan koran ini.

Herlia apriliyani – PALEMBANG

Sepi dan santai, inilah yang terlihat dari sejumlah outlet penjahit busana wanita dan pria disaat menjelang lebaran. Beda jika dibandingkan dengan beberapa tahun sebelumnya, jasa penjahit busana wanita dan pria semuanya pasti kebagian orderan jahitan baju yang akan dipakai di saat lebaran.
Seperti diungkapkan Syarifuddin, salah satu pemilik usaha penjahitan busana wanita dan pria di bilangan Jalan Kapten A Rivai. Kendati lebaran tinggal seminggu lagi, tetapi hingga saat ini orderan jahitan baju masih sepi, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.
Biasanya, sebulan menjelang ramadan saja pelanggan sudah banyak yang datang minta untuk dijahitkan baju lebaran.  ”Tahun ini beda. Buktinya, untuk saat ini banyaknya konsumen yang lebih memilih untuk membeli baju baru,’’ katanya.


Walaupun profesinya yang bergerak dibidang jasa penjahitan beragam aneka baju ini telah berjalan sejak 30 tahun yang lalu tetap saja baginya tidak ada pengaruh banyaknya pesanan disaat menjelang lebaran.
Masih menurut pria setengah baya pemilik Serumpun Tilor ini,  biasanya jahitannya menumpuk. Namun ini jahitan sangat sedikit sekali paling hanya ada satu, dua saja pesanan jahitan yang diterima. Kalau tahun kemarin dan sebelum menjelang lebaran banyak masyarakat yang memesan jahitan aneka baju koko dan juga baju batik, tetapi saat ini kebanyakan dari konsumen lebih memilih membeli baju yang sudah jadi ketimbang memesan ditukang jahit.
“Selain itu, harga-harga bahan dasar pembuatan baju pun naik jadi harga bahan dan upahnya pun agak sedikit tinggi,’’ungkapnya.
Disamping itu pun puasa dan lebaran kali ini bersamaan  dengan musim masuk sekolah, jadi konsumen labih memilih untuk memenuhi keperluan sekolah anak terlebih dahulu ketimbang membeli baju lebaran. Pokoknya tahun ini sepi orderan.
Ungkapan yang serupa pun juga diungkapkan oleh Ustin, salah seorang penjahit pakaian wanita yang terletak di jalan Kolonel H Burlian. Menurutnya, tiga pekan puasa  berjalan tidak ada peningkatan pesanan konsumen untuk dibuatkan pakaian lebaran. Berkurangnya warga yang memanfaatkan jasa tukang jahit untuk membuat pakaian, karena banyaknya produksi pakaian jadi yang model dan bentuknya bervariasi.
”Padahal kelebihan memesan atau membuat pakaian pada tukang jahit, ukuran dan model yang diinginkan bisa pas atau sesuai selera, sementara jika membeli pakaian jadi, kendati corak dan modelnya bagus seringkali tidak pas dengan ukuran badan,’’ ungkap Ustina.
Tetapi walaupun demikian menjelang Lebaran ini ia tetap banyak pesanan jahitan khusus untuk baju kerja dan juga baju pesta seperti halnya kebaya yang akan dipakai konsumen setelah Lebaran. Pokoknya saya lebih mengandalkan mencari pelanggan pegawai atau karyawan untuk dibuatkan pakaian dinas secara kolektif.
”Sampai tanggal 25 September nanti saya masih mengerjakan pesanan baju kerja dan pesta baru diatas tanggal 25 mengerjakan baju-baju yang akan di vermak, ”ungkapnya.
Soal tarif, sangat terjangkau. Untuk aneka baju kebaya atau pesta dikenakan biaya mulai dari Rp 65 ribu-an itu pun tergantung dari model dan modifikasi yang diinginkan pelanggan, kalo untuk pesanan baju blazer dikenakan biaya mulai dari Rp 120 ribu-an tergantung dari puring yang akan digunakan.
”Bicara mengenai pesanan walaupun hari biasa ataupun menjelang Lebaran rata-rata pesanan perhari 6 pasang baju, itu sudah pasti, ”tutupnya. (*/bersambung)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: