Sjamsul Nursalim Batal Diusut Lagi

PT DKI Kandaskan Praperadilan SP3 Kasus BLBI

RADAR PALEMBANG, BLBI- Sjamsul Nursalim benar-benar bisa hidup dengan tenang. Gugatan praperadilan yang diajukan oleh Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) tidak cukup kuat untuk membatalkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) kasus BLBI Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI).

Pengadilan Tinggi DKI Jakarta menolak permohonan praperadilan yang diajukan pemohon di Pengadilan Negeri Jaksel. Hal itu berarti, PT DKI Jakarta menerima banding yang diajukan oleh Jaksa Agung, meski pemeriksaan belum masuk pada pokok perkara. Alasannya, MAKI sebagai penggugat dinilai tidak memiliki legalitas hukum.

”Kami belum membahas pada materi pokok gugatan mengenai SP3, namun baru memeriksa keabsahan pemohon dan termohon. Karena pemohon tidak memenuhi syarat hukum, maka praperadilan gugur dengan sendirinya,” ujar Madya Suharja, kepala humas PT DKI Jakarta, kemarin (23/9).

Putusan PT tersebut otomatis membatalkan putusan PN Jaksel yang memenangkan gugatan MAKI yang mempraperadilankan kasus SP3 Jaksa Agung terhadap Sjamsul Nursalim.

Majelis hakim yang diketuai Parwoto Wignyo Soemarto berpendapat, pihak ketiga tidak disebutkan dalam UU Tipikor. Misalnya LSM. Hal itu berbeda dengan UU Lingkungan Hidup atau UU Perlindungan Konsumen yang menyebutkan pihak ketiga seperti LSM sebagai perwakilan masyarakat yang punya kapasitas legal standing.

Putusan PT DKI Jakarta itu tak lantas membuat Koordinator MAKI Boyamin Saiman patah arang. Menurutnya, jika alasan PT hanya karena legal standing, pihaknya tetap merasa menang. ”SP3 tetap tidak sah. Kami akan ajukan PK (Peninjauan Kembali) ke MA,” tegas Boyamin yang saat dihubungi tengah melaksanakan umroh.

Dengan SP3 dinyatakan tidak sah, lanjut dia, Kejaksaan harus memproses BLBI Sjamsul Nursalim ke pengadilan. Kalau tidak, maka KPK diharapkan untuk mengambil alih. ”Tapi itu menunjukkan Kejagung sebagai pembela obligor nakal,” katanya.

Terpisah, Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (JAM Pidsus) Marwan Effendy mengatakan, putusan PT merupakan langkah yang seharusnya diambil. ”(putusan) itu memang langkah hukum yg tepat. Artinya, PT dengan jernih mengetahui duduk perkaranya,” kata Marwan ditemui Kejagung.

Mantan Kapusdiklat Kejagung itu tidak mempermasalahkan putusan PT yang belum masuk pada pokok materi perkara. Marwan meyakini PT mengetahui bahwa alasan penghentian kasus BLBI Sjamsul Nursalim karena unsur kerugian negara tidak terbukti. Selain itu, Sjamsul juga telah menerima Surat Keterangan Lunas (SKL) berdasarkan UU 25/2000 tentang Propenas dan Inpres No 8/2002 tentang Release and Discharge (R&D). ”Meski belum masuk perkara, tapi setidak-tidaknya PT sudah membaca memori banding jaksa. Dia sudah tahu anatomi perkaranya,” terang Marwan.

Dia menampik tudingan bahwa Kejaksaan melindungi koruptor. ”Sampai kiamat tidak akan dan tidak pernah. Kalau memang salah ya lanjut, kalau nggak tutup,” tegas mantan kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jatim itu.

Tanggapan juga datang dari Ketua KPK Antasari Azhar. Menurutnya putusan itu tidak bisa diartikan Kejagung telah menang. ”Hati-hati. Informasi yang saya terima, (keputusan) itu menyatakan jika pemohon dinyatakan tidak dalam kapasitasnya. Jadi (kasus) ini dalam posisi semula,” katanya disela-sela acara TII di Jakarta Selatan kemarin (23/9). KPK akan melakukan gelar perkara kasus BLBI dengan Kejagung paska lebaran. ”Kalau kejaksaan tidak sanggup akan kami ambil alih,” tegasnya.

Sementara itu kuasa hukum Sjamsul Nursalim, Maqdir Ismail menyambut baik keluarnya putusan tersebut. Dia menilai bahwa diterimanya banding Kejaksaan Agung itu membuktikan adanya kepastian hukum. ”Coba kalau pihak yang tidak berkepentingan dengan kasus seperti MAKI justru mengajukan banding dan diterima bagaimana nanti jadinya. Saya kira majelis hakim jeli melihat keputusan,” terangnya.

Menurut Maqdir, KUHAP mengatur bahwa yang berhak mengajukan banding adalah pihak-pihak yang berperkara. ”Kalau seperi ini diteruskan khawator akan menjadi preseden buruk pula,” jelasnya. (fal/git/naz/JPNN)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: